Gempa bumi Sumenep 2025
USGS ShakeMap | |
| Waktu UTC | 2025-09-30 16:49:42 |
|---|---|
| ISC | 67423940 |
| USGS-ANSS | ComCat |
| Tanggal setempat | 30 September 2025 |
| Waktu setempat | 23:49:42 WIB (UTC+7) |
| Magnitudo | Mw 6.0 |
| Kedalaman | 24,6 km (15 mi) (USGS) 11 km (7 mi) (BMKG) |
| Episentrum | 7°14′24″S 114°10′12″E / 7.240°S 114.170°E |
| Jenis | Thrust |
| Wilayah bencana | Jawa Timur, Bali, Indonesia |
| Intensitas maks. | MMI VI (Kuat) |
| Tsunami | Tidak |
| Gempa susulan | 300+ ≥3.0 Mw[1] Mw 4.9 pada 13 Oktober 2025 (terkuat) |
| Korban | 6 terluka |
Pada tanggal 30 September 2025, pukul 23:49:49 WIB (16:49:42 UTC), gempa bumi dengan magnitudo 6,0 (Mw) melanda Kabupaten Sumenep di Jawa Timur.[2] Pusat gempa berada di dasar laut dekat Pulau Sapudi. Gempa bumi terasa hampir sebagian besar di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Lombok, dengan guncangan gempa terkuat berada di Pulau Sapudi.
Kondisi tektonik
[sunting | sunting sumber]Pulau Jawa berada di dekat batas konvergen aktif yang memisahkan Lempeng Sunda di sebelah utara dan Lempeng Australia di sebelah selatan. Di perbatasan ini, yang ditandai dengan Palung Sunda dan Lempeng Australia yang bergerak ke arah utara men-subduksi di bawah Lempeng Sunda. Zona subduksi mampu menghasilkan gempa bumi Megathrust hingga bermagnitudo 8,7, sementara Lempeng Australia juga dapat menghasilkan gempa bumi dalam dari litosfer ke bawah (gempa bumi intralempeng) di lepas pantai Pulau Jawa. Zona subduksi ini menghasilkan dua gempa bumi dan tsunami yang merusak pada tahun 2006 dan 1994.
Wilayah Sumenep khususnya, memiliki sejarah panjang gempa bumi merusak. Sejarah mencatat setidaknya tujuh gempa bumi merusak pernah terjadi di wilayah ini. Antara lain gempa bumi tahun 1863, gempa bumi Sumenep-Sapudi 1891, serta gempa bumi tahun 1904. Dalam catatan modern, gempa bumi magnitudo 6,0 pada 11 Oktober 2018 menewaskan tiga orang, melukai 34 lainnya, dan merusak 210 rumah.[3]
Gempa bumi
[sunting | sunting sumber]Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo 6,5 Mw namun kemudian direvisi menjadi magnitudo 6,0.[4] Episentrum gempa berada di dasar laut dengan titik koordinat 7,25 LS dan 114,22 BT, atau jika ditarik garis lurus berada di 50 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Sumenep pada kedalaman 11 km (6,8 mi).[5] Sementara Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan magnitudo gempa sebesar 6,0 (Mw) dengan kedalaman 24,6 km (15,3 mi). Beberapa gempa susulan terjadi dengan magnitudo di atas Mw 3,0. Gempa susulan terkuat dengan magnitudo 4,5 Mw terjadi pada 1 Oktober, pukul 00:15 Waktu Indonesia Barat (17:15 UTC).[6] Skala Intensitas Modified Mercalli maksimum diperkirakan sebesar VI (kuat) oleh BMKG.[7]
Menurut Direktur Gempa bumi dan tsunami BMKG, Daryono, bahwa gempa tersebut termasuk dalam kategori gempa dangkal.[8] Sumber gempa tersebut berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore Zona Kendeng atau Madura Strait Back Arc Thrust, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).[9]
Pada tanggal 13 Oktober, gempa susulan berkekuatan 4,9 melanda Sumenep,[10] menyebabkan satu rumah rusak parah di Kecamatan Gayam.[11]
Dampak
[sunting | sunting sumber]Sumenep
