Gangguan kepribadian antisosial

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Gangguan kepribadian antisosial
Klasifikasi dan rujukan luar
Sinonims Gangguan kepribadian disosial, sosiopat
Spesialisasi Psikiatri
Patient UK Gangguan kepribadian antisosial

Templat:Personality disorders sidebar Gangguan kepribadian antisosial (antisocial personality disorder) adalah sebuah gangguan kepribadian yang ditandai oleh perilaku yang tidak mempedulikan atau melanggar hak asasi orang lain secara berkepanjangan. Ciri lainnya adalah rasa moral dan nurani yang rendah serta perilaku kriminal, impulsif, dan agresif.[1][2]

Entri Antisocial personality disorder digunakan di dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) keluaran American Psychiatric Association. Sementara itu, di dalam International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) keluaran Organisasi Kesehatan Dunia, entri Dissocial personality disorder (DPD) menyebutkan bahwa diagnosisnya mencakup gangguan kepribadian antisosial. Kedua manual kesehatan tersebut memiliki kriteria diagnosis yang serupa namun tak sama.[3] Gangguan kepribadian antisosial sering pula disebut sebagai psikopat atau sosiopat tetapi banyak ilmuwan yang telah menyatakan bahwa psikopat merupakan gangguan yang memiliki beberapa ciri yang sama namun dapat dibedakan dari gangguan kepribadian antisosial.[4][5][6][7][8]

Gejala Umum[sunting | sunting sumber]

Secara umum gangguan kepribadian antisoasial dapat dilihat dari gejala yang di tunjukan oleh buku Panduan Statistik Diagnosa (Diagnostic Statistical Manual/DSM)[9]. Ciri yang paling menonjol dari mereka adalah tingkat kecemasan yang rendah ketika berhadapan dengan situasi yang mengancam dan kurangnya rasa bersalah dan menyesal atas kesalahan yang telah mereka lakukan. Hukuman biasanya hanya member sedikit dampak dalam perilaku mereka. Meski orang tua atau orang lain menghukum mereka untuk kesalahan yang mereka lakukan, mereka tetap menjalani kehidupan yang tidak bertanggung jawab dan impulsif. Laki-laki cenderung menerima diagnosis kepribadian antisosial daripada perempuan (Robins, Locke, & Reiger,). Sedangkan gejala-gejalanya menurut Cleckley ialah:

  1. Cukup rendah rasa bersosialisasi dan kecerdasan di atas rata-rata.
  2. Tidak adanya tanda-tanda lain pemikiran irasional.
  3. Tidak adanya ketenangan,kecemasan neurotik atau gejala lainnya yang cukup besar.
  4. Ketidaktulusan.
  5. Kurangnya penyesalan, tidak ada rasa malu.
  6. Perilaku yang antisosial tidak mempunyai cukup motivasi dan buruk merencanakan sesuatu.
  7. Miskin penilaian dan kegagalan untuk belajar dari pengalaman.
  8. Patologisego, ketidakmampuan untuk cinta sejati.
  9. Miskin emosi yang mendalam.
  10. Kurangnya wawasan tentang apapun yang benar.
  11. Tidak ada riwayat usaha bunuh diri yang sejati.
  12. Kehidupan seks sepele,dan kurang terintegrasi.
  13. Kegagalan untuk memiliki rencana hidup.

Terapi[sunting | sunting sumber]

Terapi dengan kepribadian tergantung difasilitasi oleh fakta bahwa orang-orang mencari orang lain yang lebih kuat pada siapa diri mereka bergantung. Oleh karena itu mereka membuat pasien bersedia menjadi reseptif. Namun,sifat ini dapat membuat mereka terlalu tergantung pada terapis dan kurang cenderung untuk membuat keputusan sendiri dan untuk mengambil tanggung jawab untuk diri mereka sendiri. Millon menunjukkan bahwa pendekatan tidak langsung bekerja lebih baik daripada perilaku karena mereka mendorong kemerdekaan. Selain itu pemilik kepribadian Historinic memerlukan terapi untuk waktu yang lama, terutama ketika sumber kecemasan yang diselidiki. Millon mengusulkan terapi congnitive untuk membantuk kepribadian histrionik belajar untuk berpikir dari pada bertindak impulsif. Kepribadian pasif-agresif membuat pengobatan sulit karena masalah yang dihadapi sebagian besar adalah karena ulah mereka sendiri,mereka lupa janji,datang terlambat ,dsb. Teknik psiko analitik menafsirkan resistensi tersebut dapat membantu.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Overview- Antisocial personality disorder". Mayo Clinic. 2016-04-02. Diakses tanggal 2016-04-12. 
  2. ^ Berger, Fred K. (2016-07-29). "Antisocial personality disorder: MedlinePlus Medical Encyclopedia". MedlinePlus. Diakses tanggal 2016-11-01. 
  3. ^ Farrington, David P.; Coid, Jeremy (2004). Early Prevention of Adult Antisocial Behavior. Cambridge University Press. hlm. 82. ISBN 978-0-521-65194-3. Diakses tanggal 2008-01-12. 
  4. ^ Patrick, Christopher J. (2005). Handbook of Psychopathy. Guilford Press. ISBN 9781606238042. Diakses tanggal 2013-07-18. 
  5. ^ Hare, Robert D. (1996-02-01). "Psychopathy and Antisocial Personality Disorder: A Case of Diagnostic Confusion". Psychiatric Times. UBM Medica. 13 (2). Diakses tanggal 2017-05-19. (Perlu mendaftar (help)). 
  6. ^ Hare, Robert D.; Hart, Stephen D.; Harpur, Timothy J. (1991). "Psychopathy and the DSM—IV Criteria for Antisocial Personality Disorder" (PDF). Journal of Abnormal Psychology. American Psychological Association. 100 (3): 391–398. Diakses tanggal 2017-05-19. 
  7. ^ Semple, David; Smyth, Roger; Burns, Jonathan; Darjee, Rajan; McIntosh, Andrew (2005). The Oxford Handbook of Psychiatry. New York: Oxford University Press. hlm. 448–449. ISBN 0-19-852783-7. 
  8. ^ Skeem, J. L.; Polaschek, D. L. L.; Patrick, C. J.; Lilienfeld, S. O. (2011). "Psychopathic Personality: Bridging the Gap Between Scientific Evidence and Public Policy". Psychological Science in the Public Interest. 12 (3): 95–162. doi:10.1177/1529100611426706. 
  9. ^ Association., American Psychiatric; DSM-IV., American Psychiatric Association. Task Force on (2000). Diagnostic and statistical manual of mental disorders : DSM-IV-TR (edisi ke-4th ed., text revision). Washington, DC: American Psychiatric Association. ISBN 9780890420256. OCLC 43483668.