Glauconycteris variegata
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Glauconycteris variegata | |
|---|---|
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 44800 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Mammalia |
| Ordo | Chiroptera |
| Famili | Vespertilionidae |
| Tribus | Vespertilionini |
| Genus | Glauconycteris |
| Spesies | Glauconycteris variegata Tomes, 1875 |
Kelelawar kupu-kupu variegata (Glauconycteris variegata) adalah spesies kelelawar dari famili Vespertilionidae.[1] Spesies ini kadang juga disebut kelelawar bersayap daun atau cukup disebut kelelawar kupu-kupu. Saat ini tidak berstatus terancam punah, tetapi mungkin terancam oleh hilangnya habitat di beberapa bagian wilayah persebarannya.[2]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Kelelawar kupu-kupu variegata berukuran relatif kecil, dengan panjang tubuh rata-rata 10 cm dan ekor sepanjang 4,7 cm, serta berat sekitar 11 gram. Betina sedikit lebih besar daripada jantan, dengan rentang sayap rata-rata 32 cm, sedangkan jantan umumnya memiliki rentang sayap sekitar 31 cm.[3]
Tubuhnya ditutupi bulu panjang dan halus dengan warna yang sangat bervariasi, meskipun biasanya kuning pucat atau abu-abu muda, dan tidak memiliki pola mencolok seperti beberapa spesies lain yang berkerabat dekat. Bulu bagian bawah tubuh berwarna putih atau abu-abu sangat pucat, dan bulu pada wajah serta telinganya berwarna cokelat. Selaput sayap memiliki sedikit rambut dan menampilkan pola tulang-tulang vena berwarna gelap menyerupai jaring, yang menjadi asal nama umum spesies ini.[3]
Kepalanya membulat dengan moncong pendek dan memiliki lekukan dalam di antara lubang hidung. Bibir bawahnya besar dan tebal, sedangkan bibir atasnya tampak lebih sederhana tanpa lipatan-lipatan seperti pada beberapa spesies kelelawar lain. Telinganya relatif pendek dengan tragus yang kecil.[3]
Sayapnya panjang dan sempit, menunjukkan bahwa spesies ini lincah di udara namun tidak efisien untuk terbang dengan kecepatan tinggi. Kecepatan terbang saat mencari makan tercatat sekitar 4 meter per detik.[4]
Sebaran
[sunting | sunting sumber]Kelelawar kupu-kupu variegata ditemukan di berbagai habitat berhutan, sabana, dan semak belukar di selatan Gurun Sahara, pada ketinggian hingga 1.000 meter. Satwa ini hidup di suatu jalur sempit yang membentang dari Senegal di barat hingga Ethiopia selatan dan Somalia di timur, serta di sebagian besar wilayah Afrika selatan dan timur di luar hutan hujan tropis, sampai ke Namibia utara, Zimbabwe, dan Afrika Selatan.[2]
Perilaku
[sunting | sunting sumber]Kelelawar kupu-kupu variegata bersifat nokturnal dan pada siang hari beristirahat di pepohonan dalam kelompok kecil hingga sekitar sepuluh ekor. Berbeda dengan banyak kelelawar lainnya, mereka tidak membungkus tubuh dengan sayap saat beristirahat. Pada malam hari, mereka mencari serangga terbang, terutama ngengat,[5] di area terbuka, dekat permukaan tanah atau di atas air terbuka. Panggilan ultrasoniknya berbentuk modulasi frekuensi, menurun dari 70 menjadi 30 Hz.[4]
Musim berbiak berlangsung sekali setiap tahun, yaitu pada musim dingin. Waktu pastinya bervariasi di seluruh wilayah persebarannya, terutama bergantung pada garis lintang, mulai Desember di bagian utara hingga Agustus di bagian selatan. Seekor anak dilahirkan setelah masa kebuntingan sekitar tiga bulan dan disapih sebelum berusia dua bulan.[3]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Wilson, D. E.; Reeder, D. M., ed. (2005). "Glauconycteris variegata". Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3rd). Johns Hopkins University Press. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.
- 1 2 Monadjem, A.; Taylor, P.J.; Jacobs, D.; Cotterill, F.P.D. (2017). "Glauconycteris variegata". 2017 e.T44800A22069727. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-2.RLTS.T44800A22069727.en. ;
- 1 2 3 4 Rambaldini, D.A. (2010). "Glauconycteris variegata (Chiroptera: Vespertilionidae)". Mammalian Species. 42 (1): 251–258. doi:10.1644/870.1. [pranala nonaktif]
- 1 2 Obrist, M.; et al. (1989). "Roosting and echolocation behavior of the African bat, Chalinolobus variegatus". Journal of Mammalogy. 70 (4): 828–833. doi:10.2307/1381721. JSTOR 1381721.
- ↑ Fenton, M.B.; et al. (1977). "Activity patterns, habitat use, and prey selection by some African insectivorous bats". Biotropica. 9 (1): 73–85. Bibcode:1977Biotr...9...73F. doi:10.2307/2387662. JSTOR 2387662.