Ini adalah artikel bagus. Klik untuk informasi lebih lanjut.

Gianluigi Buffon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Gianluigi Buffon
Gianluigi Buffon (31784615942) (cropped).jpg
Buffon bersama Juventus pada tahun 2016
Informasi pribadi
Nama lengkapGianluigi Buffon[1]
Tanggal lahir28 Januari 1978 (umur 43)[1]
Tempat lahirCarrara, Italia
Tinggi192 cm (6 ft 4 in)[2]
Posisi bermainPenjaga gawang
Informasi klub
Klub saat iniParma
Nomor1
Karier junior
1991–1995Parma
Karier senior*
TahunTimTampil(Gol)
1995–2001Parma168(0)
2001–2018Juventus509(0)
2018–2019Paris Saint-Germain17(0)
2019–2021Juventus17(0)
2021–Parma4(0)
Tim nasional
1993–1994Italia U-163(0)
1995Italia U-173(0)
1994–1995Italia U-183(0)
1995–1997Italia U-2111(0)
1997Italia U-234(0)
1997–2018Italia176(0)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 19 September 2021.

Gianluigi Buffon Ufficiale OMRI (pengucapan bahasa Italia: [dʒanluˈiːdʒi bufˈfɔn, -ˈfon]; lahir 28 Januari 1978) adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Italia yang bermain sebagai penjaga gawang dan kapten klub Serie B, Parma. Ia secara luas dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terhebat sepanjang masa,[nb 1] dan oleh beberapa orang sebagai yang terhebat yang pernah ada.[nb 2] Ia adalah salah satu dari sedikit pemain yang tercatat telah membuat lebih dari 1.100 penampilan karier profesional.

Pada level klub, karier profesional Buffon dimulai ketika bermain dengan Parma pada tahun 1995, di mana ia melakukan debutnya di Serie A. Ia segera masuk ke starting line-up dan mendapatkan reputasi sebagai salah satu penjaga gawang muda paling menjanjikan di Italia, membantu Parma memenangkan Coppa Italia, Piala UEFA dan Supercoppa Italiana pada tahun 1999. Setelah bergabung dengan Juventus pada tahun 2001, di mana ia mencatatkan rekor transfer terbesar untuk penjaga gawang sebesar €52 juta pada saat itu, Buffon memenangkan gelar Serie A pada dua dua musim pertamanya di klub, dan membuktikan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Dalam periode pertamanya bermain di Juventus, ia memenangkan sembilan gelar Serie A,[nb 3] empat Coppa Italia, dan lima Supercoppa Italiana. Ia adalah penjaga gawang pertama yang memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Serie A, dan dinobatkan sebagai Penjaga Gawang Terbaik Serie A sebanyak dua belas kali. Setelah mencapai final Liga Champions UEFA 2015 dan 2017, ia dinobatkan sebagai salah satu pemain yang masuk dalam Skuat Terbaik Liga Champions pada kedua kesempatan tersebut, dan memenangkan penghargaan Penjaga Gawang Terbaik FIFA pada tahun 2017. Setelah 17 tahun bersama Juventus, Buffon menandatangani kontrak dengan klub Prancis, Paris Saint-Germain pada usia 40 tahun pada tahun 2018, ia dimainkan secara bergantian dengan Alphonse Areola; ia memenangkan gelar Trophée des Champions dan Ligue 1 dalam satu-satunya musim bersama tim itu, sebelum kembali ke Juventus pada tahun berikutnya. Selama musim 2019–2020, Buffon berperan sebagai cadangan dari Wojciech Szczęsny, tetapi masih berhasil memecahkan rekor penampilan terbanyak Paolo Maldini di Serie A dan rekor pemain dengan gelar Serie A terbanyak sebanyak sepuluh gelar bersama Juventus. Musim berikutnya, ia tetap menjadi cadangan, tetapi sering menjadi starter di Coppa Italia, di akhir musim ia memenangkan gelar Coppa keenamnya. Pada Juni 2021, ia kembali ke klub masa kecilnya Parma, yang terdegradasi ke Serie B pada musim itu.

Profil

Terlahir dari keluarga berlatar belakang olahraga[24][25] dengan ibu Maria Stella sebagai atlet lempar cakram dan ayahnya Adriano Buffon sebagai atlet angkat besi,[25] Buffon merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dua adik perempuannya yaitu Veronica dan Guendalina juga saat ini berprofesi sebagai atlet bola voli. Paman Buffon sendiri yaitu Angelo Masocco juga berprofesi sebagai atlet bola basket.[25] Salah satu penjaga gawang legendaris Italia yaitu Lorenzo Buffon juga masih ada hubungan darah dengan kakek Gianluigi Buffon.

Saat ini Buffon bertunangan dengan model Ceko Alena Šeredová.[26] Pasangan ini telah memiliki dua anak yaitu Louis Thomas (lahir 28 December 2007) dan David Lee (lahir 31 October 2009). Anak pertama Buffon dinamai "Thomas" dengan mengambil basis dari Thomas Nkono, yang merupakan penjaga gawang idola Buffon sewaktu masih kecil. Buffon berteman baik dengan beberapa pemain sepak bola di antaranya Alessandro Del Piero dan Pavel Nedved.

