Daftar gempa bumi di Jepang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Gempa bumi di Jepang)
Jump to navigation Jump to search
"Gempa bumi di Jepang" beralih ke halaman ini. Untuk gempa bumi pada tanggal 11 Maret 2011 di wilayah Tōhoku, lihat Gempa bumi dan tsunami Tōhoku 2011.
Peta sebaran gempa bumi di sekitar Jepang berkekuatan sama dengan atau lebih dari 5,5 pada tahun 19002016.[1]

Berikut ini adalah daftar gempa bumi di Jepang berkekuatan sama dengan atau lebih dari 7,0 maupun yang menyebabkan kerusakan atau korban jiwa signifikan. Sebagaimana tercantum dalam daftar, kekuatan gempa diukur berdasarkan skala Richter (ML) atau skala kekuatan momen (Mw) serta skala kekuatan gelombang permukaan (Ms) untuk gempa bumi yang terjadi pada masa lampau. Daftar ini belumlah lengkap karena kelangkaan data kekuatan gempa yang tepat dan dapat diandalkan untuk gempa bumi yang terjadi sebelum adanya alat ukur modern.

Latar belakang geologis[sunting | sunting sumber]

Pulau-pulau yang membentuk Kepulauan Jepang modern terpisah dari daratan Asia oleh cekungan busur belakang.

Kepulauan Jepang modern sebagian besar merupakan hasil dari beberapa gerakan kuat lempeng samudra yang terjadi selama ratusan juta tahun sejak pertengahan kala Silur hingga Pleistosen sebagai akibat subduksi Lempeng Filipina di bawah Lempeng Amur dan Lempeng Okinawa ke selatan serta subduksi Lempeng Pasifik di bawah Lempeng Okhotsk ke utara.

Kepulauan Jepang awalnya menyatu dengan pantai timur Benua Eurasia. Lempeng-lempeng di zona subduksi yang lebih dalam daripada lempeng Eurasia menarik Kepulauan Jepang ke arah timur sehingga memunculkan Laut Jepang sekitar 15 juta tahun yang lalu.[2] Selat Tartar dan Selat Korea baru muncul bertahun-tahun kemudian. Dewasa ini, Kepulauan Jepang dianggap sebagai busur kepulauan yang telah matang sebagai hasil dari beberapa generasi lempeng yang mengalami subduksi. Dasar laut sepanjang kira-kira 15.000 km telah bergerak di bawah Kepulauan Jepang dalam waktu 450 juta tahun terakhir, sebagian besar telah tersubduksi sepenuhnya.[2]

Jepang terletak di zona vulkanik Cincin Api Pasifik.[2] Gempa bumi berkekuatan kecil sering mengguncang pulau-pulaunya, juga aktivitas gunung api yang kadang meningkat. Gempa bumi berkekuatan besar, yang seringkali diikuti tsunami, terjadi beberapa kali dalam satu abad.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Meski disebutkan pernah terjadi gempa bumi di Provinsi Yamato yang kini terletak di Prefektur Nara pada tanggal 23 Agustus 416, gempa bumi pertama yang dokumentasinya dapat dipercaya terjadi di Nara pada tanggal 28 Mei 599 pada masa kekuasaan Kaisarina Suiko yang menyebabkan kerusakan bangunan di seluruh wilayah Provinsi Yamato.[3][4][5] Ada banyak catatan sejarah gempa bumi di Jepang yang kemudian diperiksa secara sistematis oleh Komite Penyelidikan Gempa Bumi Kekaisaran bentukan tahun 1892. Hasil pemeriksaan itu diterbitkan pada tahun 1899 dengan judul Katalog Data Sejarah Gempa Bumi di Jepang.[5] Pasca-gempa bumi besar Kantō 1923, tugas komite tersebut dilanjutkan oleh Institut Penelitian Gempa Bumi pada tahun 1925.[4] Dewasa ini, katalog yang disusun oleh Tatsuo Usami dianggap sebagai sumber informasi gempa bumi bersejarah yang paling dapat diandalkan. Sebagai catatan, katalog Usami edisi 2003 memuat rincian 486 gempa bumi yang terjadi pada tahun 4161888 di Jepang.[4]

Ukuran kekuatan gempa[sunting | sunting sumber]

Di Jepang, skala shindo biasa digunakan untuk mengukur kekuatan gempa. Skala tersebut mengukur intensitas gempa di lokasi tertentu, alih-alih energi yang dilepaskan gempa di episenternya (magnitudo) seperti skala Richter.[6] Praktik serupa juga dapat ditemukan di Amerika Serikat yang menggunakan skala Modifikasi Intensitas Mercalli dan Tiongkok yang menggunakan skala Liedu.

