Lompat ke isi

Global Sumud Flotilla

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Global Sumud Flotilla
  Negara yang ikut serta menurut daftar resmi GSF[1]
  Negara yang tak berada pada daftar partisipan resmi tetapi warga negara atau tokoh masyarakat dari negara mereka ikut serta dalam inisiatif tersebut[a]
  Negara yang dianggap ikut serta tetapi tak melakukannya[13]
SingkatanGSF
Tanggal pendirianJuli 2025; 7 bulan lalu (2025-07)
Pendiri
Jenis
  • Masyarakat sipil
  • Koalisi kemanusiaan
TujuanMendobrak blokade Gaza, mengirim bantuan kemanusiaan dan mendirikan koridor kemanusiaan pimpinan masyarakat
Wilayah layanan
Jalur Gaza, Kawasan Mediterania
Jumlah anggota
Lebih dari 15.000 partisipan terdaftar dari lebih dari 44 negara
Situs webglobalsumudflotilla.org

Global Sumud Flotilla (GSF; bahasa Arab: أسطول الصمود العالمي, translit. Usṭūl aṣ-Ṣumūd al-ʿĀlamī), terkadang disebut sebagai Global Freedom Flotilla[14][15] (bahasa Arab: أسطول الحرية العالمي, translit. Usṭūl al-Ḥurriyya al-ʿĀlamī), adalah sebuah inisiatif maritim pimpinan masyarakat sipil internasional yang diluncurkan pada pertengahan 2025, yang ditujukan untuk mendobrak blokade Israel di Jalur Gaza. Kegiatan tersebut mengambil nama dari ṣumūd, Arab untuk 'keteguhan' atau 'ketahanan'.[16] Inisiatif tersebut dibentuk pada Juli 2025, di tengah genosida Gaza, yang diorganisir oleh Freedom Flotilla Coalition, Global Movement to Gaza, Maghreb Sumud Flotilla, dan lainnya. Flotilla tersebut terdiri dari lebih dari 50 kapal dengan ribuan partisipan dari lebih dari 44 negara. Beberapa upaya untuk mendobrak blokade Israel telah berhasil sebelum 2010, tetapi sejak itu kapal-kapal disergap atau diserang oleh pasukan Israel, yang paling terkini pada Juni dan Juli, dengan kapal lainnya diserang oleh drones pada Mei 2025.

Pembentukan

[sunting | sunting sumber]

Gagasan daripada Gerakan GSF muncul setelah Flotilla yang diketuai oleh aktivis asal Brazil, Thiago Ávila ditangkap oleh pihak Israel. Selama empat hari ditawan oleh pasukan IDF, Thiago dan sebelas orang lainnya dari Sao Paulo, Brazil melakukan aksi mogok makan.[17] Setelah dapat bebas, beliau dengan beberapa aktivis lainnya berinisiatif untuk membentuk rombongan kapal yanh lebih besar. Pada bulan Juli 2025, terhimpun beberapa gerakan aktivis dan kemanusiaan seperti Freedom Flotilla Coalition, Gerakan Global ke Gaza, Flotila Sumud Maghreb dan Sumud Nusantara untuk membentuk suatu upaya maritim besar yang dapat saling diselaraskan.[18][19][20]

Konvoi maritim masyarakat sipil yang terdiri atas 50 buah kapal yang berlabuh di sekitar Laut Mediterrania. Terdapat 500 orang peserta dari 44 negara dan latar belakang yang beragam. Aktivis, doktor, artis bahkan pejabat dan dewan pemerintah negara. Di antara mereka yang terkenal adalah: Greta Thunberg, Thiago Ávila, Nadir Al-Nuri, Muhammad Husein Gaza, Muhammad Fatur Rahman, Rezamaisalamah, Susan Sarandon, Gustaf Skarsgård, Liam Cunningham dan Mandla Mandela.

Susunan formasi dan peserta GSF

[sunting | sunting sumber]
Bentuk dukungan para mahasiswa Sao Paulo kepada puluhan aktivis Brazil yang akan berangkat

Organisasi Gerakan Sumud Flotilla secara resmi mulai beroperasi pada bulan Juli 2025. GSF mengecam tindakan keji Israel dan perbuatan Genosidal yang dilakukan di Semenanjung Gaza dengan menghalau bahan pangan dan obat-obatan. Pada awal September, rombongan kapal yang bernama Emergency ikut bergabung ke dalam flotilla dengan membawa perlengkapan medis.