Karier klub

Karier junior dan awal di Parma

Buffon memulai kariernya melalui akademi sepak bola muda di klub AC Parma pada 1991 di usia 15 tahun. Dia kemudian lulus dari tim junior pada tahun 1995. Buffon lalu memulai debut Serie A saat Parma melawan AC Milan pada 19 November 1995, dan dalam pertandingan ini Parma berhasil menahan imbang Milan dengan skor 0-0. Buffon lantas diberikan kesempatan bermain lagi selama delapan kali, dan baru resmi menjadi penjaga gawang utama Parma pada 1996, saat itu dia ditangani oleh pelatih penjaga gawang legendaris Louie P. Selama kiprahnya di Parma, Buffon melahap lebih dari 200 pertandingan, dan pada musim keempatnya di 1998-1999, dia berhasil mengantar Parma menjadi juara Piala UEFA[27] serta Coppa Italia.

Musim 2000-01 merupakan musim terakhir Buffon di Parma. Saat itu gosip yang berkembang ia akan diambil oleh tim-tim besar dari luar Italia. Sementara di Italia dia juga sempat digosipkan akan dibeli oleh juara bertahan AS Roma. Namun kabar ini kemudian dibantah oleh pihak Roma dan mereka kemudian membeli Ivan Pelizzoli dari Atalanta. Buffon sendiri santai menanggapi gosip ini, dan ia berujar bahwa:

Klub asal Turin, Juventus kemudian bergerak cepat dengan membelinya satu paket bersama Lilian Thuram. Harga transfer Buffon sendiri saat itu adalah £32,6 juta yang sekaligus menobatkannya sebagai penjaga gawang termahal dunia.[29] Sebagai bagian dari transfernya, Juventus kemudian memberikan Jonathan Bachini untuk Parma.[30]

Juventus

2001–2004: Dominasi di bawah Lippi

Gianluigi Buffon menjadi salah satu pemain yang didatangkan Juventus di musim 2001-02 bersama rekan setimnya di Parma yaitu Lilian Thuram dan gelandang SS Lazio Pavel Nedved.[31] Juventus sendiri berhasil mendapatkan uang segar usai menjual bintang mereka Zinedine Zidane ke Real Madrid.[32][33] Juventus juga kemudian mendatangkan Marcello Lippi kembali sebagai pelatih usai memecat Carlo Ancelotti yang dinilai gagal mengantar Juve juara Serie A sekalipun dibekali dengan pemain-pemain bintang.

Pada musim pertamanya dengan Juventus, Buffon menjadi penjaga gawang utama langganan starting eleven di mana ia tampil dalam 45 pertandingan resmi. Buffon lantas berhasil mengantar Juve juara Serie A melalui aksi heroik di pertandingan terakhir ketika klubnya berhasil menang dan di tempat lain Inter Milan yang tampil sebagai pemimpin klasemen hingga baru mengalami kekalahan di pekan ke-33. Kemudian di musim 2002-03, Buffon tampil dalam 47 pertandingan resmi dan sekali lagi mengantar Juventus menjuarai Serie A. Ia juga kemudian berhasil mengantar Juve menembus final Liga Champions yang digelar di Stadion Old Trafford, Inggris. Sayangnya Juve saat itu kalah dari rival senegaranya, AC Milan dalam adu penalti.[34] Atas prestasinya tersebut, pada tahun 2003, Buffon kemudian dianugerahi penghargaan UEFA Most Valuable Player[35] dan gelar sebagai penjaga gawang Terbaik Dunia.

Musim 2003-04, Buffon tampil dalam 38 pertandingan, meskipun Juventus saat itu gagal menjuarai Serie A. Ia lantas mendapatkan penghargaan lain yaitu masuk dalam Daftar 125 Pesepak bola Aktif Terbaik versi legenda sepak bola Brasil, Pele.[36] Penghargaan ini ia dapatkan pada awal tahun 2004. Kemudian di musim 2004-05, Buffon kembali tampil sebagai salah satu bintang yang mengantarkan Juventus juara Serie A dibawah asuhan Fabio Capello.

Gianluigi Buffon bersama Juventus pada tahun 2008.

Agustus 2005, Buffon sempat mengalami kecelakaan saat menghadapi AC Milan dalam ajang pra musim Luigi Berlusconi Trophy. Ia bertabrakan di lapangan dengan gelandang Milan, Kaka saat mengejar bola lepas dan kemudian divonis menderita cedera dislokasi bahu dan harus segera dioperasi. Khawatir dianggap "perusak tim" oleh supporter Juventus, AC Milan kemudian berbaik hati meminjamkan penjaga gawang mereka yaitu Christian Abbiati[37] sebagai pengganti sementara sampai operasi Buffon berhasil dan pulih. Buffon lantas kembali bermain bersama Juve pada November 2005, tetapi tak lama kemudian ia mengalami cedera kembali dan baru bisa tampil penuh di bulan Januari. Meskipun begitu, duet Abbiati dan Buffon yang tampil bergantian berhasil mengantar Juventus menjuarai Serie A untuk ke-29 kalinya sepanjang sejarah klub.