Berbeda dari skala intensitas gempa lain yang umumnya memiliki 12 tingkat intensitas, skala shindo (震度?, intensitas gempa, secara harafiah 'tingkat guncangan') hanya memiliki 10 tingkat mulai dari shindo 0, guncangan sangat lemah, hingga shindo 7, guncangan hebat.[6] Gempa bumi tingkat menengah pada shindo 5 dan 6 dikategorikan gempa "lemah" atau "kuat" berdasarkan tingkat kerusakan yang diakibatkan. Gempa bumi pada shindo 4 dan di bawahnya dianggap sebagai gempa kecil.[6]

Gempa bumi[sunting | sunting sumber]

Tanggal Kekuatan Sebutan Kanji Rōmaji Episenter Korban Jiwa Keterangan
00684-11-2929 November 684
00684-11-2626 November 684KJ
8,4 MK (skala Kawasumi)[7] Gempa bumi Hakuhō Nankai 白鳳南海地震 Hakuhō Nankai jishin 32°48′LU 134°18′BT / 32,8°LU 134,3°BT / 32.8; 134.3 101–1.000 Berbagai referensi memperkirakan kekuatan gempa antara 8,0–8,4 dengan kerusakan yang "parah". Ada pula sumber yang mencatat waktu terjadinya gempa pada tanggal 14 Oktober (tidak benar) dan 24 November.[8]
01923-09-011 September 1923 8,3 ML Gempa bumi besar Kantō 1923 大正関東地震
(関東大震災)
Taishō Kantō jishin
(Kantō daishinsai)
Pulau Izu Ōshima 142.800[9] Gempa ini mengguncang dataran Kantō di Pulau Honshū pada pukul 11.58 waktu setempat. Beberapa catatan menyebut gempa ini terjadi selama 4–10 menit. Episenternya berada jauh di bawah Pulau Izu Ōshima di Teluk Sagami. Gempa ini menimbulkan kerusakan besar di wilayah Kantō yang meliputi Tokyo, Yokohama, serta prefektur di sekitarnya, yaitu Chiba, Kanagawa, dan Shizuoka.[10] Kekuatan dan intensitas gempa ini mungkin tidak terlalu signifikan, tetapi nyatanya dapat menggerakkan patung Buddha Raksasa seberat 93 ton di Kōtoku-in, Kamakura, sejauh hampir 60 cm.[11] Diperkirakan ada 142.800 korban jiwa, termasuk sekitar 40.000 orang hilang yang dianggap tewas.
01995-01-1717 Januari 1995 7,3 Mw Gempa bumi besar Hanshin 兵庫県南部地震
(阪神・淡路大震災)
Hyōgo-ken nanbu jishin
(Hanshin-Awaji daishinsai)
Ujung utara Pulau Awaji 6.434 Gempa ini terjadi pada pukul 05.46 JST di bagian selatan Prefektur Hyōgo dengan kekuatan Mw 6,8 pada skala kekuatan momen USGS dan MJ 7,3 pada skala magnitudo revisi Badan Meteorologi Jepang (7,2 pada skala lama).[12][13] Gempa ini terjadi selama kira-kira 20 detik. Pusat gempa terletak 16 km di bawah episenternya, ujung utara Pulau Awaji, yang berjarak 20 km dari Kobe.[13]
02011-03-1111 Maret 2011 9,1 Mw Gempa bumi Tōhoku 2011 東北地方太平洋沖地震
(東日本大震災)
Tōhoku-chihō taiheiyō oki jishin
(Higashi Nihon daishinsai)
38°30′36″LU 142°47′31″BT / 38,51°LU 142,792°BT / 38.510; 142.792, kedalaman 29 km 15.894
Pusat gempa dorongan kuat yang terjadi pukul 14.46 JST ini terletak di Semenanjung Oshika, pantai timur wilayah Tōhoku.[14] Gempa ini adalah gempa terkuat yang pernah mengguncang Jepang dan salah satu yang terdahsyat di dunia sejak dimulainya aktivitas pencatatan gempa.[15][16][17] Gempa ini diikuti tsunami dengan ketinggian mencapai 10 m yang menyebabkan puluhan ribu orang tewas serta kerusakan parah pada bangunan dan infrastruktur yang memicu bencana nuklir Fukushima Daiichi.[15]
02016-11-2222 November 2016 6,9 Mw Gempa bumi Fukushima 2016 福島県沖地震 Fukushima-ken oki jishin 37°23′31″LU 141°24′11″BT / 37,392°LU 141,403°BT / 37.392; 141.403, kedalaman 11,4 km Gempa yang terjadi pukul 05.59 JST ini berasal dari 37 km arah timur-tenggara Namie, Fukushima.[18]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ USGS Earthquake Catalog Search
