Lompat ke isi

Gatha (Buddhisme)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dalam Buddhisme, gāthā (Pali dari Sanskerta gāthā; Khmer: គាថា; Thai: คาถา; juga dieja khatha) mengacu pada sajak umum berbahasa Prakrit dan Pali,[1] atau secara khusus pada meter āryā dari Sanskerta. Bagian-bagian versifikasi (berayat) dari Kanon Pāli (Tipitaka) dari Buddhisme Theravāda juga secara khusus disebut gāthā. Kata ini awalnya berasal dari akar kata Sanskerta/Prakrit gai, yang berarti 'berbicara, menyanyi, melantunkan, atau memuji', berkerabat dengan istilah bahasa Avesta gatha.[2]

Bait-bait dari dialek Prakrit Ardhamagadhi, Sauraseni, dan Pāli dikenal sebagai gāthā sebagai pembeda dari sloka dan sutra berbahasa Sanskerta serta dohas dari Apabhraṃśa. Sebagian besar naskah Jain dan Buddhis yang ditulis dalam bahasa Prakrit tersusun atas gāthā (sajak, ayat, atau bait).

Daftar gatha

[sunting | sunting sumber]

Secara umum, setiap bagian versifikasi (berayat) dari Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan Buddhisme Theravāda secara khusus disebut gāthā. Selain itu, terdapat beberapa teks berjudul "gāthā" yang ditemukan dalam paritta Pali tradisional. Berikut adalah gāthā yang dikutip dalam buku lantunan ordo Dhammayuttika Nikāya di Amerika Serikat:[3]

  • Ovāda-pāṭimokkha Gāthā
  • Sabba-patti-dāna Gāthā (Verses for Dedication of Merit)
  • Devatādipattidāna Gāthā (Dedication of Merit to the Devas & Others)
  • Uddissanādhiṭṭhāna Gāthā (Verses for Dedicating Merit)
  • Aṭṭh’aṅgika-magga Gāthā (Verses on the Eightfold Path)
  • Dhamma-gārav’ādi Gāthā (Verses on Respect for the Dhamma, etc.)
  • Bhāra-sutta Gāthā (Verses from the Discourses on the Burden)
  • Namakāra-siddhi Gāthā (Verses on Success through Homage)
  • Cha Ratana Paritta Gāthā (The Six Protective Verses from the Discourse on Treasures)
  • Buddha-jaya-maṅgala Gāthā (The Verses of the Buddha’s Victory Blessings)
  • Devatāyuyyojana Gāthā (Verses Ushering the Devas Back Home)
  • Tāyana-gāthā (The Verse to Tāyana)
  • Vihāra-dāna Gāthā (Verses on Giving a Dwelling)
  • Nidhi-kaṇḍa-sutta Gāthā (Verses from the Discourse on the Reserve Fund)
  • Tiro-kuḍḍa-kaṇḍa-sutta Gāthā (Hungry Shades Outside the Walls)
  • Jinapañjara Gāthā

Berikut adalah daftar paritta berjudul 'gāthā' dalam tradisi yang diamalkan Sangha Theravada Indonesia:[4]

  • Namakārasiddhi Gāthā
  • Saccakiriyā Gāthā (Pernyataan Kebenaran)
  • Mahākāruṇikonāthotiādi Gāthā
  • Namokāraṭṭhaka Gāthā
  • Devatā-uyyojana Gāthā
  • Sakkatvātiādi Gāthā
  • Mahājayamaṅgala Gāthā
  • Buddhajayamaṅgala Gāthā
  • Sabbarogatiādi Gāthā
  • Sāmaññānumodanā Gāthā
  • Aggappasāda Sutta Gāthā
  • Bhojanānumodanā Gāthā
  • So Atthaladdhotiādi Gāthā
  • Cullamaṅgalacakkavāḷa Gāthā
  • Ratanattayānubhavādi Gāthā
  • Sumaṅgala Gāthā I
  • Sumaṅgala Gāthā II
  • Pabbatopama Gāthā
  • Ariyadhana Gāthā
  • Tilakkhaṇādi Gāthā
  • Bodhisutta Gāthā
  • Paṁsukulā Gāthā
  • Ādiyasutta Gāthā
  • Catutirokudda Gāthā