Buffon selama debutnya di Serie B terhadap Rimini

Pada tanggal 12 Mei 2006, Buffon, bersama dengan tim Juventus dan sesama penjaga gawang Antonio Chimenti dan beberapa pemain lainnya divonis terlibat dalam sebuah judi ilegal dalam pertandingan antara Juventus melawan Parma. Dia lantas membela diri di hadapan pengadilan dan dia mengakui sering terlibat dalam perjudian, tetapi tidak pernah sekalipun ia berjudi atas nama tim (dalam hal ini Juventus). Melihat pengakuannya soal judi, spekulasi mulai merebak di Italia bahwa bisa saja Buffon tergusur dari posisinya sebagai penjaga gawang utama timnas Italia di Piala Dunia 2006, namun kemudian gosip itu pudar dan pada 15 Mei diumumkan secara resmi bahwa Buffon akan menjadi penjaga gawang utama timnas Italia di PD 2006. Selanjutnya seluruh pemain Juventus kemudian dibebaskan dari tuduhan judi ilegal pada 27 Juni 2007 atau setahun usai kasus ini dipersidangkan.[38]

Usai diumumkan sebagai penjaga gawang di PD 2006, Buffon kemudian menghadapi masalah baru. Klubnya, yaitu Juventus, didakwa telah terlibat dalam skandal Calciopoli, dan sebagai akibatnya, Juventus terpaksa melepas dua gelar Serie A di 2004-05 dan 2005-06 serta terkena hukuman turun ke Serie B.[39] Desas-desus lain kemudian muncul bahwa Buffon akan dilepas oleh Juventus untuk menghemat biaya.[40] Beberapa klub yang tertarik saat itu di antaranya adalah Manchester United, AC Milan, dan Real Madrid. Namun kemudian manajemen Juventus memutuskan untuk tidak menjual Buffon, dan Buffon sendiri menerima hukuman yang diberikan pada Juventus apa adanya. Ia lantas menambahkan bahwa Serie B adalah sebuah divisi yang belum pernah Juventus menangi, dan akan sangat menyenangkan jika Juve bisa menjuarainya.

April 2007, wakil presiden Milan Adriano Galliani menyatakan bahwa Buffon telah setuju untuk dikontrak Milan menggantikan Dida.[41] Hal ini kemudian dibantah oleh Buffon, yang menyatakan bahwa ia tidak pernah dihubungi oleh pihak Milan.[42]

2007–2010: Juara Serie B dan kembali ke Serie A

Usai Juventus memenangkan Serie B dan kembali ke Serie A pada musim 2007-08, Buffon kemudian setuju untuk memperpanjang kontrak dengan klubnya tersebut sampai musim 2012.[43] Buffon kembali menjadi bintang Juve saat mengantar klub tersebut menempati peringkat tiga Serie A 2007-08 dan mendapat jatah kualifikasi Liga Champions pada tahun kembalinya Juve ke Serie A. Musim 2008-09, Buffon kemudian didera beberapa cedera, di antaranya cedera punggung dan cedera otot.[44] Dari bulan September 2008 sampai Januari 2009, penjaga gawang pengganti Buffon yaitu Alexander Manninger secara meyakinkan tampil luar biasa dan mendapat banyak pujian.[45] Manninger kemudian lebih banyak dipakai oleh pelatih Claudio Ranieri ketimbang Buffon sekalipun Buffon telah pulih 100%. Buffon juga sempat kesal dan sedih saat ia digantikan oleh Manninger saat melawan Lecce dan Atalanta. Rumor berkembang Buffon mulai muak dan bosan dengan Juventus.[46] Buffon pun mengakui bahwa ia sempat marah dan kesal, tetapi baginya tidak ada jalan lain ketimbang menerima keputusan pelatih. Buffon pun akhirnya memilih untuk kembali memperpanjang kontrak sampai akhir 2013,[47] dan mengisyaratkan bahwa dirinya ingin pensiun bersama Juventus.[48]

2011–sekarang: Era Conte dan kembali meraih kemenangan

Musim 2011-12, Buffon tampil luar biasa sepanjang musim lewat beberapa penyelamatan gemilang. Di antaranya saat menghadang tendangan penalti dari Francesco Totti dan yang kontroversial yaitu menghalau sundulan Muntari.[49] Buffon kembali berhasil mengantarkan Juventus meraih Scudetto di bawah asuhan pelatih Antonio Conte.

Karier internasional

Gianluigi Buffon bersama rekan-rekannya di tim nasional sepak bola Italia dalam perhelatan Piala Dunia 2006 di Jerman.

