Gerakan Siswa Kristen Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Gerakan Siswa Kristen Indonesia merupakan salah satu organisasi pergerakan yang menyasar kepada pelajar-pelajar beragama Kristen yang ada di Indonesia.[1][2]

Riwayat[sunting | sunting sumber]

GSKI sendiri terbentuk pada 1964 dan vakum setelah kongres terakhir di Surabaya pada 1966 yang sejalan dengan masa penumpasan Pemberontakan G 30 S yang oleh kelompok pemuda dan pelajar berada di dalam KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia).[2] Setelah Peristiwa G 30 S selesai dan Indonesia berada di bawah era Orde Baru, seluruh organisasi pelajar intra sekolah yang resmi dan diakui pemerintah berada di dalam kendali OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) sehingga seluruh organisasi intra pelajar lainnya selain OSIS dianggap membubarkan diri atau vakum termasuk GSKI.[1]

Lahir Kembali[sunting | sunting sumber]

Pada acara Dies Natalis GAMKI tahun 2016, telah dibentuk suatu MoU (Memorandum of Understanding) untuk mengaktifkan kembali GSKI yang ditandatangani tiga organisasi Kristen (antara lain GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), PIKI (Perkumpulan Intelegensia Kristen Indonesia), dan GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia). Salah satu target awal dari pembangkitan GSKI sendiri adalah menetapkan panitia pengarah untuk merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga GSKI, guna menunjang kinerja organisasi yang telah lama vakum. Penantanganan Nota Kesepahaman pengaktifan kembali GSKI dilakukan oleh Ketua Umum DPP GAMKI Michael Wattimena, Ketua PP GMKI Ayub Manuel Pongrekun, dan Ketua Umum PP PIKI Baktinendra Prawiro.[2]

Alasan pengaktifan ini mengingat bahwa pada saat ini proses pengkaderan generasi muda Kristen mengalami degradasi yang cukup dalam karena hilangnya akar di segmentasi siswa. Hal ini semakin terasa ketika serangan perkembangan IT semakin banyak menggantikan pendidikan karakter sehingga perlu kembali mengaktifkan wadah pendidikan kader ekstra gerejawi yang mampu menanamkan nilai-nilai Nasionalisme dan Kekristenan.[1][3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Setelah Lama Vakum, GSKI Kini Diaktifkan Kembali". Suara Kristen (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-12. 
  2. ^ a b c "Tiga Lembaga Keumatan Tandatangani Nota Kesepahaman Pengaktifan Kembali GSKI". Reformata.com. Diakses tanggal 2017-11-12. 
  3. ^ Indonesia, PT Rilis Multimedia. "Pengaderan Mandek, Lembaga Keumatan Kristen Aktifkan Kembali GSKI". RILIS.ID. Diakses tanggal 2017-11-12.