Lompat ke isi

Gombojavyn Zandanshatar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gombojavyn Zandanshatar
Гомбожавын Занданшатар
Zandanshatar pada 2019.
Perdana Menteri Mongolia ke-32
Masa jabatan
13 Juni 2025  30 Maret 2026
PresidenUkhnaagiin Khürelsükh
Ketua Khural Agung Negara
Masa jabatan
1 Februari 2019  2 Juli 2024
PresidenKhaltmaagiin Battulga
Ukhnaagiin Khürelsükh
Kepala Sekretaris Kabinet
Masa jabatan
2017  2 Februari 2019
Menteri Luar Negeri dan Perdagangan
Masa jabatan
September 2009  Agustus 2012
PresidenTsakhiagiin Elbegdorj
Perdana MenteriSanjaagiin Bayar
Sükhbaataryn Batbold
Sebelum
Pengganti
Luvsanvandan Bold
Sebelum
Anggota Khural Agung Negara
Masa jabatan
5 Juli 2016  2 Juli 2024
Masa jabatan
2008–2012
Masa jabatan
2004–2008
Informasi pribadi
Lahir6 Maret 1970 (umur 56)
Baatsagaan, Provinsi Bayankhongor, Mongolia
Partai politikPartai Rakyat Mongolia
IMDB: nm18169809 Facebook: G.Zandanshatar X: zandanshatar Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Gombojav Zandanshatar (bahasa Mongol: Гомбожавын Занданшатар; lahir 6 atau 8 Maret 1970) adalah seorang politikus Mongolia yang menjabat sebagai perdana menteri sejak Juni 2025 hingga pengunduran dirinya pada Maret 2026.

Gombojav Zandanshatar resmi diangkat sebagai Perdana Menteri Mongolia pada 12 Juni 2025.[1] Ia merupakan anggota Partai Rakyat Mongolia dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal partai tersebut pada 2012–2013.[2][3] Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Ketua Khural Agung Negara (2019–2024), Kepala Sekretariat Kabinet Pemerintah (2017–2019), Menteri Luar Negeri (2009–2012), serta Wakil Menteri Pangan dan Pertanian (2003–2004).[3][4][5]

Kehidupan awal

[sunting | sunting sumber]

Gombojav Zandanshatar lahir di Baatsagaan, Mongolia, pada 6 atau 8 Maret 1970.[6][7] Ia lulus dari Sekolah Menengah No. 77 pada tahun 1987, kemudian menempuh pendidikan di Universitas Negeri Irkutsk dari tahun 1987 hingga 1992 dan meraih gelar di bidang ekonomi keuangan.[6][8][7] Ia juga meraih gelar magister dari Universitas Maastricht serta lulus dari Universitas Negeri Sumber Daya Alam dan Hukum Rusia pada tahun 2012.[6][8]

Perdana Menteri Mongolia

[sunting | sunting sumber]

Perdana Menteri Luvsannamsrain Oyun-Erdene mengundurkan diri pada 3 Juni 2025 sebagai tanggapan atas protes anti-pemerintah terkait pengeluaran mewah putranya dan setelah kalah dalam mosi tidak percaya.[9] Zandanshatar terpilih melalui pemungutan suara dengan hasil 108 banding 9 untuk menggantikan Oyun-Erdene pada 12 Juni.[10] Ia diangkat sebagai Perdana Menteri Mongolia ke-32 pada hari berikutnya.

Pada 18 Juni, pemerintahan koalisi dibentuk antara Partai Rakyat Mongolia, Partai HUN, dan Partai Hijau–Kehendak Rakyat.[11] Partai Demokrat, oposisi utama di parlemen, dikeluarkan dari pemerintahan koalisi sebelumnya karena “melanggar nota kesepahaman” di tengah protes tahun 2025.[12] Sebanyak 19 menteri diangkat, sedikit berkurang dari kabinet kedua Oyun-Erdene yang memiliki 22 menteri.[13]