Komite pelayaran GSF antara lain Thiago Ávila, Kleoniki Alexopoulou, Melanie Schweizer, Karen Moynihan, Maria Elena Delia, Saif Abukeshek, Nadir Al-Nuri, Marouan Ben Guettaia. Jurubicara gerakan ini adalah Saif Abukeshek and Jeweher Chenna.

Dengan lebih dari 15.000 orang di 44 negara yang menyatakan dukungannya dan 500 aktivis yang ikut langsung berlayar, flotilla GSF adalah konvoi maritim atau mungkin dapat dikatakan sebuah armada masyarakat sipil terbesar dalam sejarah. Konvoi itu dipecah menjadi beberapa rombongan yang lebih kecil dan tersebar di titik-titik pelabuhan wilayah Mediterannia. Tujuan akhir dari setiap peserta konvoi besar itu adalah menembus blokade Gaza dan mengirimkan bantuan logistik. Anggota GSF yang terkenal di antaranya: Greta Thunberg, Samuel Leason, Rima Hassan, Yasemin Acar, Muhammad Husein Gaza, Muhammad Fathur Rahman, Rezamaisalah, Ada Colau, Robert Martin, Tony La Piccirella, Emma Fourreau, Adèle Haenel, Mandla Mandela, Tadhg Hickey, Cele Fierro, Sofia Aparício, Zainal Rashid Ahmad, Mikako Yasumura dan Omar al-Hassi.

Gerakan GSF mengecam tindakan ilegal Israel memblokade wilayah darat dan laut Palestina, tidak menghargai kedaulatan negara Palestina yang merdeka dan mengganggu bahkan membunuh warga Palestina dalam sekedar bertani atau mencari ikan di lautan. GSF mengajak dengan aksi damai kepada komunitas internasional untuk menghentikan kejahatan-kejahatan dan kekejaman-kekejaman yang dilakukan oleh Israel.

Keberangkatan peserta

[sunting | sunting sumber]

Flotilla direncanakan untuk berlayar dari Agustus hingga September 2025, dengan konvoi tersendiri yang akan berangkat dari Kota Genoa pada 30 Agustus dan Barcelona sehari setelahnya. Kota Tunis serta Catania akan berangkat pada 7 September. Armada gabungan dengan nama Flotilla Sumud Nusantara yang terdiri dari Indonesia, Malaysia dan Brunei mulai berangkat pada 23 Agustus 2025. Sebenarnya aktivis India juga ikut bergabung ke dalam Sumud Nusantara dan mereka menunggu penjemputan di Kalkutta, tetapi tiba-tiba mereka mengundurkan diri.

Pelayaran konvoi

[sunting | sunting sumber]
Rute rencana konvoi bagi kelompok-kelompok Global Sumud Flotilla

Greta Thunberg berangkat mengikuti konvoi dari Spanyol di Barcelona, pelayaran mereka sempat ditunda karena keadaan cuaca buruk dengan angin kencang sekitar 56 km/h (35 mph).[21][22][23] Kapal-kapal itu baru dapat berlayar semula pada sore hari 1 September.[24] Pada malam pertamanya, konvoi itu telah berlayar sejauh 92,6 km (57,5 mi) dari Barcelona, menuju ke pesisir selatan Spanyol.[25] Kira-kira satu hari setelah berlayar, para anggota flottila dikejutkan dengan kehadiran drone jelajah dari negara tidak diketahui yang terus mengikuti mereka di wilayah perairan internasional.[26] Beberapa buah kapal telah berhenti di Minorca dan Mallorca pada pagi 3 September untuk membaiki masalah mesin, sebanyak lima buah kapal kembali ke Barcelona karena keadaan cuaca.[27][28] Pada tanggal yang sama, dua buah kapal dilaporkan masih berada di pelabuhan Barcelona serta tidak pernah meninggalkan pelabuhan itu dengan masalah mesin yang serupa dengan kapal yang berhenti di Menorca dan Mallorca.

