Gerakan Chipko

Gerakan Chipko merupakan upaya perlawanan damai yang bertujuan melindungi hutan-hutan di India sebagai reaksi terhadap kerusakan hutan yang semakin meluas akibat kegiatan perdagangan dan industri. [1]
Sejarah dan asal usul
[sunting | sunting sumber]Sekitar lima puluh tahun yang lalu, perempuan dari desa-desa Reni dan Mandal, yang terletak di Pegunungan Himalaya di negara bagian India Utara menempatkan diri mereka secara fisik di antara pohon-pohon dan penebang untuk melindungi tanah leluhur, ekosistem lokal, dan mata pencaharian mereka. Warga desa sangat bergantung pada hutan-hutan sekitar untuk pakan ternak, bahan bakar, dan serat yang penting bagi kehidupan sehari-hari. Eksploitasi sumber daya alam oleh pemerintah, penebangan hutan yang tidak terkendali, dan perusakan satwa liar menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah di komunitas ini. Di bawah kepemimpinan Gaura Devi, protes warga desa menekankan hak mereka untuk mengelola dan melindungi sumber daya mereka sendiri. Pada tahun 1980-an, aksi damai para perempuan ini melahirkan gerakan ekofeminis pertama di India yang dikenal luas sebagai Chipko Andolan atau Gerakan Chipko. Dalam bahasa Hindi, "Chipko" berarti berpegang atau memeluk.Usaha awal untuk melindungi hutan ini akhirnya berkembang menjadi gerakan lingkungan yang lebih luas, yang hingga kini terus berupaya menghadapi tantangan dari krisis iklim yang semakin cepat. Asal-usul gerakan Chipko sebenarnya berawal dari Amrita Devi di Rajasthan, India barat laut. Pada tahun 1730, ia dengan berani menentang perintah Maharaja Jodhpur untuk menebang pohon di desanya, Khejarli. Saat ia dan komunitasnya memeluk pohon untuk melindunginya, 363 anggota sukunya dieksekusi. Tragedi ini mendorong Maharaja untuk memberlakukan larangan penebangan pohon di wilayah tersebut. Meskipun perlawanan Chipko awalnya dipimpin oleh perempuan, pria seperti Sunderlal Bahuguna dan Chandi Prasad Bhatt berperan penting dalam mempopulerkan gerakan ini.[2]
Peran dan Kontribusi
[sunting | sunting sumber]Gerakan ini memiliki peran penting dalam perubahan Undang-Undang Kehutanan 1927, yang memperkuat partisipasi masyarakat dan upaya konservasi lokal. Prestasi besar pertama gerakan ini adalah mendorong pemerintah Indira Gandhi untuk memberlakukan Undang-Undang Konservasi Hutan 1980. Kebijakan ini dirancang untuk membatasi deforestasi dan melindungi keanekaragaman hayati di wilayah tersebut, termasuk larangan menebang hutan hijau selama sepuluh tahun di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut di negara bagian Uttarakhand, India barat laut. Selanjutnya, pada tahun 1996, Mahkamah Agung India memberlakukan larangan penebangan pohon di negara bagian utara, Uttar Pradesh dan Himachal Pradesh, yang tetap berlaku hingga kini.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "The Chipko Movement". Right Livelihood (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-13.
- 1 2 Sadak, Aysha (2024-06-28). "50 Years On: The Legacy of India's Chipko Movement". Earth.Org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-13.