Setelah menjabat sebagai Perdana Menteri, Zandanshatar menyatakan bahwa anggaran tahun 2025 yang disetujui oleh pemerintahan Oyun-Erdene perlu dikurangi sebesar 640 juta dolar AS.[14] Anggaran pemerintah tahun 2025 menjadi salah satu anggaran termahal yang pernah disetujui oleh Khural Agung Negara dalam sejarah modern Mongolia. Presiden Khürelsükh memveto anggaran 2025 pada November 2024 dan mendesak parlemen untuk menyetujui anggaran tanpa defisit. Pemerintah segera menjadi tidak populer di kalangan masyarakat pada paruh pertama tahun tersebut karena defisit fiskal, yang pada akhirnya memunculkan desakan mundur Oyun-Erdene. Penghematan anggaran menjadi perhatian utama pemerintahan Zandanshatar.[13][15]

Zandanshatar mengklaim bahwa pemerintahnya memangkas anggaran sebesar ₮2,3 triliun tugrik Mongolia pada bulan Juli, yang disebut-sebut berhasil mengubah defisit menjadi surplus.[16] Cadangan devisa mencapai 5,7 miliar dolar AS dan pertumbuhan PDB meningkat dari 2,4% menjadi 5,6%. Namun, pertumbuhan ini lebih banyak disebabkan oleh meningkatnya ekspor tembaga Mongolia, yang menyumbang 37,6% dari total ekspor selama delapan bulan pertama tahun 2025.[17][18]

Kekacauan partai dan pengunduran diri

[sunting | sunting sumber]

Ketegangan antara faksi-faksi internal dalam Partai Rakyat Mongolia yang berkuasa mulai muncul pada awal tahun 2025 setelah pengunduran diri Oyun-Erdene. Faksi reformis Oyun-Erdene, yang mencakup Ketua Khural Agung Negara Dashzegviin Amarbayasgalan, mendorong pembentukan dana kekayaan negara dan pengurangan ketergantungan pada utang serta ekonomi berbasis komoditas, yang pada gilirannya memicu penentangan dari kepentingan bisnis berpengaruh.[19] Mayoritas anggota Partai Rakyat Mongolia berpihak melawan Oyun-Erdene, termasuk Presiden Khürelsükh. Zandanshatar, seorang konservatif dengan hubungan erat dengan kalangan elit pertambangan Mongolia, dinominasikan oleh Khürelsükh untuk menggantikan Oyun-Erdene sebagai perdana menteri berikutnya.[20]

Pada 27–28 September, selama sesi kedelapan Partai Rakyat Mongolia, muncul perselisihan faksional, perbedaan ideologis, dan kesenjangan generasi antara Zandanshatar dan Ketua Parlemen Amarbayasgalan. Dalam pemilihan ketua partai, baik Zandanshatar maupun Amarbayasgalan tidak mencapai mayoritas dua pertiga yang disyaratkan, masing-masing memperoleh 56,1% dan 44% suara. Zandanshatar dan para sekutunya memboikot putaran kedua, di mana Amarbayasgalan memenangkan 257 dari 321 suara. Berdasarkan aturan Partai Rakyat Mongolia, ketua partai akan menjadi perdana menteri; dengan demikian, pengesahan pemilihan Amarbayasgalan oleh Mahkamah Agung mengancam masa jabatan Zandanshatar.[20] Untuk mempertahankan jabatannya sebagai Perdana Menteri, Zandanshatar mengusulkan pembentukan kepemimpinan ganda, tetapi Amarbayasgalan menolak dan mengecamnya sebagai “tidak demokratis”.[21][22]

Zandanshatar menuduh Amarbayasgalan terlibat dalam skandal pencurian batu bara dan menunjuk Battumuriin Enkhbayar sebagai Menteri Kehakiman dan Urusan Dalam Negeri untuk menyelidiki Amarbayasgalan.[23] Setelah itu, partai mencabut keanggotaan Enkhbayar. Dalam kekacauan yang terjadi, tujuh anggota parlemen Partai Rakyat Mongolia mengancam akan keluar dari partai jika keputusan tersebut tidak dibatalkan.[24]

