Glyptemys
| Glyptemys | |
|---|---|
| Glyptemys muhlenbergii | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Reptilia |
| Ordo: | Testudines |
| Subordo: | Cryptodira |
| Superfamili: | Testudinoidea |
| Famili: | Emydidae |
| Subfamili: | Emydinae |
| Genus: | Glyptemys Agassiz, 1857 |
| Spesies | |
Glyptemys adalah genus kura-kura dalam famili Emydidae. Genus ini terdiri atas dua spesies, yaitu kura-kura rawa dan kura-kura kayu, yang keduanya endemik di Amerika Utara. Hingga tahun 2001, kedua spesies ini dianggap termasuk dalam genus Clemmys, yang kini hanya memiliki satu anggota, yaitu kura-kura tutul.
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Klasifikasi taksonomi kura-kura dalam famili Emydidae telah mengalami banyak perubahan, dan terdapat berbagai pandangan mengenai bagaimana genus dan spesies di dalamnya seharusnya diatur.[2]
Sebelum tahun 2001, kura-kura rawa dan kura-kura kayu termasuk dalam genus Clemmys, namun kemudian dipindahkan ke genus baru, Glyptemys, setelah analisis morfologis dan genetik lebih lanjut menunjukkan bahwa keduanya memiliki kekerabatan yang jauh lebih dekat satu sama lain dibandingkan dengan kura-kura tutul, yang kini menjadi satu-satunya anggota genus Clemmys.[3] Kura-kura rawa dan kura-kura kayu memiliki susunan genetik yang mirip, dengan perbedaan kecil jika dibandingkan dengan kura-kura tutul.[4]
Kura-kura kolam barat sebelumnya juga termasuk dalam genus Clemmys, tetapi baru-baru ini dipindahkan ke genus Actinemys, di mana ia menjadi satu-satunya anggota.[5] Kedua spesies dalam genus Glyptemys memiliki kariotipe dengan 50 kromosom.[6][7]
Kura-kura rawa dikenal dengan berbagai nama umum, seperti kura-kura lumpur, kura-kura rawa, kepala kuning, dan snapper,[8] sementara kura-kura kayu kadang disebut sebagai kura-kura berukir, kura-kura kaki merah, atau redleg.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Ernst & Lovich 2009, hlm. 265.
- ↑ Bickham et al. 2007, hlm. 82.
- 1 2 Bowen & Gillingham 2004, hlm. 5.
- ↑ Ernst & Lovich 2009, hlm. 262.
- ↑ Bickham et al. 2007, hlm. 74.
- ↑ Ernst & Lovich 2009, hlm. 251.
- ↑ Ernst & Lovich 2009, hlm. 269.
- ↑ Bloomer 2004, hlm. 1–2.
Bibliografi
[sunting | sunting sumber]- Bickham, John; Parham, James; Philippen, Hans-Dieter; Rhodin, Andres; Shaffer, Bradley; Spinks, Phillip; Van Dijk, Peter Paul (2007). "Turtle Taxonomy: Methodology, Recommendations, and Guidelines" (PDF). Chelonian Research Monographs: 73–84. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-06-10. Diakses tanggal 2010-11-27.
- Bloomer, Tom J. (2004) [1970]. The Bog Turtle, Glyptemys muhlenbergii... A Natural History (PDF). Gainesville, Florida: LongWing Press. OCLC 57994322. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-07-16. Diakses tanggal 2008-12-17.
- Bowen, Kenneth; Gillingham, James C. (2004). "R9 Species Conservation Assessment for Wood Turtle – Glyptemys insculpta (LeConte, 1830)" (PDF). Diakses tanggal 2010-05-12.
- Ernst, C. H.; Lovich, J. E. (2009). "Glyptemys Agassiz, 1857: Sculpted Turtles". Turtles of the United States and Canada (Edisi 2nd). JHU Press. hlm. 250–271. ISBN 978-0-8018-9121-2.
- Shiels, Andrew L. (2007). "Bog Turtles Slipping Away" (PDF). Pennsylvania Angler & Boater. Pennsylvania Fish and Boat Commission. hlm. 23–26. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-09-28. Diakses tanggal 2010-05-29.
- Walton, Elizabeth M. (2006). "II. Literature Review". Using Remote Sensing and Geographical Information Science to Predict and Delineate Critical Habitat for the Bog Turtle, Glyptemys muhlenbergii (PDF) (M.A. thesis). University of North Carolina at Greensboro. hlm. 5–32. Diakses tanggal 2010-04-09.