Gianluigi Buffon memulai debutnya untuk tim nasional sepak bola Italia pada 29 Oktober 1997 dalam usia 19 tahun sebagai pengganti Gianluca Pagliuca yang cedera saat akan menghadapi play off Piala Dunia 1998 melawan tim nasional sepak bola Rusia. Ia kemudian masuk dalam 23 pemain yang bermain di Piala Dunia 1998 tetapi ia tidak mendapatkan kesempatan bermain sekalipun. Buffon juga termasuk anggota tim Italia dalam Olimpiade Atlanta 1996, Piala Dunia 2002, dan Euro 2004. Buffon juga sebenarnya menjadi pilihan utama Dino Zoff dalam Piala Eropa 2000, tetapi hanya delapan hari menjelang turnamen dimulai tangannya patah dan ia digantikan oleh Francesco Toldo.

Selama putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman, Buffon tampil dalam form yang luar biasa karena ia hanya kebobolan dua gol dan mencatat lima kali clean sheet. Catatan lain Buffon di PD 2006 adalah ia tidak kebobolan selama 453 menit. Dua gol yang bersarang ke gawang Buffon adalah saat terjadinya gol bunuh diri Cristian Zaccardo saat melawan tim nasional sepak bola Amerika Serikat[50] dan gol penalti di final dari Zinedine Zidane (tim nasional sepak bola Prancis). Buffon juga menjadi pahlawan dalam pertandingan final PD 2006 tepatnya ketika berlangsungnya adu penalti usai Prancis menahan imbang Italia 1-1. Buffon berhasil menahan tendangan David Trezeguet dan dengan penalti dari Fabio Grosso, akhirnya Italia berhasil menjadi juara dunia 2006.[51][52] Dari prestasinya tersebut, Buffon kemudian mendapat anugerah Penghargaan Lev Yashin karena tampil luar biasa selama tahun 2005-2006.[53]

Pada Euro 2008, Gianluigi Buffon mendapatkan kesempatan tampil sebagai kapten timnas usai Fabio Cannavaro mundur dari turnamen akibat cedera. Pada pertandingan penyisihan grup melawan tim nasional sepak bola Rumania pada 13 Juni, Buffon berhasil menyelamatkan tendangan penalti dari Adrian Mutu dan pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Buffon lantas tampil luar biasa saat melawan Prancis di pertandingan terakhir grup, namun sayangnya penampilan luar biasa Buffon tersebut harus berakhir ketika melawan tim nasional sepak bola Spanyol di perempat final 9 hari kemudian, karena Italia dipaksa menyerah 4-2 lewat adu penalti, dan Buffon hanya bisa menangkis satu tendangan penalti dari Spanyol.[54]

14 Juni 2010 di Piala Dunia 2010, Buffon diganti di babak pertama usai Italia bermain imbang dengan tim nasional sepak bola Paraguay di Grup F.[55] Alasan digantinya Buffon adalah karena cedera urat syarafnya kambuh dan kemudian sampai Italia tereliminasi dari PD 2010, Buffon tidak pernah dimainkan lagi.[56]

Setelah pensiunnya Fabio Cannavaro dari Timnas, Buffon menjadi kapten (sepak bola) baru tim nasional. Pada tanggal 9 Februari 2011, setelah pulih dari cedera punggung, Buffon memainkan pertandingan pertamanya sebagai kapten resmi di pertandingan persahabatan melawan Jerman yang digelar di Dortmund.

Pada Euro 2012 Buffon bertindak sebagai kapten selama keseluruhan turnamen. Dia terus tanpa kebobolan, ketika melawan Irlandia di pertandingan ketiga babak grup, dan melawan Inggris, menyelamatkan penalti penting dari Ashley Cole dalam adu penalti di perempatfinal. Pada laga semifinal melawan Jerman, Buffon membuat beberapa penyelamatan penting, hanya dikalahkan dengan hukuman penalti oleh Mesut Özil di menit 92. Italia memenangkan pertandingan 2-1 dan melaju ke Final melawan Juara bertahan Spanyol, Di final Spanyol mengalahkan Italia 4-0.

Di luar lapangan hijau

Gianluigi Buffon memiliki sebuah usaha restoran yang terletak di kota Pistoia dan sebuah sauna yang bernama "La Romanina" di Ronchi (MS).

Buffon juga sering berolahraga bersepeda bersama tunangannya. Ketika musim Serie A sedang libur, Buffon bersama Alena Šeredová sering menghabiskan waktu mengunjungi dan mengelilingi beberapa kota di Italia dengan bersepeda.[57]

Buffon juga menjadi bintang iklan dari perusahaan poker online bernama PokerStars, diperkirakan setiap tahunnya Buffon menerima keuntungan sebesar 1 juta Euro dari kontrak yang pertama kali dia tandatangani pada tahun 2009. Sebelumnya bintang AS Roma, Francesco Totti juga sempat menjadi bintang iklan promosional dari situs permainan poker online ini pada tahun 2001.[58]

