Golongan darah resus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Golongan darah berdasarkan sistem resus adalah penggolongan darah yang terinspirasi dari primata Rhesus macaque (Macaca mulatta).[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Penemu sistem golongan darah resus adalah Karl Landsteiner pada tahun 1939.[1] Penemuan ini berlangsung setelah ia menemukan sistem golongan darah ABO pada awal tahun 1900-an.[1] Hewan primata ini juga dikenal sebagai kera India.[2] Dalam penelitiannya, Karl Landsteiner dibantu oleh A.S. Weiner.[2]

Konsep[sunting | sunting sumber]

Sistem penggolongan darah ini didasarkan atas ada atau tidaknya aglutinogen (senyawa yang menjadi faktor penggumpalan darah) resus di dalam darah.[1] Pada sistem resus (rh) apabila orang tersebut memiliki aglutinogen resus maka orang tersebut termasuk dalam golongan resus positif (rh+).[1] Namun apabila orang tersebut tidak memiliki aglutinogen resus, maka orang tersebut termasuk dalam golongan resus negatif (rh-).[1] Sistem penggolongan darah ini berguna untuk membantu transfusi darah.[1] Jika dilakukan transfusi darah dari orang yang bergolongan darah resus positif kepada orang yang bergolongan darah resus negatif, maka akan terjadi rangsangan untuk pembentukan antibodi Rh.[2] Bila resipien mendapatkan transfusi darah lagi dengan golongan resus positif, maka akan terjadi hemaglutinasi (penggumpalan darah) yang berakibat pada kematian.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2007. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Jakarta : Grafindo Media Pratama.
  2. ^ a b c d Susilowarno G, et al.. 2007. Biologi SMA untuk kelas XII. Jakarta : Grasindo.