Ada juga beberapa gāthā esoterik dalam tradisi-tradisi lain seperti:

Praktik tradisional

[sunting | sunting sumber]
Sebuah yantra (tato) suci yang digunakan di Thailand sebagai jimat dan syamanistik sak yant, ditulis dalam aksara Khmer Kuno

Dalam praktik tradisional Khmer dan Thai, khatha (gāthā), yang merujuk pada doa, mantra, dan rapalan magis suci berbahasa Pali lainnya, digunakan secara umum oleh orang Thailand untuk berbagai tujuan; baik untuk perlindungan, daya tarik, atau usaha bisnis, selalu ada khatha yang dapat digunakan. Kata khatha, atau "gāthā" dalam Pali, berarti "ucapan", dan oleh karena itu makna asli kata tersebut menyiratkan bahwa khatha awalnya hanya digunakan sebagai bahasa lisan, bukan bentuk tertulis. Meskipun demikian, kata khatha digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang diucapkan maupun yang ditulis.

Aksara Khom, huruf yang terlihat digunakan dalam tato Sak Yant

Khatha juga digunakan dalam pelantunan Buddhis oleh praktisi Ruesi (pertapa bijak) Thai untuk rapalan magis mereka, dituliskan pada Jimat Buddha Thai dan kain yantra, serta menjadi isi utama dalam tato Sak Yant. Desain tato yantra suci dipenuhi dengan Gāthā Pali, dan juga digunakan untuk menghiasi ruang di antara setiap desain. Ketika sebuah khatha dituliskan di atas kertas, kain, logam, kulit, atau permukaan lainnya, penulisan ini secara tradisional dilakukan menggunakan aksara Khmer Kuno (dikenal sebagai "Khom" di Thailand). Aksara Khmer kuno hanya diizinkan untuk digunakan pada naskah-naskah suci atau kitab suci, dan tidak pernah untuk percakapan umum atau urusan sehari-hari. Alfabet ini dianggap oleh sebagian orang Thailand sangat suci dan memiliki kekuatan spiritual di dalam setiap hurufnya.

Praktik kontemporer

[sunting | sunting sumber]

Dalam praktik Buddhis kontemporer yang dipopulerkan (dan berasal dari tradisi Zen dan Theravādin) oleh Master Zen Thich Nhat Hanh, gāthā adalah sebuah ayat yang dilantunkan (biasanya dalam hati, tidak diucapkan) selaras dengan irama napas sebagai bagian dari praktik kesadaran, baik dalam kehidupan sehari-hari,[5][6] atau sebagai bagian dari meditasi atau studi meditatif.[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Amaresh Datta (1988) Encyclopaedia of Indian literature vol. 2 Chennai: Sahitya Academy ISBN 81-260-1194-7 hlm. 1374
  2. Amaresh Datta (1988) Encyclopaedia of Indian literature vol. 2 Chennai: Sahitya Academy ISBN 81-260-1194-7 hlm. 1373
  3. "A Chanting Guide". dhammatalks.org (dalam bahasa Inggris). 1999-04-12. Diakses tanggal 2025-10-25.
  4. "Daftar isi Paritta Suci". Vihara Sasana Subhasita (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-10-25. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. Hanh, Thich Nhat (1997). Stepping Into Freedom. Parallax Press. ISBN 1-888375-02-7.
  6. Weiss, Andrew (4 Februari 2004). Beginning Mindfulness: Learning the Way of Awareness. New World Library. ISBN 978-1577314417.
  7. The Blooming of a Lotus: Guided Meditation Exercises for Healing and Transformation, oleh Thich Nhat Hanh, (Beacon Press, Boston, MA USA 1993) ISBN 0-8070-1222-X

Pranala terkait

[sunting | sunting sumber]