Gempa bumi Teluk Moro 1976
Kerusakan tsunami di Lebak, Mindanao | |
| Waktu UTC | 1976-08-16 16:11:08 |
|---|---|
| ISC | 709878 |
| USGS-ANSS | ComCat |
| Tanggal setempat | 17 Agustus 1976 |
| Waktu setempat | 00:11:07 PDT |
| Magnitudo | 8.0 Mw[1] |
| Kedalaman | 33 km (21 mi) |
| Episentrum | 6°17′N 124°05′E / 6.29°N 124.09°E |
| Jenis | Megathrust |
| Wilayah bencana | Filipina |
| Intensitas maks. | MMI VIII (Parah)[2] |
| Tsunami | 9 m (30 ft) |
| Korban | 5.000–8.000 orang tewas
10.000 orang terluka 90.000 mengungsi |
Gempa bumi dan tsunami Teluk Moro 1976 (bahasa Inggris: 1976 Moro Gulf earthquake and tsunami) adalah peristiwa Gempa bumi megathrust yang terjadi pada 17 Agustus 1976, pukul 00:11 Waktu Standar Filipina di sepanjang Teluk Moro di Laut Sulawesi dekat pulau Mindanao dan Sulu, Filipina. Dengan besaran magnitudonya setinggi 8.0 pada skala momen magnitudo, dan menyebabkan tsunami dengan ketinggian hingga 9 meter. Gempa ini adalah gempa bumi terkuat di Filipina dalam 58 tahun terakhir sejak Gempa bumi Laut Sulawesi 1918.[3]
Ketinggian maksimum tsunami ini mencapai 9 meter di Lebak; 4,3 meter di Alicia; 3 meter di Teluk Resa di pesisir timur Basilan; dan di pulau Jolo dan Sacol. Sedikitnya 5.000 orang tewas selama gempa dan tsunami, dengan ribuan lainnya masih hilang. Beberapa laporan mengatakan bahwa sebanyak 8.000 orang tewas secara total, dengan sembilan puluh persen kematian akibat tsunami.[4] total sekitar 90.000 kehilangan tempat tinggal, hingga menjadikannya sebagai salah satu bencana alam paling dahsyat dalam sejarah Filipina.[5]
Dampak
[sunting | sunting sumber]
Gempa utama dirasakan hingga sejauh kepulauan Visayas di Filipina tengah. Tsunami dahsyat meluluhlantahkan 700 kilometer garis pantai yang berbatasan dengan Teluk Moro di Laut Sulawesi Utara, mengakibatkan kehancuran dan kematian masyarakat pesisir Kepulauan Sulu, Mindanao bagian selatan khususnya provinsi Sultan Kudarat dan Sarangani (sebelumnya bagian dari Cotabato Selatan), dan di Semenanjung Zamboanga termasuk Kota Zamboanga dan Kota Pagadian.[5]
Ketinggian ombak maksimum mencapai 9 meter di Lebak, Mindanao di pulau itu; 4,3 meter di Alicia; 3 meter di Teluk Resa di pantai timur Basilan; dan di pulau Jolo dan Sacol.[6] Setidaknya 5.000 orang tewas akibat gempa bumi dan tsunami, dan ribuan lainnya masih hilang. Beberapa laporan mengatakan bahwa sebanyak 8.000 orang kehilangan nyawa mereka, dengan sembilan puluh persen kematian disebabkan oleh tsunami yang terjadi setelahnya.
Setelah gempa utama, masyarakat tidak menyadari perlunya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi; ketika tsunami melanda, tsunami menyeret sebagian besar korban ke laut. Berdasarkan penyelidikan di wilayah yang terkena dampak, dipastikan bahwa gelombang mencapai ketinggian 4 hingga 5 meter (13 hingga 16 kaki) ketika menghantam wilayah tersebut. Ada laporan aktivitas tsunami yang lemah sampai ke Jepang.
Di Kota Zamboanga, 14 bangunan rusak sebagian. Kota ini terhindar dari kerusakan parah akibat tsunami yang dipicu gempa bumi ini karena Pulau Basilan dan Pulau Santa Cruz berfungsi sebagai penyangga dan pembelok gelombang.[5]
| Intensitas | Lokasi |
|---|---|
| VII | Kota Cotabato; Kota Zamboanga |
| VI | Basilan; Kota Pagadian; Kota Dipolog |
| V | Cagayan de Oro; Kota Davao; Kota General Santos |
| IV | Dumaguete; Hinatuan; Surigao del Sur; Tagbilaran-Bohol; Cebu City; Surigao-Surigao del Norte |
| II | Kota Roxas; Kota Iloilo; Kota Tacloban; Legaspi; Palo-Leyte; Catbalogan-Samar |
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "M 7.9 - 19 km WNW of Palimbang, Philippines". Survei Geologi Amerika Serikat. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-16. Diakses tanggal 16 Maret 2023.
- ↑ Philippine Institute of Volcanology and Seismology (2018). "PHIVOLCS Earthquake Intensity Scale (PEIS)". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-06. Diakses tanggal November 13, 2019.
- ↑ "History of Tsunami Devastation". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-07-04. Diakses tanggal 2023-03-16.
- ↑ Staff of the Academy of Sciences of the USS (1997). Catalog of Tsunamis in the Pacific 1969–1982. Diane Pub. hlm. 103, 104. ISBN 978-0-7881393-1-4. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-30. Diakses tanggal 2023-03-16.
- 1 2 3 "Moro Gulf Earthquake – 17 August 1976". Philippine Institute of Volcanology and Seismology. Diarsipkan dari asli tanggal October 15, 2013. Diakses tanggal October 15, 2013.
- ↑ Department, Commerce; Dunbar, Paula K. (April 24, 2015). Pacific Tsunami Warning System: A Half Century of Protecting the Pacific, 1965–2015 (dalam bahasa Inggris). Government Printing Office. hlm. 46–47. ISBN 978-0-9962579-0-9. Diakses tanggal August 22, 2017.
- ↑ Philippine Institute of Volcanology and Seismology (2018). "PHIVOLCS Earthquake Intensity Scale (PEIS)". Diakses tanggal November 13, 2019.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Philippines Institute of Volcanology and Seismology Diarsipkan January 29, 2010, di Wayback Machine.
- The Earthquake and Tsunami of August 16, 1976, in the Philippines – The Moro Gulf Tsunami" – George Pararas-Carayannis
- International Seismological Centre memiliki sebuah daftar pustaka dan data otoritatif untuk peristiwa ini.