Statistik karier

Klub

Per pertandingan 22 September 2021.[59][60]
Penampilan dan gol menurut klub, musim dan kompetisi
Klub Musim Liga Piala Eropa Lainnya Total
Divisi Tampil Gol Tampil Gol Tampil Gol Tampil Gol Tampil Gol
Parma 1995–96 Serie A 9 0 0 0 0 0 0 0 9 0
1996–97 Serie A 27 0 0 0 1[a] 0 28 0
1997–98 Serie A 32 0 6[b] 0 8[c] 0 46 0
1998–99 Serie A 34 0 6[b] 0 11[a] 0 51 0
1999–2000 Serie A 32 0 0 0 9[d] 0 2[e] 0 43 0
2000–01 Serie A 34 0 2[b] 0 7[a] 0 43 0
Total 168 0 14 0 36 0 2 0 220 0
Juventus 2001–02 Serie A 34 0 1[b] 0 10[f] 0 45 0
2002–03 Serie A 32 0 0 0 15[f] 0 1[g] 0 48 0
2003–04 Serie A 32 0 0 0 6[f] 0 1[g] 0 39 0
2004–05 Serie A 37 0 0 0 11[h] 0 48 0
2005–06 Serie A 18 0 2[b] 0 4[f] 0 0 0 24 0
2006–07 Serie B 37 0 3[b] 0 40 0
2007–08 Serie A 34 0 1[b] 0 35 0
2008–09 Serie A 23 0 2[b] 0 5[i] 0 30 0
2009–10 Serie A 27 0 1[b] 0 7[j] 0 35 0
2010–11 Serie A 16 0 1[b] 0 0 0 17 0
2011–12 Serie A 35 0 0 0 35 0
2012–13 Serie A 32 0 1[b] 0 10[f] 0 1[g] 0 44 0
2013–14 Serie A 33 0 0 0 14[k] 0 1[g] 0 48 0
2014–15 Serie A 33 0 0 0 13[f] 0 1[g] 0 47 0
2015–16 Serie A 35 0 0 0 8[f] 0 1[g] 0 44 0
2016–17 Serie A 30 0 0 0 12[f] 0 1[g] 0 43 0
2017–18 Serie A 21 0 3[b] 0 9[f] 0 1[g] 0 34 0
Total 509 0 15 0 124 0 8 0 656 0
Paris Saint-Germain 2018–19 Ligue 1 17 0 2[l] 0 5[f] 0 1[m] 0 25 0
Juventus 2019–20 Serie A 9 0 5[b] 0 1[f] 0 0 0 15 0
2020–21 Serie A 8 0 5[b] 0 1[f] 0 0 0 14 0
Total 17 0 10 0 2 0 0 0 29 0
Parma 2021–22 Serie B 5 0 0 0 5 0
Total karier 716 0 41 0 167 0 11 0 935 0
  1. ^ a b c Semua penampilan di Piala UEFA
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n Semua penampilan di Coppa Italia
  3. ^ Semua penampilan di Liga Champions UEFA (termasuk dua penampilan di babak kualifikasi kedua)
  4. ^ Dua penampilan di babak kualifikasi ketiga Liga Champions UEFA, tujuh penampilan di Piala UEFA
  5. ^ Satu penampilan di Supercoppa Italiana, satu penampilan di kualifikasi posisi ke-4 Serie A untuk lolos ke Liga Champions UEFA 2000–01
  6. ^ a b c d e f g h i j k l Semua penampilan di Liga Champions UEFA
  7. ^ a b c d e f g h Penampilan di Supercoppa Italiana
  8. ^ Semua penampilan di Liga Champions UEFA (termasuk dua penampilan di babak kualifikasi ketiga)
  9. ^ Semua penampilan di Liga Champions UEFA (termasuk dua penampilan di babak kualifikasi ketiga)
  10. ^ Enam penampilan di Liga Champions UEFA, satu penampilan di Liga Eropa UEFA
  11. ^ Enam penampilan di Liga Champions UEFA, delapan penampilan di Liga Eropa UEFA
  12. ^ Satu penampilan di Coupe de la Ligue, satu penampilan di Coupe de France
  13. ^ Penampilan di Trophée des Champions

Internasional

Sumber:[61][62]
Penampilan dan gol tim nasional berdasarkan tahun
Tim nasional Tahun Tampil Gol
Italia 1997 1 0
1998 3 0
1999 8 0
2000 4 0
2001 7 0
2002 12 0
2003 7 0
2004 12 0
2005 3 0
2006 15 0
2007 8 0
2008 9 0
2009 11 0
2010 2 0
2011 10 0
2012 11 0
2013 15 0
2014 8 0
2015 8 0
2016 13 0
2017 8 0
2018 1 0
Total 176 0

Prestasi

Parma[60][63]

Juventus[60][63]

Paris Saint-Germain

Italia U-21

Italia

Individu

Tanda kehormatan

  • Friedrich Order.png
    CONI: Kerah Emas Penghargaan Olahraga: 2006[104]

Catatan

  1. ^ Lihat[3][4][5][6][7][8][9][10][11]
  2. ^ Lihat[12][13][14][15][16][17][18][19][20][21][22][23]
  3. ^ a b Tidak termasuk gelar Serie A 2004–05 dan 2005–06, yang dicabut menyusul skandal Calciopoli.