  2. ^ a b c Barnes, Gina L. (2003). "Origins of the Japanese Islands: The New "Big Picture"" (PDF). Universitas Durham. Diakses tanggal 11 Agustus 2009.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)
  3. ^ Hammer, Joshua. (2006). Yokohama Burning: The Deadly 1923 Earthquake and Fire that Helped Forge the Path to World War II, hlm. 62–63.
  4. ^ a b c Ishibashi, K. (2004); "Status of Historical Seismology in Japan" (30 pages); Earthquake catalogue 47 (2–3); Collections: 04.06.05. Historical seismology; Annals of Geophysics, diakses tanggal 19 Maret 2011 (Ringkasan berbahasa Inggris)
  5. ^ a b Tatsuo Usami, "Historical Earthquakes in Japan", dalam William H.K. Lee, Hiroo Kanamori, Paul C. Jennings, dan Carl Kisslinger, (Eds.), International Geophysics, Academic Press, 2002, Volume 81, Part 1, International Handbook of Earthquake and Engineering Seismology, hlm. 799–802, ISSN 0074-6142, ISBN 978-0-12-440652-0, doi:10.1016/S0074-6142(02)80254-6
  6. ^ a b c "Earthquakes". Japan Guide. Diakses tanggal 11 Agustus 2009. 
  7. ^ Kawasumi, H., 1951, Measures of earthquakes danger and expectancy of maximum intensity throughout Japan as inferred from the seismic activity in historical times, Bulletin of the Earthquake Research Institute, Universitas Tokyo, 29, hlm. 469-482
  8. ^ "Significant Earthquake: Japan". National Geophysical Data Center, bagian dari National Environmental Satellite, Data, and Information Service di bawah naungan National Oceanic and Atmospheric Administration. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Maret 2010. Diakses tanggal 28 Februari 2010. 
  9. ^ "Today in Earthquake History". Diakses tanggal 15 April 2016. 
  10. ^ Hammer, Joshua. (2006). Yokohama Burning: The Deadly 1923 Earthquake and Fire that Helped Forge the Path to World War II, hlm. 278, mengutip Francis Hawks (1856), Narrative of the Expedition of an American Squadron to the China Seas and Japan Performed in the Years 1852, 1853 and 1854 under the Command of Commodore M.C. Perry, United States Navy, Washington: A.O.P. Nicholson atas perintah Kongres Amerika Serikat, 1856.
  11. ^ All Buddhas Great and Small
  12. ^ U.S. Geological Survey. "Significant Earthquakes of the World: 1995". Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Juni 2008. Diakses tanggal 22 Mei 2008. 
  13. ^ a b Pemerintah Kota Kobe (1 Januari 2008). "Statistics" (PDF). The Great Hanshin-Awaji Earthquake: Statistics and Restoration Progress. Diakses tanggal 25 Mei 2008. 
  14. ^ "Tsunami hits north-eastern Japan after massive quake". BBC News. 11 Maret 2011. Diakses tanggal 11 Maret 2011. 
  15. ^ a b "Magnitude 8.9 – Near the East coast of Honshu, Japan". United States Geological Survey. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 Maret 2011. Diakses tanggal 11 Maret 2011. 
  16. ^ "8.9 Earthquake in Japan, Tsunami Warning to Russia, Taiwan and South East Asia". 11 Maret 2011. Diakses tanggal 11 Maret 2011. 
  17. ^ "Japan quake – 7th largest in recorded history". 11 Maret 2011. Diakses tanggal 11 Maret 2011. 
  18. ^ "M6.9 - 37km ESE of Namie, Japan". United States Geological Survey. 22 November 2016. Diakses tanggal 22 November 2016. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]