Bersama Ketua Parlemen Amarbayasgalan, Zandanshatar mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri, setelah parlemen melakukan pemungutan suara mosi percaya pada 17 Oktober 2025, dengan 40 suara mendukung dan 71 menolaknya. Masa jabatannya berlangsung selama 125 hari, menjadikannya perdana menteri dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah modern Mongolia. Ia akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara hingga penggantinya dipilih oleh Presiden dan Khural Agung Negara dalam waktu 30 hari.[25]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Weekly, Mongolia (2025-06-12). "Mongolia's Parliament Appoints Zandanshatar as New Prime Minister". Mongolia Weekly (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-06-12.
  2. Lucy Hornby, "Mongolia: Living from loan to loan", Opinion, Financial Times, September 12, 2016.
  3. 1 2 "Zandanshatar Gombojav", Center on Democracy, Development, and the Rule of Law, Stanford University, retrieved July 31, 2017.
  4. "Гадаад харилцааны сайд". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-16. Diakses tanggal 2017-07-31.
  5. "Gombojav ZANDANSHATAR". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-27. Diakses tanggal 2017-07-31.
  6. 1 2 3 Ministry of Foreign Affairs.
  7. 1 2 Permanent representative to the United Nations.
  8. 1 2 State Great Khural.
  9. Bodeen 2025.
  10. Mongolia gets a new prime minister who pledged to address the economic demands of protesters 2025.
  11. "Монгол Улсын Ерөнхий сайд Г.Занданшатар Засгийн газрын гишүүдээ томиллоо". mongolia.gov.mn (dalam bahasa Mongolia). 2025-06-18. Diakses tanggal 2025-08-22.
  12. "Unraveling Mongolia's Prime Minister Resignation Protests". thediplomat.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.
  13. 1 2 Weekly, Mongolia (2025-06-25). "Can Mongolia's Budget Austerity Push Break the Cycle?". Mongolia Weekly (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.
  14. "Mongolia gets a new prime minister who pledged to address the economic demands of protesters". Associated Press. 2025-06-13. Diakses tanggal 2025-10-17.
  15. "Government Discusses Amendments to State Budget at Its First Session". MONTSAME News Agency (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.
  16. "ТБХ: Монгол Улсын 2025 оны төсвийн тодотголын төслүүдийн хоёр дахь хэлэлцүүлгийг хийлээ". parliament.mn. 2025-07-02. Diakses tanggal 2025-10-17.
  17. "PM's 100 Days: Facts or Fiction". insidemongolia.mn (dalam bahasa Inggris). 2025-09-29. Diakses tanggal 2025-10-17.
  18. Adiya, Amar (2025-10-01). "The First 100 Days of Zandanomics: How Prime Minister Zandanshatar Is Managing Mongolia's Economy". Mongolia Weekly (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-17.
  19. Wintour, Patrick (27 May 2025). "Mongolia PM expected to call vote of confidence in the face of protests". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 28 May 2025.
  20. 1 2 "Mongolia's 2025 Political Earthquake". thediplomat.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-17.
  21. "Д.Амарбаясгалан: Г.Занданшатар дарга намаа хос удирдлагатай болгох санал тавьсан". eagle.mn (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-17.
  22. Adiya, Amar (2025-09-29). "Mongolian Parliament Speaker Amarbayasgalan Takes Ruling Party Leadership Amid Turmoil". Mongolia Weekly. Diakses tanggal 2025-10-17.
  23. Adiya, Amar (2025-10-07). "Mongolia's Political Crisis Deepens as Ruling Party Infighting Stalls Economic Reforms". Mongolia Weekly. Diakses tanggal 2025-10-17.
  24. Н, Эрхбаяр (2025-10-02). ""Б.Энхбаяр гишүүнийг МАН-аас хөөсөн шийдвэрээ эргэж харахгүй бол УИХ-ын гишүүд намаасаа гарна" гэв". Ikon.mn (dalam bahasa Mongolia). Diakses tanggal 2025-10-17.
  25. "Mongolian prime minister steps down after four months". Reuters. 2025-10-17. Diakses tanggal 2025-10-17.

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]