Gajah Tunggal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
PT Gajah Tunggal Tbk
Perusahaan publik
Kode emitenIDX: GJTL
IndustriBan
Didirikan24 Agustus 1951; 70 tahun lalu (1951-08-24)
Kantor
pusat
Jakarta, Indonesia
Wilayah operasi
Indonesia
Tokoh
kunci
Sugeng Rahardjo[1]
(Direktur Utama)
Sutanto[2]
(Komisaris Utama)
Produk
Merek
  • GT Radial
  • Giti
  • Zeneos
PendapatanRp 13,435 triliun (2020)[3]
Rp 614,861 milyar (2020)[3]
Total asetRp 17,782 triliun (2020)[3]
Total ekuitasRp 6,855 triliun (2020)[3]
PemilikDenham Pte Ltd (49,5%)
Compagnie Financiere Michelin (10%)
Karyawan
17.883 (2020)[3]
Anak
usaha
PT Prima Sentra Megah (99%)
PT Filamendo Sakti (99%)
PT Speedwork Solusi Utama (51%)
PT IRC Gajah Tunggal Manufacturing Indonesia (50%)
PT Polychem Indonesia Tbk (25,6%)
Situs webwww.gt-tires.com

PT Gajah Tunggal Tbk adalah sebuah produsen ban yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini memiliki pabrik di Serang dan Tangerang.[3][4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1951 dengan bisnis di bidang produksi dan distribusi ban luar dan ban dalam sepeda. Pada tahun 1971, perusahaan ini meneken perjanjian bantuan teknik dengan Inoue Rubber Company (IRC) asal Jepang untuk memproduksi ban sepeda motor. Pada tahun 1981, perusahaan ini mulai memproduksi ban bias untuk kendaraan niaga dengan bantuan teknik dari Yokohama Rubber Company asal Jepang. Pada tahun 1990, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Pada tahun 1991, perusahaan ini mengakuisisi GT Petrochem Industries, sebuah produsen kain ban dan benang nilon. Pada tahun 1993, perusahaan ini mulai memproduksi ban radial untuk mobil dan truk ringan. Pada tahun 1995, perusahaan ini mengakuisisi Langgeng Baja Pratama, sebuah produsen kawat baja. Pada tahun 1996, perusahaan ini mengakuisisi Meshindo Alloy Wheel, produsen velg berbahan aluminium terbesar kedua di Indonesia. Sementara itu, GT Petrochem Industries juga mulai memproduksi karet sintetis, etilena glikol, benang poliester, dan serat poliester. Pada tahun 2001, perusahaan ini meneken perjanjian produksi dengan Nokian Tyres asal Finlandia untuk memproduksi beberapa jenis ban mobil, termasuk ban untuk musim dingin guna dijual di luar Indonesia. Pada tahun 2002, perusahaan ini menyelesaikan proses restrukturisasi, sehingga utang perusahaan ini turun lebih dari US$ 200 juta dan utang ke FRN dikonversi. Pada tahun 2004, perusahaan ini resmi menyelesaikan proses restrukturisasi, dengan dipisahnya laporan keuangan perusahaan ini dan GT Petrochem Industries. Pada saat yang sama, perusahaan ini mengakuisisi aset Tire Cord (TC) dan Styrene Butadiene Rubber (SBR) milik GT Petrochem Industries. Perusahaan ini juga mendivestasi Langgeng Baja Pratama dan meneken perjanjian dengan Michelin, di mana perusahaan ini akan memproduksi ban bermerek Michelin untuk diekspor ke luar Indonesia. Perusahaan ini kemudian meluncurkan sejumlah gerai TireZone. Pada tahun 2005, perusahaan ini mendivestasi Meshindo Alloy Wheel. Pada tahun 2010, perusahaan ini meluncurkan Champiro Eco, ban buatan Indonesia pertama yang ramah lingkungan. Pada tahun 2012, perusahaan ini membeli sebidang tanah di Karawang untuk digunakan sebagai fasilitas pengujian dan lokasi ekspansi bisnis di masa depan. Pada tahun 2014, perusahaan ini mulai membangun pabrik untuk memproduksi ban radial truk dan bus. Pada tahun 2016, perusahaan ini meluncurkan ban Giti TBR dan meresmikan fasilitas pengujian di Karawang. Pada tahun 2018, bersama IRC, perusahaan ini mendirikan PT IRC Gajah Tunggal Manufacturing Indonesia untuk memproduksi ban sepeda motor berperforma tinggi. [4][3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Dewan Direksi". PT Gajah Tunggal Tbk. Diakses tanggal 23 Maret 2022. 
  2. ^ "Dewan Komisaris". PT Gajah Tunggal Tbk. Diakses tanggal 23 Maret 2022. 
  3. ^ a b c d e f g "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Gajah Tunggal Tbk. Diakses tanggal 23 Maret 2022. 
  4. ^ a b "Sejarah Perusahaan". PT Gajah Tunggal Tbk. Diakses tanggal 23 Maret 2022.