Selain masalah mesin dan cuaca, banyak dari peserta konvoi Spanyol yang tidak familiar dengan lautan. Mereka mengalami mabuk laut dan muntah, beberapa kapal mengalami kebocoran air, masalah listrik dan lainnya.[28] Komite GSF Thiago Avila dari Kapal Alma mengumumkan bahwa pada 5 September, konvoi Spanyol akan dibagi menjadi dua kelompok. Satu akan terus menuju ke Tunis, manakala yang lain akan menunggu di Menorca untuk kapal-kapal yang masih mau bergabung bersama mereka di Barcelona.[29]

Menjelang 1 September 2025, Konvoi Italia dari Genoa akan berangkat pada 30 Agustus. Italia mengirimkan tiga kelompok utama: Ligurian, Sicillian dan San Apulia yang terdiri hampir 30 kapal. Pelayaran dari Genoa berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Dilaporkan empat anggota dewan Italia bergabung ke dalam iring-iringan konvoi. Mereka adalah Arturo Scotto, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Italia dan petinggi Partai Article One, Annalisa Corrado, Marco Croatti dan Benedetta Scuderi. Mereka berlayar ke Catania dan dari sana organisasi Emergency akan mengirimkan timnya untuk bergabung dan membawa obat-obatan. Mereka tiba di Sicily dan berlabuh di bandar pelabuhan Siracusa pada 3 September, sambil menunggu arahan dari Thiago Ávila.[30]

Sambutan masyarakat Sidi Bou Said di Tunisia

Pada 3 September 2025, kapal Tunisia pertama dari pelabuhan selatan Djerba dan Zarzis mulai bekumpul di pelabuhan Tunis. Seluruh konvoi mulai berlayar pada 7 September sembari menunggu kedatangan Sumud Nusantara yang sudah tiba dari Mesir. Mereka juga menunggu Maghreb Flotilla dari Aljazair dan Konvoi Omar Al-Mukhtar yang diketuai Omar al-Hassi, mantan Perdana Mentri dari Libya.[31] Pada 9 September, Kapal Familia da Madeira dan Alma dari Spanyol/Portugal yang telah berlabuh di Tunis tiba-tiba mendapat serangan bom api oleh drone tidak dikenal. Banyak dari aktivis GSF percaya bahwa serangan itu ditujukan untuk melumpuhkan gerakan dengan menciderai atau membunuh Thiago Ávila yang sedang berada di dalam dek.[32]

Pihak dari pemerintah Tunisia mengatakan bahwa pernyataan GSF terlalu mengada-ada. Tidak ada drone yang terlihat sejak tadi. Mereka mengatakan bahwa kobaran api berasal dari puntung rokok peserta GSF sendiri.[33]

Negara lainnya

[sunting | sunting sumber]

Pada 11 September, kelompok aktivis Mesir mengatakan bahwa mereka ingin ikut bergabung ke dalam Maghreb Flotilla dan menunggu izin dari pemerintah Mesir untuk berangkat. Konvoi dari Mesir tidak mendapatkan izin dan pada 30 September, dua anggota mereka ditangkap Kepolisian Mesir.

Berlayarnya Kapal Mikeno

[sunting | sunting sumber]
Jarak antara kapal-kapal GSF dengan pesisir Gaza

Pada 30 September 2025, setibanya flotilla tiba di laut internasional, di dekat perairan Libya, Armada Italia yang mengawal mereka menarik pasukan setelah sampai pada jarak 150 mil nautikal. Armada Spanyol juga melakukan hal yang sama pada tengah malam keesokan harinya. Tanpa pengawalan dari Armada Laut, para peserta GSF memutuskan untuk tetap berusaha untuk mendobrak blokade Israel. Kapal Alma, Sirius dan kapal-kapal lainnya dihalau oleh angkatan laut Israel di wilayah perairan Internasional, dekat dengan wilayah Mesir.

Mendengar penangkapan Alma, kapal Mikeno yang berada paling depan mulai mempercepat mesin. Muhammad Küçüktigin, selaku Nakhoda dari Turki mematikan seluruh alat komunikasi awak kapal dan berusaha untuk mendaratkan kapalnya di tepian. Akan tetapi ketika telah berhasil memasuki teritori perairan Palestina, Mikeno dihalau oleh kapal perang Israel.[34] Hamas sebagai representif dari pemerintah Palestina di Gaza mengecam penangkapan kapal Mikeno yang dilakukan oleh Israel. Hal itu adalah bukti bahwa IDF Israel tidak lebih adalah kelompok perompak, penjahat dan pembunuh berantai yang tidak mau mengerti dan tidak mau peduli apa itu hukum internasional. Zona Laut Teritorrial adalah 12 kilometer dari tepi pantai.[35]