Referensi

  1. ^ a b "2014 FIFA World Cup Brazil: List of Players: Italy" (PDF). FIFA. 14 Juli 2014. hlm. 21. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 4 September 2019. 
  2. ^ "Gianluigi Buffon" (dalam bahasa Prancis). Paris Saint-Germain F.C. Diakses tanggal 17 September 2018. 
  3. ^ Nicky Bandini (29 February 2016). "Leonardo Bonucci in the spotlight as Inter cannot stop remarkable Juventus". The Guardian. Diakses tanggal 21 March 2016. 
  4. ^ Mina Rzouki (20 March 2016). "Gianluigi Buffon breaks Serie A record as Juventus ease past Torino". ESPN FC. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21 March 2016. Diakses tanggal 21 March 2016. 
  5. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama gazzetta
  6. ^ ""Buffon goes from OAP to VIP in Bayern's esteem"". Reuters. 9 April 2013. Diakses tanggal 19 May 2014. 
  7. ^ "2010 World Cup Player Profile: Gianluigi Buffon, Italy's Superman". sbnation.com. 26 May 2010. Diakses tanggal 4 January 2015. 
  8. ^ "Casillas and Buffon go head to head". UEFA.com. 30 June 2012. Diakses tanggal 4 January 2015. 
  9. ^ Neale Graham (9 February 2009). "The best goalkeepers of all time". CNN. Diakses tanggal 26 November 2015. 
  10. ^ "Gianluigi Buffon Number One in Goalkeeper Rankings". Goal.com. 19 January 2010. Diakses tanggal 13 June 2010. 
  11. ^ Amy Lawrence (14 May 2015). "Gianluigi Buffon still the godfather in gloves as he gets set for date with destiny". The Guardian. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 November 2015. Diakses tanggal 26 November 2015. 
  12. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama greatest
  13. ^ Roberta Radaelli (29 October 2014). "Buffon hailed after 500th Juventus appearance". uefa.com. UEFA.com. Diakses tanggal 30 October 2014. 
  14. ^ "Juventus keeper Gianluigi Buffon celebrates 20 years since debut". Sky Sports. 19 November 2015. Diakses tanggal 26 November 2015. 
  15. ^ "Trezeguet: 'Buffon the best ever'". Football Italia. 8 December 2015. Diakses tanggal 10 November 2015. 
  16. ^ "Buffon voted greatest 'keeper". Football Italia. 12 February 2016. Diakses tanggal 12 February 2016. 
  17. ^ Ben Gladwell (9 November 2015). "Gianluigi Buffon 'best goalkeeper in history' – Juventus boss Allegri". ESPN FC. Diakses tanggal 12 February 2016. 
  18. ^ "Pirlo: 'Buffon the best ever'". Football Italia. 17 September 2015. Diakses tanggal 12 February 2016. 
  19. ^ James Horncastle (21 March 2016). "Gianluigi Buffon record cements his legacy as greatest keeper of all-time". ESPN FC. Diakses tanggal 21 March 2016. 
  20. ^ "Bonucci desperate to deliver record for Buffon". FourFourTwo. 19 March 2016. Diakses tanggal 21 March 2016. 
  21. ^ Nicky Bandini (31 May 2017). "Will Gianluigi Buffon finally get the UCL glory his stellar career deserves?". ESPN FC. Diakses tanggal 31 May 2017. 
  22. ^ "Serie A Galli: "Buffon pallone d'oro? Lo merita, il migliore di sempre"" [Serie A Galli: Ballon d'Or to Buffon? He deserves it, he's the best ever]. Tutto Sport (dalam bahasa Italia). 21 May 2017. Diakses tanggal 9 October 2019. 
  23. ^ McKay, Gaby. "The Greatest of all Time?". Football Italia. Diakses tanggal 24 April 2020. 
  24. ^ "Gianluigi Buffon Biography". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-13. Diakses tanggal 2011-01-24. 
  25. ^ a b c "Gianluigi Buffon Biography". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-05-19. Diakses tanggal 2011-01-24. 
  26. ^ "Expecting: Gianluigi Buffon and Alena Seredova". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-09-24. Diakses tanggal 2011-01-24. 
  27. ^ "UEFA Champions League, Cup Winners Cup, UEFA Cup 1998-99". www.rsssf.com. 
  28. ^ "Roma nearly signed Buffon". Football Italia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-05-02. Diakses tanggal 25 December 2007. 
  29. ^ "Juve land £32.6m Buffon". BBC Sport. 4 July 2001. Diakses tanggal 6 April 2010. 
  30. ^ "Acquistato Buffon". Juventus FC (dalam bahasa Italian). 3 July 2001. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2001-09-07. Diakses tanggal 6 April 2010.  Teks "L_IT,00.html" akan diabaikan (bantuan); Teks "L_IT,00.html" akan diabaikan (bantuan)
  31. ^ "FIFA - FIFA.com". www.fifa.com. 
  32. ^ "Zidane al Real". Juventus F.C. (dalam bahasa Italian). 2001-07-09. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2001-08-06. Diakses tanggal 2010-04-06.  Teks "L_IT,00.html" akan diabaikan (bantuan)
  33. ^ "Reports and Financial Statements at 30 June 2002" (PDF). Juventus F.C. 2002-10-28. Diakses tanggal 2010-03-08. 
