Gempa bumi Solok 2018

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Gempa bumi Solok 2018
Gempa bumi Solok 2018 is located in Topografi Sumatera
Gempa bumi Solok 2018
Waktu UTC??
ISC
USGS-ANSS
Tanggal *21 Juli 2018 (2018-07-21)
Waktu awal *14:58:17 WIB
Tanggal setempat
Waktu setempat
Kekuatan5,3 SR
Kedalaman21 km (13 mi)
Episentrum0°59′S 100°37′E / 0.99°S 100.62°E / -0.99; 100.62Koordinat: 0°59′S 100°37′E / 0.99°S 100.62°E / -0.99; 100.62
Intensitas maks.V MMI
TsunamiTidak
Korban1 tewas
Usang Lihat dokumentasi.

Gempa bumi Solok 2018 adalah sebuah gempa darat berkekuatan 5,3 SR[1] yang melanda Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia pada tanggal 21 Juli 2018, Pukul 14.58 WIB. Pusat gempa berada di 15 Km Tenggara Kota Solok, tepatnya di Kecamatan Gunuang Talang, Kabupaten Solok dengan kedalaman 21 Km. Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Solok, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kota Solok, Bukittinggi bahkan hingga Kabupaten Dharmasraya.[2]

Dampak dan Korban[sunting | sunting sumber]

Guncangan gempa bumi terkuat berada di wilayah Kabupaten Solok terutama Kecamatan Gunuang Talang, lalu Kota Padang dan Kota Solok berupa guncangan III-V MMI. Data sementara menyebutkan 1 orang meninggal dunia merupakan warga Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunuang Talang karena tertimpa dinding rumahnya yang roboh.[3] Sedangkan 2 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, rumah warga yang rusak tercatat sebanyak 23 unit, tersebar di Kabupaten Solok.[4] Dampak gempa terparah berada di kecamatan Danau Kembar dan Lembah Gumanti.

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Gempa bumi ini berpusat di darat sekitar sebelah barat kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok. Dengan memperhatikan lokasinya dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini merupakan jenis gempabumi tektonik kerak dangkal yang terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatra pada segmen Sumani. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis Sesar geser mendatar. Gempa bumi ini sempat mempengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Talang namun demikian statusnya tetep di level I (normal).[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]