Gedangan, Tuntang, Semarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Gedangan
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Semarang
Kecamatan Tuntang
Pemerintahan
 • Kepala desa Daroji
Kodepos 50773
Luas -
Jumlah penduduk -
Kepadatan -

Gedangan, adalah merupakan sebuah nama salah satu desa yang terletak di kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang. |kode pos =50773

Profil Desa Gedangan[sunting | sunting sumber]

Gedangan, adalah merupakan sebuah nama salah satu desa yang terletak di kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang. Desa Gedangan terletak di tengah-tengah kawasan kaki gunung Merbabu dan daerah sekitaran Rawa Pening, sehingga Gedangan mempunyai daerah perkebuna, kehutanan dan persawahan. Desa Gedangan wilayah topografinya 500 m diatas permukaan laut dan beriklim tropis bersuhu kisaran 20ºC – 30 ºC sehingga menjadikan Desa Gedangan wilayah yang sejuk, dan cocok dijadikan tempat persinggahan.

Letak geografis desa Gedangan di koordinat 110.4625’’ bujur Timur dan -7.332383’’ Lintang Selatan, dengan luas wilayah 267,707 Ha. Batas wilayah desa Gedangan sebelah barat adalah desa Kalibeji dan desa Rowosari, sebelah selatan desa Polobogo, sebelah utara desa Sraten, dan sebelah timur berbatasan dengan wilayah Kota Salatiga, sehingga warga Gedangan sering menyebutnya sebagai bagian dari wilayah Kota Salatiga.

Sejarah Desa Gedangan[sunting | sunting sumber]

Pada masa Penjajahan Belanda banyak para bangsawan yang manjadi Pejabat di Keraton Solo beserta prajuritnya melarikan diri karena tidak berkenan dengan kebijakan pihak Belanda,termasuk Wijaya Kusuma dan Wicitra Kusuma.Mereka lari tanpa tujuan yang pasti melewati banyak daerah dengan beraneka ragam situasi,namun mereka belum juga menemukan daerah yang dirasa aman hingga sampailah mereka ke sebuah daerah tidak bertuan yang sangat subur dan daerah tersebut banyak ditumbuhi pohon Pisang atau dalam bahasa Jawa disebut Gedang. Mereka memutuskan untuk menetap didaerah tersebut dengan mata pencaharian bercocok tanam dan mereka semua merasa nyaman. Semakin lama daerah tersebut menjadi berkembang. Dan sesuai perkembangan jaman maka daerah tersebut dipanggil dengan sebutan Gedangan.

Namun dalam versi lain ada sesepuh yang menyatakan bahwa Wijaya Kusuma dan Wicitra Kusuma beserta anak buahnya lari dari wilayah  Keraton Solo karena dikejar Pasukan Belanda dalam sebuah pertempuran .Mereka melarikan diri tanpa arah dan tujuan, hingga mereka hampir tersusul oleh pasukan Belanda .Karena kalah dalam jumlah dan persenjataan wijaya Kusuma .Wicitra Kusuma dan prajuritnya  bersembunyi didaerah yang penuh dengan pohon Gedang atau Pisang, setelah Belanda pergi dan keadaan dirasa aman  mereka memutuskan menetap didaerah tersebut dan untuk mengenang tempat persembunyian mereka dari kejaran pasukan Belanda tersebut  mereka menamakan daerah tempat tinggal mereka yang penuh dengan pohon pisang atau Gedang dengan nama Gedangan.Setelah meninggal Wijaya Kusuma dimakamkan di pemakaman kecil sedangkan Wicitra Kusuma dimakamkan di pemakaman Gede.setelah Indonesia merdeka daerah Gedangan sudah mulai ada pemerintahan desa dengan lurah Nyai Samban seorang wanita .Pada masa pemerintahan lurah Sumarno setelah Nyai Samban wafat ada peraturan yang menyatakan jumlah minimal penduduk dalam satu desa ,kemudian diadakan penggabungan dengan dusun Bandongan ,sebuah dusun yang bersebelahan dengan Gedangan. Untuk nama desa kemudian diundi antara nama Bandungan dan Gedangan, dan yang keluar adalah nama Gedangan. Sejak saat itu Gedangan sah menjadi nama desa yang hingga sekarang sudah berkembang dengan pesat.

Kondisi Umum Desa Gedangan[sunting | sunting sumber]

DATA GEOGRAFIS

Letak geografis: 110.4625’’ bujur Timur dan -7.332383’ Lintang Selatan.

Luas wilayah: 267,707Ha

Topografi: Luas Kemiringan Rata-rata

  • Datar: 196,713 Ha
  • Pegunungan: 70,994 Ha
  • Ketinggian Rata-rata dari Permukaan Laut: 500 m

Batas Wilayah:

  • Sebelah Barat Desa Kalibeji dan Desa Rowosari,
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Polobogo Kecamatan Getasan,
  • Sebelah Timur wilayah Kabupaten Semarang berbatasan dengan Wilayah Kota Salatiga
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Sraten.

Klimatologi:

  • Iklim: Tropis
  • Suhu Udara Rata-rata: 20° C – 30 °C
  • Curah Hujan: 3000 mm
  • Kelembaban Udara:
  • Kecepatan Angin:

Luas Lahan:

  • Pertanian: Sawah Teririgasi: 30,500 Ha. Sawah Tadah Hujan: 0 Ha
  • Pemukiman: 60 Ha

Wilayah Administratif Desa[sunting | sunting sumber]

NO. DUSUN LUAS (HA) RW RT
DARAT SAWAH
1 Bandungan 45 29 1 6
2 Jaten 47 - 1 4
3 Bendo 38.5 - 1 4
4 Dempel 24 - 1 3
5 Karangnongko 33.5 - 1 3
6 Gedangan 29 17 1 4
7 Padaan 22 14.707 1 4
JUMLAH 239 60.707 7 28

.