Penahanan peserta GSF

[sunting | sunting sumber]

Pada 3 Oktober, kapal terakhir GSF yaitu Marinette (dengan bendera Polandia) ditahan oleh sebuah kapal perang Israel di lautan internasional, kira-kira 43-60 nautikal dari perairan Gaza[36][37][38] dan Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan tidak ada satu pun kapal GSF yang mampu mendobrak blokade tentara laut mereka.[39] Semua tahanan daripada GSF dibawa ke Penjara Ketziot, selatan Israel.[40]

  1. Diatribusikan pada berbagai sumber:[2][3][4][5][6][7][8][9][10][11][12]

Lihat juga

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Delegations from across the world". Global Sumud Flotilla. Diakses tanggal 2 September 2025.
  2. "Flotilla of Hope: Mauritania Joins Maghreb Mission to Break Gaza Siege". Safa News Agency. 23 July 2025. Diakses tanggal 2 September 2025.
  3. "Sarajevan Boris Vitlacil joins Global Sumud Flotilla heading to Gaza". N1 Sarajevo. 31 August 2025. Diakses tanggal 2 September 2025.
  4. Gerdžiūnas, Benas (2 September 2025). "Lithuanian joins Greta Thunberg on Gaza flotilla: we want to open a humanitarian corridor". lrt.lt. LRT. Diakses tanggal 2 September 2025.
  5. D'Atri, Darío (31 August 2025). "Jorge González, el único capitán argentino de la Global Sumud Flotilla que intenta llegar a Gaza con ayuda humanitaria" [Jorge González, the only Argentine captain of the Global Sumud Flotilla trying to reach Gaza with humanitarian aid.]. Clarín (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal 2 September 2025.
  6. Aben, Ellie; Lai, Sheany Yasuko (2025-08-23). "Asian activists ready to set sail with largest-ever Gaza aid flotilla". Arab News. Diakses tanggal 2025-09-02.
  7. "Sumud Nusantara". Sumud Nusantara. Diakses tanggal 2025-09-02.
  8. "Une flottille internationale quitte Barcelone pour soutenir Gaza, Greta Thunberg à bord" [An international flottilla leaves Barcelona to support Gaza, Greta Thunberg on board]. Euronews (dalam bahasa Prancis). 2025-08-31. Diakses tanggal 2025-09-01.
  9. "Libyan ship Omar Al-Mukhtar to join Global Sumud Flotilla to break Gaza blockade". Middle East Eye. 2025-09-05. Diakses tanggal 2025-09-06.
  10. Fierro, Cele; Bean, Anderson; Bean, Brian (2025-09-02). "On the Flotilla to Gaza". Tempest. Diakses tanggal 2025-09-06.
  11. "'Global Sumud Flotilla': la più grande flotta civile diretta a Gaza sta per salpare, sostenuta da 44 Paesi e centinaia di volti noti" ["Global Sumud Flotilla": the largest civilian flotilla heading to Gaza is about to set sail, supported by 44 countries and hundreds of celebrities]. Italia che cambia (dalam bahasa Italia). 2025-08-26. Diakses tanggal 2025-09-06.
  12. BM, David (2025-08-20). "Global Sumud Flotilla: Euskal Herria se embarca en la misión internacional por Palestina" [Global Sumud Flotilla: Euskal Herria embarks on the international mission for Palestine]. Ecuador Etxea (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal 2025-09-06.
  13. Jain, Nikita (August 31, 2025). "Global Sumud Flotilla Departs from Barcelona to Gaza, to join Tunisia convoy on Sep 4". Maktoob. Diakses tanggal August 31, 2025.
  14. "Global Freedom Flotilla: Gaza-bound Flotilla Reaches Tunisia En-route to Break Israeli siege". The Palestine Chronicle. 2025-09-08. Diakses tanggal 2025-09-09.
  15. "Gulf ship to join aid flotilla against Israel's Gaza blockade". The New Arab. 2025-09-01. Diakses tanggal 2025-09-09.
  16. Thunberg, Greta [@gretathunberg] (10 August 2025). "The Global Sumud Flotilla". Diakses tanggal 10 August 2025 via Instagram.
  17. "This activist spent 4 gruelling days in Israeli custody, but says he'll try again to bring aid to Gaza". CBC News.
  18. "Largest civilian flotilla to challenge 'Israeli' Gaza blockade in late August". Roya News. 8 Ogos 2025. Diakses tanggal 10 Ogos 2025.
