Giuseppe Fiorelli

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Giuseppe Fiorelli

Giuseppe Fiorelli (lahir di Napoli, Italia, 8 Juni 1823 – meninggal di Napoli, Italia, 28 Januari 1896 pada umur 72 tahun) adalah seorang arkeolog berkebangsaan Italia[1]. Nama Fiorelli dikenal berkat salah satu penemuannya terkait situs bersejarah kota Pompeii, dan menjadi pionir dalam melakukan penggalian untuk menemukan kembali situs bersejarah tersebut.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Fiorelli dilahirkan di Napoli pada tanggal 8 Juni 1823. Tidak banyak detail mengenai masa kecilnya, ia diketahui merupakan lulusan dari Universitas Napoli jurusan hukum pada usia 18 tahun dan kemudian memulai karier sebagai arkeolog dan mulai melakukan pencarian dengan mengerjakan proyek penggalian kota Pompeii pada tahun 1848 saat memasuki usia 24 tahun. Tetapi kemudian ia dipenjara untuk beberapa waktu karena pendekatan radikalnya terhadap arkeologi dan sikap nasionalisme yang kuat membuatnya sempat bermasalah dengan raja Napoli pada saat itu, Ferdinand II. Selama berstatus sebagai tahanan politik, ia menghasilkan karya berjudul History of Pompeian Antiques (1860-64) yang dibagi menjadi tiga edisi[2].

Pada tahun 1860, Victor Emmanuel II menggantikan raja Napoli sebelumnya, Ferdinand II yang akhirnya membuat Fiorelli dibebaskan. Tiga tahun kemudian, Raja Victor menunjuk Fiorelli untuk menangani penggalian di Pompeii. Lalu pada tahun 1864, Fiorelli diangkat pula menjadi salah satu profesor bidang arkeologi di Universitas Napoli. Selain itu, Fiorelli juga menjabat sebagai direktur Museum Arkeologi Nasional Napoli sejak 1863 dan menjabat sebagai direktur jendral dari Seni Kuno dan Seni Rupa Italia pada tahun 1875 hingga akhir hayatnya pada tahun 1896. Atas penunjukannya oleh Raja Victor, Fiorelli memimpin penggalian situs kota Pompeii di mana ia memperkenalkan sistem yang betul-betul baru untuk proyek ini[3].

Fiorelli memimpin proyek penggalian situs kota Pompeii dari tahun 1863 hingga 1875. Alih-alih menggali untuk menemukan jalan-jalan pada kota terlebih dahulu, agar dapat menggali untuk menemukan puing-puing bangunan dari lantai dasar, ia memberlakukan sistem untuk menemukan puing tersebut dari atas ke bawah, yang menurutnya merupakan cara yang lebih baik untuk melestarikan segala sesuatu yang ditemukan. Dengan cara ini, data yang dikumpulkan selama penggalian dapat digunakan untuk membantu pemulihan bangunan kuno dan interior yang ada di dalamnya, meskipun untuk lukisan dinding dan mosaik yang paling penting masih terus dilakukan pemulihan dan diangkut ke Napoli agar dapat diteliti lebih lanjut. Selain fokus pada penggalian, Fiorelli juga mempelajari topografi kota Pompeii dan membaginya ke dalam tiga sistem antara sistem "regiones", "insulae" dan "domus".

Fiorelli juga mengembangkan penggunaan plester gips untuk menciptakan bentuk tanaman dan tubuh manusia yang telah ditutupi oleh abu vulkanik, yang kemudian meninggalkan rongga berbentuk tanaman atau manusia dari abu tersebut setelah pembusukan. Hal ini dilakukan karena Pompeii terletak di kaki Gunung Vesuvius yang saat meletus pada masanya telah menghancurkan kota ini dan banyak korban yang tidak selamat karenanya. Fiorelli menyadari bahwa di mana orang-orang yang telah terkena abu (dalam ini terselimuti) dan meninggal, abunya telah mengeras dan tubuh yang terselimuti telah membusuk meninggalkan sebuah rongga. Fiorelli menuangkan plester paris ke dalam rongga ini yang kemudian memberikan replika plester pada saat-saat terakhir orang-orang yang meninggal. Ini adalah penemuan besar karena dapat memberikan informasi mengenai bagaimana kronologi orang tersebut tewas dalam letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M dan juga memberi informasi tentang apa pakaian yang dipakai oleh para masyarakat Romawi di Pompeii. Cara ini kemudian disebut "Proses Fiorelli" (Fiorelli's Process). Cara ini juga kemudian digunakan untuk mendapatkan gips plester dari daun jendela yang terbuat dari kayu, pintu dan perabotan, serta rongga akar untuk mengetahui jenis tanaman apa yang ditanam oleh masyarakat Romawi di kebun-kebun milik mereka[4]. Berkat penemuan Fiorelli tersebutlah, para arkeolog setelahnya mengikuti jejaknya dalam mengembangkan penggalian situs kota Pompeii setelahnya. Michele Ruggiero, Giulio De Petra, Ettore Pais dan Antonio Sogliano, adalah nama-nama yang melanjutkan usaha Fiorelli pada tahun-tahun berikutnya, dan selama 20 tahun terakhir hingga abad ini mulai dapat memulihkan atap rumah dengan kayu dan ubin untuk melindungi dinding yang tersisa, termasuk lukisan dan ukiran mosaik yang terdapat di dalamnya.

Fiorelli meninggal dunia pada tanggal 28 Januari 1896 di Napoli; di mana penyebab meninggalnya sang arkeolog belum diketahui hingga saat ini.

Karya[sunting | sunting sumber]

  • "Osservazioni sopra talune monete rare di città greche",
  • Monete inedite dell'Italia antica, Napoli 1845, 22, n.9.
  • "Pompeianarum Antiquitatum Historia", la storia degli scavi di Pompei (1860 - 1864)
  • Catalogo del Museo Nazionale di Napoli: Medagliere, Vol. I, Monete Greche, Naples National Archaeological Museum, 1870
  • Catalogo del Museo Nazionale di Napoli: Collezione Santangelo. Napoli, 1866-67.
  • Descrizione di Pompei, 1875[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]