[sunting | sunting sumber]Enam orang terluka akibat terkena serpihan kaca bangunan yang rusak atau terkena puing-puing bangunan yang jatuh.[12][13] Sebanyak 435 bangunan dilaporkan rusak, dengan 100 rumah rusak parah, 10 rumah rusak sangat parah, 150 rumah rusak sedang, dan 139 rumah rusak ringan. Selain itu, 26 tempat ibadah juga terdampak, terdiri dari 13 unit rusak ringan, 9 unit rusak sedang, dan 4 unit rusak berat. Sedangkan 7 unit sarana pendidikan dilaporkan rusak: empat rusak ringan, dua sedang, satu berat. Sementara fasilitas umum yang rusak tercatat dua unit.[14][15] kerusakan tersebar di dua kecamatan, yakni Gayam, dan Nonggunong, semuanya berada di kawasan Pulau Sapudi, wilayah yang paling dekat dengan pusat gempa.[16][17] Sebanyak 10 sekolah dasar (SD) di kecamatan Gayam, dan Nonggunong mengalami kerusakan.[18] Di Desa Gendang, Kecamatan Gayam, satu rumah roboh, tiga rumah ambruk, dan satu rumah rusak sebagian, serta plafon masjid di bawah kubah runtuh.[19] Kerusakan pada bangunan di Kabupaten Sumenep meliputi empat kecamatan, yakni Kecamatan Gayam, Nonggunong, Talango, dan Saronggi.[20]
Situbondo
[sunting | sunting sumber]Di Kabupaten Situbondo, tiga bangunan mengalami kerusakan, terdiri atas dua rumah, satu mushalla, dan sekolah dasar rusak ringan hingga sedang.[21] Kerusakan tersebut berada di tiga kecamatan, yaitu kecamatan Mangaran, Panarukan dan Panji.[22]
Jember
[sunting | sunting sumber]Di Kabupaten Jember, dua rumah dan satu sekolah rusak, kerusakan berada di kecamatan Jelbuk, Sukorambi dan Panti.[23]
Pamekasan
[sunting | sunting sumber]Di Kabupaten Pamekasan dua rumah dilaporkan rusak, meliputi dapur rumah yang ambruk, dan dinding serta lantai rumah warga terbelah.[24][25]
Probolinggo
[sunting | sunting sumber]Di Krejengan, Probolinggo, sebuah sekolah madrasah dilaporkan roboh dan rata dengan tanah.[26]
Dampak lainnya
[sunting | sunting sumber]Pada tanggal 29 September, Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo runtuh, dan menjebak puluhan santri yang berada didalamnya. Keruntuhan tersebut terjadi sekitar 200 kilometer dari pusat gempa. Peristiwa seismik ini secara signifikan menghambat operasi penyelamatan yang sedang berlangsung di pondok pesantren yang runtuh tersebut. Menurut Mohammad Syafii, Kepala Basarnas, gempa bumi telah memadatkan puing-puing, sehingga mengurangi ruang bagi korban yang terjebak. Ia mencatat bahwa celah antar puing yang awalnya selebar 50 sentimeter kini hanya 10 sentimeter, sehingga meningkatkan kesulitan akses bagi para korban selamat.[27] Gempa bumi ini juga meningkatkan kekhawatiran tentang integritas struktural bangunan yang tersisa, karena getaran dari gempa berpotensi menyebabkan keruntuhan lebih lanjut.[27]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Muhammad Refi Sandi (1 Oktober 2025). "BMKG: 166 Kali Gempa Susulan Guncang Sumenep, 6 Orang Luka dan Ratusan Rumah Rusak". iNews. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ ANSS. "M 6.0 - 32 km SE of Kalianget, Indonesia 2025". Comprehensive Catalog. U.S. Geological Survey.
- ↑ "Sejarah Panjang Gempa Sumenep, Guncangan Pertama Kali Abad ke-19 hingga Pernah Menewaskan Tiga Orang". Merdeka.com. 1 Oktober 2025. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ "Penyebab Gempa Sumenep Magnitudo 6,0". Detik.com. 1 Oktober 2025. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ "Gempa Bumi M 6,5 Guncang Sumenep Madura, Kedalaman 11 Km". CNBC Indonesia. 30 September 2025. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ ANSS. "M 4.5 - 32 km SE of Kalianget, Indonesia 2025". Comprehensive Catalog. U.S. Geological Survey.