  19. "Massive civilian flotilla set to sail for Gaza to break Israeli siege". Radio Havana Cuba. 9 Ogos 2025. Diakses tanggal 10 Ogos 2025 via Radio Rebelde.
  20. "Massive civilian flotilla set to sail for Gaza late August to break Israeli siege". Middle East Monitor. 4 Ogos 2025. Diakses tanggal 10 Ogos 2025.
  21. "Aid flotilla heading to Gaza returns to Barcelona due to stormy weather" (dalam bahasa Inggris). Reuters. 2025-09-01. Diakses tanggal 2025-09-01.
  22. "Gaza flotilla with Greta Thunberg on board returns to Barcelona due to stormy weather". Ynetnews (dalam bahasa Inggris). 2025-09-01. Diakses tanggal 2025-09-01.
  23. "Aid floatilla destined for Gaza turns back to Barcelona due to bad weather" (dalam bahasa Inggris). Catalan News Agency. 2025-09-01. Diakses tanggal 2025-09-01.
  24. @. https://www.instagram.com/ via Instagram. ; ; Missing or empty |user= (help); Missing or empty |postid= (help); Missing or empty |date= (help)
  25. Frantzman, Seth J. (2025-09-02). "Global Sumud Flotilla makes fifty miles in first night". The Jerusalem Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-03.
  26. "Unidentified drones spotted pursuing the Global Sumud Flotilla". Middle East Eye (dalam bahasa Inggris). 2025-09-02. Diakses tanggal 2025-09-03.
  27. "Gaza aid flotilla boats make technical stop in Balearic Islands" (dalam bahasa Inggris). Catalan News Agency. 2025-09-03. Diakses tanggal 2025-09-03.
  28. 1 2 De Barrón, Carlos (2025-09-03). "Rough seas once again prevent Global Sumud Flotilla from sailing to Gaza". El País English (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-03.
  29. Salhani, Justin; Speakman Cordall, Simon (2025-09-02). "LIVE: Italian parliamentarians to join Sumud Flotilla to Gaza". Al Jazeera English (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-04.
  30. "Global Sumud Flotilla, arrivate prime tre barche a Siracusa". Giornale di Brescia (dalam bahasa Italia). 2025-09-03. Diakses tanggal 2025-09-04.
  31. Salhani, Justin; Speakman Cordall, Simon (2025-09-02). "LIVE: Italian parliamentarians to join Sumud Flotilla to Gaza". Al Jazeera English (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-04.
  32. 0 (2025-10-03). "Netanyahu ordered drone attacks on Gaza-bound humanitarian aid boats off Tunisia, sources say - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-05.
  33. "Flotilla: 'Colpiti da sospetto drone'. Ma la Tunisia smentisce". Quotidiano Nazionale (dalam bahasa Italia). 2025-09-09. Diakses tanggal 2025-10-05.
  34. "Berpisah dari Armada Global Sumud, Kapal Mikeno berhasil masuk ke perairan Gaza". www.aa.com.tr. Diakses tanggal 2025-10-05.
  35. "Hamas kecam pemintasan flotila Sumud oleh Israel". Astro Awani (dalam bahasa Melayu). 2025-10-01. Diakses tanggal 2025-10-05.
  36. Azman, Aqilah (2025-10-03). "Marinette, kapal terakhir Global Sumud Flotilla dipintas dan ditawan oleh Israel". Air Times News Network (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2025-10-04.
  37. HAT, ZULHILMI (2025-10-03). "Misi Global Sumud Flotilla: Semua kapal dipintas Israel". Sinar Harian (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2025-10-04.
  38. "Israel serang kapal terakhir GSF di perairan antarabangsa". Sinar Harian (dalam bahasa Melayu). 2025-10-03. Diakses tanggal 2025-10-04. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  39. YAHYA, ROSKHOIRAH (2025-10-03). "Israel dakwa tiada satu kapal Global Sumud Flotilla berjaya lepasi sekatan". Sinar Harian (dalam bahasa Melayu). Diakses tanggal 2025-10-04.
  40. Hassan, Nuratikah Athilya (2025-10-03). "Sukarelawan Global Sumud Flotilla dijangka dipindahkan ke penjara Ketziot". Berita Harian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-04.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]