  34. ^ "Milan lift European crown". [pranala nonaktif permanen]
  35. ^ "Buffon voted season's finest". UEFA.com. 28 Agt 2003. 
  36. ^ "Fifa names greatest list". BBC. 2004-03-04. Diakses tanggal 2007-04-30. 
  37. ^ "Abbiati and Juventus - VIDEO". [pranala nonaktif permanen]
  38. ^ "Kalac in the clear". The World Game. Diakses tanggal 25 December 2007. [pranala nonaktif permanen]
  39. ^ "Relegation call for Italian four", BBC, 4 July 2006.
  40. ^ Northcroft, Jonathan (16 July 2006). London: The Sunday Times [title=Liverpool The Times & The Sunday Times set for raid on Juve [http://www.timesonline.co.uk/article/0,,2093-2272166,00.html title=Liverpool The Times & The Sunday Times] set for raid on Juve] Periksa nilai |url= (bantuan). Diakses tanggal 16 July 2006.  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  41. ^ "Milan Inginkan Buffon". [pranala nonaktif permanen]
  42. ^ "Galliani reveals transfer secrets". Football Italia. Diakses tanggal 25 December 2007. 
  43. ^ "Buffon pledges future to Juve". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-07-15. Diakses tanggal 2011-01-24. 
  44. ^ [1]
  45. ^ "Alex Manninger Committed To Juventus - Agent | Goal.com". www.goal.com. 
  46. ^ Italy (2009-05-03). "Juventus Duo Camoranesi And Buffon Furious After Lecce Draw – Report". Goal.com. Diakses tanggal 2010-06-13. 
  47. ^ [2], Goal.id, diakses: 24 Januari 2011
  48. ^ "Buffon Ungkap Rencana Masa Depannya di Juventus dan Serie A". Bolaaa. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-02-05. Diakses tanggal 2020-02-04. 
  49. ^ "Juventus' Gianluigi Buffon: Saving Francesco Totti's penalty against Roma was down to hard work in training". Goal.com. 14 Dec 2011. Diakses tanggal 17 January 2012. 
  50. ^ "Italy-United States Match Report". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-03-05. Diakses tanggal 2011-01-24. 
  51. ^ "Italy 1–1 France: Italy triumph as Zizou explodes". ESPN Soccernet. 2006-07-09. Diakses tanggal 2010-06-15. 
  52. ^ "France-Italy Match Report". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-08-19. Diakses tanggal 2011-01-24. 
  53. ^ "FIFA World Cup "Lev Yashin" Award". rssf.com. Diakses tanggal 2010-06-15. 
  54. ^ "Spain 0 – 0 Italy". ESPN Soccernet. 2008-06-22. Diakses tanggal 2010-06-15. 
  55. ^ Cedera, Buffon Mundur dari Piala Dunia - Republika
  56. ^ "World Cup 2010: Gianluigi Buffon's World Cup in doubt". BBC Sport. 2010-06-15. Diakses tanggal 2010-06-15. 
  57. ^ Mackem, Walter, The Famous Argentinian (14 Jul 2009). "Promoting bikes as the means of transportation in Buenos Aires: Gianluigi Buffon and his family go for a Sunday ride". 
  58. ^ Giovanni Angioni. Pokerlistings.it, ed.  Teks "http://www.pokerlistings.it/gigi-buffon-firma-per-pokerstars-mentre-totti-47843" akan diabaikan (bantuan); Teks "Gigi Buffon Testimonial di PokerStars" akan diabaikan (bantuan); Teks "21-5-2010" akan diabaikan (bantuan); Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan);
  59. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama ESPN profile
  60. ^ a b c d e Profil dan statistik Gianluigi Buffon di situs web Soccerway.com. Diakses pada 11 Mei 2019.
  61. ^ "Gianluigi Buffon – Century of International Appearances". Rsssf.com. 29 Februari 2012. Diakses tanggal 1 Februari 2013. 
  62. ^ "Nazionale in cifre – FIGC: Buffon, Gianluigi". figc.it (dalam bahasa Italia). FIGC. Diakses tanggal 17 April 2015. 
  63. ^ a b c d e "Gianluigi Buffon: Palmares". gianluigibuffon.it (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 28 September 2014. 
  64. ^ "PSG thrash Monaco to win French Super Cup as Neymar plays 15 minutes". ESPN. Diakses tanggal 4 Agustus 2018. 
  65. ^ a b c d Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Gianluigi Buffon, Uefa.com Profile
  66. ^ José Luis Pierrend (8 Januari 2015). "The "Bravo" Award". RSSSF. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juli 2014. Diakses tanggal 20 November 2015. 
  67. ^ "Albo d'Oro" (dalam bahasa Italia). assocalciatori.it. Diarsipkan dari versi asli tanggal 15 Mei 2013. Diakses tanggal 15 September 2015. 
  68. ^ "Gianluigi Buffon" (dalam bahasa Italia). grangala.assocalciatori.it. Diakses tanggal 25 Oktober 2019. 
  69. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama UEFA Awards
  70. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama positional awards
  71. ^ "Gianluigi Buffon named #UCL goalkeeper of the season". UEFA.com. 24 Agustus 2017. Diakses tanggal 24 Agustus 2017. 