- ↑ "BMKG ShakeMap: Pusat gempa berada di laut 50 km Tenggara Sumenep - Jawa Timur". BMKG. 30 September 2025. Diakses tanggal 30 September 2025.
- ↑ Bimo Kresnomurti (1 Oktober 2025). "Apa Penyebab Gempa Sumenep 6,0 SR Terjadi? Ini Penjelasan BMKG". Kontan. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ "BMKG: Sumenep miliki catatan bencana gempa merusak yang panjang". AntaraNews. 1 Oktober 2025. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ ANSS. "M 4.9 - 32 km SE of Kalianget, Indonesia 2025". Comprehensive Catalog. U.S. Geological Survey.
- ↑ "Gempa Kembali Guncang Sumenep, Warga Nyaris Tertimpa Reruntuhan". Kompas.com. 13 Oktober 2025. Diakses tanggal 13 Oktober 2025.
- ↑ Muhammad Refi Sandi (1 Oktober 2025). "BMKG: 166 Kali Gempa Susulan Guncang Sumenep, 6 Orang Luka dan Ratusan Rumah Rusak". iNews. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ "Gempa Magnitudo 6.5 Guncang Sumenep, 3 Warga Luka-Luka dan 30 Rumah Rusak". Liputan 6. 1 Oktober 2025. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ Temmy P (5 Oktober 2025). "435 Bangunan Rusak Akibat Gempa di Sumenep". Beritajatim com. Diakses tanggal 5 Oktober 2025.
- ↑ Ahmad Rahman (4 Oktober 2025). "406 Bangunan di Sumenep Rusak Akibat Diguncang Gempa". Detik.com. Diakses tanggal 4 Oktober 2025.
- ↑ Temmy P (1 Oktober 2025). "Update Gempa Sumenep: 144 Bangunan Rusak, 6 Korban Luka". Beritajatim.com. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ Ahmad Rahma (1 Oktober 2025). "Dampak Gempa M 6,5 di Sumenep: 22 Rumah Rusak, 3 Orang Luka". Detik.com. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ Nur Khalis; Andy Hartik (1 Oktober 2025). "10 Sekolah di Pulau Sepudi Sumenep Rusak akibat Gempa Magnitudo 6". Kompas.com. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ "Gempa M 6,5 di Sumenep, Masjid dan Puluhan Rumah di Pulau Sepudi Rusak". Kompas.com. 30 September 2025. Diakses tanggal 30 September 2025.
- ↑ "BNPB: 4 Rumah Warga Rusak Akibat Gempa di Sumenep". Kompas.com. 30 September 2025. Diakses tanggal 30 September 2025.
- ↑ "BPBD Situbondo catat beberapa rumah rusak akibat gempa Sumenep". Antara News. 1 Oktober 2025. Diakses tanggal 1 Oktober 2025.
- ↑ Ridho Abdullah Akbar; Andi Hartik (2 Oktober 2025). "Dampak Gempa M 6 Sumenep, 3 Bangunan di Situbondo Rusak". Surabaya.kompas.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2025.
- ↑ Yakub Mulyono (2 Oktober 2025). "Sejumlah Bangunan di Jember Rusak Terdampak Gempa Sumenep". Detik.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2025.
- ↑ "Akibat Gempa Magnitudo 6,0 di Sumenep, Dinding dan Lantai Rumah Warga Pamekasan Terbelah". Kompas.com. 2 Oktober 2025. Diakses tanggal 3 Oktober 2025.
- ↑ "Dapur Warga Pamekasan Rata Tanah akibat Guncangan Gempa 6,0 Magnitudo di Sumenep". Kompas.com. 3 Oktober 2025. Diakses tanggal 3 Oktober 2025.
- ↑ Rofiq, M. "Imbas Gempa Sumenep, Madrasah di Probolinggo Ambruk Rata dengan Tanah". detikjatim. Diakses tanggal 2025-10-08.
- 1 2 Marsi, Federica. "Rescuers race to save survivors of Indonesia school collapse as quake hits". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-05.