Lompat ke isi

Gloydius blomhoffii

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Gloydius blomhoffii
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Viperidae
Genus: Gloydius
Spesies:
G. blomhoffii
Nama binomial
Gloydius blomhoffii
(H. Boie, 1826)
Sinonim
  • Trigonocephalus Blomhoffii
    H. Boie, 1826
  • Trigonocephalus [(Halys)] affinis
    Gray, 1849
  • Trigonocephalus [(Halys)] Blomhoffii
    — Gray, 1849
  • T[rigonocephalus]. Blomhoffii var. megaspilus
    Cope, 1860
  • Halys blomhoffii
    W. Peters, 1862
  • T[rigonocephalus]. blomhoffii
    Jan, 1963
  • Ancistrodon blomhoffii
    Boulenger, 1896
  • Agkistrodon blomhoffii ? affinis
    Stejneger, 1907
  • Ancistrodon halys blomhoffii
    — Ross Smith, 2019
  • Agkistrodon blomhoffii blomhoffii
    Sternfeld, 1916
  • A[ncistrodon]. blomhoffii blomhoffii
    F. Werner, 1922
  • Agkistrodon blomhoffii affinis
    — F. Werner, 1922
  • Ankistrodon halys blomhoffii
    — Pavloff, 1926
  • Agkistrodon halys blomhoffii
    — Mell, 1929
  • Agkistrodon halys affinis
    — Mell, 1929
  • Gloydius blomhoffii blomhoffii
    Hoge & Romano-Hoge, 1981
  • Agkistrodon affinis
    Gloyd & Conant, 1990[2]

Gloydius blomhoffii atau umumnya dalam bahasa Jepang dikenal sebagai mamushi, adalah jenis ular berbisa yang hidup di Jepang.[3][4] Dahulu spesies ini dianggap memiliki empat subspesies, tetapi kini diklasifikasikan sebagai satu jenis saja atau monotipik.[5]

Bersama dengan yamakagashi (Rhabdophis tigrinus) dan habu okinawa (Protobothrops flavoviridis), ular ini termasuk dalam tiga ular paling beracun di Jepang.[6] Setiap tahun, terdapat sekitar 2.000 hingga 3.000 kasus gigitan ular ini di negara tersebut. Korban gigitan biasanya dirawat di rumah sakit selama sekitar satu minggu, sementara kasus yang lebih parah memerlukan perawatan intensif, dan rata-rata sekitar sepuluh orang meninggal setiap tahunnya akibat gigitan ular ini.[7]

Deskripsi

[sunting | sunting sumber]

Ular dewasa dari spesies ini umumnya memiliki panjang antara 45 hingga 81 cm, dengan catatan panjang maksimum mencapai sekitar 91 cm. Pola tubuhnya menampilkan warna dasar abu-abu muda, coklat kemerahan, atau coklat kekuningan, dihiasi dengan deretan bercak samping berbentuk tidak beraturan. Bercak-bercak tersebut memiliki tepi hitam dan bagian tengah yang lebih terang. Kepala ular ini berwarna coklat tua hingga hitam, sementara bagian sisinya cenderung berwarna krem atau abu-abu pucat.[3]

Taksonomi dan penamaan

[sunting | sunting sumber]

Spesies ini memiliki kemiripan dengan ular kepala tembaga dan mulut kapas (Agkistrodon sp.) yang berasal dari Amerika, dan dulu sering dianggap termasuk dalam kelompok yang sama.[2] Nama ilmiahnya, blomhoffii, diberikan untuk menghormati Jan Cock Blomhoff, direktur koloni dagang Belanda di Nagasaki, Jepang, yang menjabat antara tahun 1817 hingga 1824.[8]

Dalam bahasa Inggris, ular ini dikenal sebagai mamushi atau Japanese mamushi. Dalam bahasa Jepang, namanya juga mamushi (蝮). Di Korea, disebut salmusa (살무사) atau salmosa (살모사), sedangkan di Tiongkok dikenal sebagai ular Qichun (七寸子) atau disebut juga ular tanah atau ular berbisa (土巴蛇、土蝮蛇、土夫蛇、土公蛇).[4]

Persebaran

[sunting | sunting sumber]

Spesies ini tersebar di wilayah Jepang. Berdasarkan laporan Gloyd dan Conant, tidak ada bukti yang mendukung keberadaannya di Kepulauan Ryukyu.[9] Lokasi tipe yang tercatat dari spesies ini adalah “Jepang”.[2] Ular ini dapat ditemukan di berbagai jenis habitat, seperti rawa, padang rumput, hutan terbuka, lereng berbatu, serta daerah pegunungan dengan singkapan batuan.[3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Kidera, N.; Ota, H. (2018). "Gloydius blomhoffii". 2018 e.T192065A2035458. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T192065A2035458.en. ;
  2. 1 2 3 McDiarmid RW, Campbell JA, Touré T (1999). Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, Volume 1. Washington, District of Columbia: Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).
  3. 1 2 3 Mehrtens JM (1987). Living Snakes of the World in Color. New York: Sterling Publishers. 480 pp. ISBN 0-8069-6460-X.
  4. 1 2 Gumprecht A, Tillack F, Orlov NL, Captain A, Ryabov S (2004). Asian Pitvipers. First Edition. Berlin: Geitje Books. 368 pp. ISBN 3-937975-00-4.
  5. "Gloydius blomhoffii ". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 19 May 2007.
  6. Yoshimitsu, M (2005). "Animal and Snake Bites". Japanese Journal of Pediatric Surgery (dalam bahasa Japanese). 37 (2): 207–15. ISSN 0385-6313. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. Okamoto, Osamu; Oishi, Masaki; Hatano, Yutaka; Kai, Yoshitaka; Goto, Mizuki; Kato, Aiko; Shimizu, Fumiaki; Katagiri, Kazumoto; Fujiwara, Sakuhei (2009). "Severity factors of Mamushi (Agkistrodon blomhoffii) bite". The Journal of Dermatology. 36 (5): 277–83. doi:10.1111/j.1346-8138.2009.00638.x. PMID 19382998. S2CID 33668614.
  8. Beolens, Bo; Watkins, Michael; Grayson M (2011). The Eponym Dictionary of Reptiles. Baltimore: Johns Hopkins University Press. xiii + 296 pp. ISBN 978-1-4214-0135-5. (Gloydius blomhoffi, p. 28).
  9. Gloyd HK, Conant R (1990). Snakes of the Agkistrodon Complex: A Monographic Review. Society for the Study of Amphibians and Reptiles. 614 pp. 52 plates. LCCN 89-50342. ISBN 0-916984-20-6. (Agkistrodon blomhoffi complex, pp. 273-309).