Grotesk

Grotesk adalah kata sifat yang kerap digunakan untuk menggambarkan bentuk-bentuk aneh atau terdistorsi, misalnya pada topeng Halloween. Dalam seni, pertunjukan, maupun karya sastra, istilah ini juga dapat merujuk pada sesuatu yang sekaligus menimbulkan rasa ganjil dan tidak nyaman, namun pada saat yang sama membangkitkan simpati atau rasa iba.
Kata dalam bahasa Inggris ini pertama kali muncul pada tahun 1560-an sebagai nomina yang dipinjam dari bahasa Prancis, yang asalnya dari bahasa Italia grottesca (secara harfiah berarti “dari gua”, berasal dari kata grotta atau 'gua'; bandingkan dengan grotto),[1] Istilah tersebut merujuk pada gaya dekorasi Romawi kuno yang mewah, ditemukan kembali di Roma pada akhir abad ke-15 dan kemudian ditiru. Kata ini mula-mula digunakan untuk menyebut lukisan yang ditemukan pada dinding ruang bawah tanah reruntuhan di Roma, yang saat itu disebut le Grotte (“gua”). “Gua” tersebut sebenarnya adalah ruangan dan lorong di kompleks istana Domus Aurea, bangunan yang dibangun oleh Nero setelah Kebakaran Besar Roma tahun 64 M, namun tidak pernah selesai dan akhirnya tertutup tanah serta ditumbuhi tanaman, hingga kemudian ditemukan kembali dari atas.
Dari Italia, istilah ini menyebar ke berbagai bahasa Eropa dan untuk waktu yang lama digunakan hampir bergantian dengan istilah arabesque dan moresque untuk menyebut pola dekoratif yang menggunakan elemen dedaunan melengkung. Kata ini mulai digunakan sebagai kata sifat dalam bahasa Inggris setidaknya sejak abad ke-18.
Catatan
[sunting | sunting sumber]- ↑ "OED-Grotesque etymology". Etymonline.com. Diakses tanggal 2014-12-15.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- Astruc, Rémi (2010) Le Renouveau du grotesque dans le roman du XXe siècle, essai d'anthropologie littéraire, Paris, Classiques Garnier
- Clark, John R. (1991) The modern satiric grotesque and its traditions
Bacaan lebih lanjut
[sunting | sunting sumber]- Bäckström, Per. Enhet i mångfalden. Henri Michaux och det groteska (Unity in the Plenitude. Henri Michaux and the Grotesque), Lund: Ellerström, 2005.
- Bäckström, Per. Le Grotesque dans l’œuvre d’Henri Michaux. Qui cache son fou, meurt sans voix, Paris: L’Harmattan, 2007.
- Sheinberg, Esti (2000-12-29). Irony, satire, parody and the grotesque in the music of Shostakovich. UK: Ashgate. hlm. 378. ISBN 0-7546-0226-5. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-17.
- Kayser, Wolfgang (1957) The grotesque in Art and Literature, New York, Columbia University Press
- Lee Byron Jennings (1963) The ludicrous demon: aspects of the grotesque in German post-Romantic prose, Berkeley, University of California Press
- Bakhtin, Mikhail (1941). Rabelais and His World. Bloomington: Indiana University Press.
- Harpham, Geoffrey Galt (1982, 2006), On the Grotesque: Strategies of Contradiction in Art and Literature (Princeton: Princeton University Press)
- Selected bibliography by Philip Thomson, The Grotesque, Methuen Critical Idiom Series, 1972.
- Dacos, N. La découverte de la Domus Aurea et la formation des grotesques à la Renaissance (London) 1969.
- Kort, Pamela (2004-10-30). Comic Grotesque: Wit And Mockery In German Art, 1870–1940. PRESTEL. hlm. 208. ISBN 978-3-7913-3195-9. Diarsipkan dari versi asli pada 2008-03-04.
- FS Connelly (2003). "Modern art and the grotesque" (PDF). Assets.cambridge.org.
- Zamperini, Alessandra (2008). Ornament and the Grotesque: Fantastical Decoration from Antiquity to Art Nouveau. Thames and Hudson. hlm. 320, 11" x 13", 250 color illustrations. ISBN 978-0-500-23856-1. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-27. Diakses tanggal 2010-02-02.
- Hansen, Maria Fabricius (2018). The Art of Transformation. Grotesques in Sixteenth-Century Italy. Edizioni Quasar. hlm. 476, 9"1/2 x 11", 400 color illustrations. ISBN 978-88-7140-864-4.