Gai Jatra
Gai Jatra (Bahasa Newar: गाईजात्रा), yang juga dikenal dengan endonim Sa Paru (Bahasa Nepal Bhasa: सा पारु), adalah sebuah festival di Nepal yang terutama dirayakan oleh masyarakat Newar di Lembah Kathmandu.[1][2] Festival ini diadakan untuk menghormati anggota keluarga dekat yang telah meninggal pada tahun sebelumnya. Berbagai kelompok anak-anak yang mengenakan kostum sapi atau pakaian keagamaan lainnya berkeliling di berbagai kota.
Festival ini umumnya dirayakan pada bulan Bhadra (Agustus/September).[2] Tanggalnya ditentukan berdasarkan kalender lunar Nepal Samabat dan jatuh pada hari pertama paruh gelap bulan Gunla.
Asal usul
[sunting | sunting sumber]Gai Jatra dimulai oleh Raja Pratap Malla yang memerintah pada 1641-1671 Masehi.[3] Putra remajanya, Chakravartendra Malla, meninggal secara mendadak, dan sang ratu sangat berduka. Raja Pratap Malla kemudian memulai tradisi ini untk membantu perjalanan arwah putranya ke kehidupan selanjutnya serta emnghibur sang ratu dan keluarga lain yang juga kehilangan orang tercinta.[4][5]
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Dalam bahasa Nepal Bhasa, nama festival ini adalah Sa Paru. Kata Sa berarti "sapi", sedangkan Paru merujuk pada Pratipada tithi (hari pertama dlam satu paruh bulan menurut sistem kalender Hindu). Festival ini dinamai demikian karena dirayakan pada tithi pratipada di paruh terang bulan Bhadra, dan anak-anak mengenakan kostum sapi. Secara umum, festival ini lebih dikenal sebagai Gai Jatra (harfiah: "karnaval sapi") dalam bahasa Nepali dan diberbagai daerah lainnya.[6]
Perayaan
[sunting | sunting sumber]Dalam agama Hindu, sapi (Gai) dianggap suci seperti Dewi Laksmi dan dipandang sebagai sosok ibu. Anak-anak dari keluarga yang kehilangan anggota keluarga akan datang ke Istana hanuman Dhoka, tempat pendeta Newar memanjatkan doa bagi mereka yang telah wafat.
Anak-anak biasanya mengenakan rok panjang dan sabuk tulle di pinggang dengan ujung-ujungnya menjuntai ke kanan dan ke kiri hingga menyentuh tanah saat berjalan. Bagian ini harus menyentuh tanah karena melambangkan jalan bagi arwah orang yang telah meninggal untuk naik dari Bumi menuju surga. Inilah sebabnya festival ini juga disebut sebagai festival dengan pakaian yang diseret saat berjalan.
Mereka juga mengenakan hiasan kepala bergambar sapi, yang merupakan elemen penting serta kumis yang digambar di wajah mereka. Jatra ini bersifat religius bagi komunitas Newar, yang bertujuan membantu arwah melewati perjalanan dari Bumi ke surga serta menghibur mereka yang ditinggalkan. Arak-arakan yang dilakukan anak-anak berlangsung pada pagi hari, sementara pada malam hari diadakan parodi dan komedi tunggal di Hanuman Dhoka Dabali untk menghibur Sang Ratu dan masyarakat.
Sejak tahun 1600-an, bentuk parodi dan humor dalam festival ini berkembang, termasuk satire politik, dan kini juga ditampilkan dalam acara televisi. Biasanya, komedian pria mengenakan pakaian wanita dan memerankan karakter laki-laki maupun perempuan. Ini menjadi hiburan yang menyenangkan bagi komunitas Newar maupun masyarakat Nepal secara umum.[7]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Chettri, Prabhakar. "Festivals of Nepal: Gai Jatra". nepalhomepage.com. Diarsipkan dari web aslinya pada 2008-05-09.
- 1 2 Setopati, सेतोपाटी. "गाईजात्रा सुरु". Setopati. Diakses kembali pada 2022-09-01.
- ↑ "गाईजात्रा कहाँ, किन र कसरी मनाइन्छ?". BBC News नेपाली (in Nepali). 2021-07-19. Diakses kembali pada 2022-09-01.
- ↑ "Devotees celebrate Gai Jatra in Kathmandu for the salvation of departed souls". ANI News. 2021-08-23. Diarsipkan dari web aslinya pada 2021-08-23. Diakses kembali pada 2022-08-07.
- ↑ "Gaijatra being observed in Kathmandu Valley". kathmandupost.com. Diakses kembali pada 2022-09-01.
- ↑ "'सा पारु' अर्थात् गाईजात्रा". 'सा पारु' अर्थात् गाईजात्रा. Diakses kembali pada 2022-09-01.
- ↑ "गाईजात्रा: मृत्यु शोकको अनौठो उत्सव". Online Khabar. Diakses kembali pada 2022-09-01.