  72. ^ "Team of the Year 2016". UEFA.com. 5 Januari 2017. Diakses tanggal 5 Januari 2017. 
  73. ^ "Facts and figures: UEFA.com Team of the Year 2017". UEFA.com: The official website for European football. UEFA. 11 Januari 2018. Diakses tanggal 13 Januari 2018. 
  74. ^ Karel Stokkermans (14 Maret 2007). "ESM Season XI 2002/03". RSSSF. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 Februari 2016. Diakses tanggal 20 Mei 2015. 
  75. ^ ESM Top-Elf: Ein Bayern-Star in Europas Elite. Abendzeitung (dalam bahasa Jerman). 8 Juni 2017. Diakses tanggal 12 Juni 2017. 
  76. ^ "FORMER RESULTS". IFFHS.de. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Desember 2016. Diakses tanggal 18 Oktober 2015. 
  77. ^ "THE WORLD'S BEST GOALKEEPER 2017: GIANLUIGI BUFFON MAKES IT FIVE!". IFFHS.de. 3 Desember 2017. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Desember 2017. Diakses tanggal 3 Desember 2017. 
  78. ^ "The Fifa 100". The Guardian. 4 Maret 2004. Diakses tanggal 9 Juni 2015. 
  79. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama conf
  80. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama all-star
  81. ^ "FIFPro World XI 2005/2006". FIFPro. 20 Desember 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Juli 2015. Diakses tanggal 9 Juni 2015. 
  82. ^ "FIFPro World XI 2006/2007". FIFPro. 20 Desember 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2 Maret 2014. Diakses tanggal 9 Juni 2015. 
  83. ^ "FIFA FIFPro World11". FIFA.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 November 2016. Diakses tanggal 23 Oktober 2017. 
  84. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Spain dominate
  85. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Ten Spain
  86. ^ "Gran Galà del Calcio Aic. E' Pirlo il migliore del 2012" [Gran Galà del Calcio Aic. Pirlo is the best of 2012] (dalam bahasa Italia). Tuttosport. 27 January 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 June 2015. Diakses tanggal 1 June 2015. 
  87. ^ "Serie A, Gran Galà del Calcio Aic. Tutte le frasi e i premi" [Serie A, Gran Galà del Calcio Aic. All the quotes and awards] (dalam bahasa Italia). Tuttosport. 15 December 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 March 2016. Diakses tanggal 11 January 2016. 
  88. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Donnarumma
  89. ^ "Gran Galà del calcio, la Juventus fa incetta di premi" (dalam bahasa Italia). Il Corriere della Sera. 31 January 2017. Diakses tanggal 31 January 2017. 
  90. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama serieafootballer
  91. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Pallone Azzurro1
  92. ^ "Nazionale, a Buffon il 'Pallone azzurro'" (dalam bahasa Italia). La Repubblica. 1 January 2017. Diakses tanggal 1 January 2017. 
  93. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama UEFA Europa League Team of the Season
  94. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Premio Nereo Rocco
  95. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama UEFA Champions League squad of the season
  96. ^ "UEFA Champions League Squad of the Season". UEFA.com. 5 Juni 2017. 
  97. ^ "Messi, Neymar Jr, Iniesta and Alves in France Football world XI of 2015". FC Barcelona.com. 30 December 2015. Diakses tanggal 30 December 2015. 
  98. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Retirement2018
  99. ^ "Your All-time EURO 11 revealed". UEFA. 7 Juni 2016. Diakses tanggal 8 Juni 2016. 
  100. ^ Andrea Guerra (26 Juli 2016). "A Gigi Buffon il premio Scirea: sul podio Barzagli e Abbiati" (dalam bahasa Italia). La Gazzetta dello Sport. Diakses tanggal 26 Juli 2016. 
  101. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Golden Foot
  102. ^ "A Buffon il Golden Foot 2016: è il quarto italiano a vincerlo" (dalam bahasa Italia). La Gazzetta dello Sport. 11 October 2016. Diakses tanggal 11 October 2016. 
  103. ^ "The Best FIFA Goalkeeper: Gianluigi BUFFON". FIFA.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-11. Diakses tanggal 23 October 2017. 
  104. ^ "Coni: Consegna dei Collari d'Oro e dei Diplomi d'Onore. Premia il Presidente del Consiglio Romano Prodi. Diretta Tv su Rai 2" (dalam bahasa Italia). Coni.it. 16 Oktober 2006. Diakses tanggal 23 Desember 2016. 
  105. ^ "Ufficiale Ordine al Merito della Repubblica Italiana Sig. Gianluigi Buffon" (dalam bahasa Italia). Quirinale.it. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 Desember 2013. Diakses tanggal 1 Februari 2013. 

Pranala luar