Gangguan kepribadian obsesif kompulsif
Tampilan
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022) |
Artikel bertopik psikiatri atau psikologi ini tidak dimaksudkan sebagai acuan analisa atau penentuan pengobatan atas kondisi diri sendiri atau orang lain. Silakan berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berwenang melakukan hal tersebut. Silakan baca juga halaman mengenai sangkalan medis |
Gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Para penyintas gangguan kepribadian ini pikirannya dipenuhi oleh gagasan-gagasan yang menetap dan tidak terkontrol, dan dia dipaksa untuk melakukan hal tertentu secara berulang sehingga memengaruhi aktivitas sehari-hari.[1]
Penyebab
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah penyebab gangguan kepribadian obsesif.[2]
- Genetik
- Organik
- Kepribadian
- Berkaitan dengan pengalaman di masa lalu
- Berkaitan dengan riwayat depresi dan gangguan kecemasan sebelumnya
- Konflik hidup
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Jurnal Ocd | PDF". Scribd. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-06-25. Diakses tanggal 2021-12-06.
- ↑ Asrori, Moh Mizan (2018-07-24). "Terapi Islam dan gangguan obsesif-kompulsif: studi kasus penerapan terapi rukiah di Cenlecen Pasongsongan Sumenep" (dalam bahasa Inggris). UIN Sunan Ampel Surabaya. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-06. Diakses tanggal 2021-12-06. ;