Lompat ke isi

Fraxinus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Fraxinus
Fraxinus ornus
Ilustrasi tahun 1862[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Lamiales
Famili: Oleaceae
Genus: Fraxinus
L.[2]
Sinonim[3]

Fraxinus (/ˈfræksɪnəs/), yang umumnya dikenal sebagai ash, adalah sebuah genus tumbuhan dalam famili zaitun dan lilac, Oleaceae,[4] dan mencakup 45–65 spesies pohon yang biasanya berukuran sedang hingga besar. Sebagian besar spesiesnya merupakan tumbuhan peluruh (menggugurkan daun pada musim gugur), meskipun beberapa spesies subtropis bersifat hijau abadi. Genus ini tersebar luas di sebagian besar Eropa, Asia, dan Amerika Utara.[3]

Daun-daunnya biasanya tumbuh berhadapan, dan sebagian besar majemuk menyirip (terbagi menjadi anak-anak daun dengan susunan menyerupai bulu). Bijinya, yang populer disebut "keys", secara botani merupakan jenis buah yang disebut samara. Beberapa spesies merupakan tumbuhan berumah dua (dioecious), yakni memiliki bunga jantan dan betina pada individu tanaman yang terpisah.

Kayu ash bersifat kuat dan elastis, serta digunakan untuk gagang perkakas. Para pembuat alat musik menggunakannya untuk gitar listrik dan selongsong drum. Morgan Motor Company membuat rangka mobil sport dari kayu ash. Dalam mitologi Yunani, Meliai adalah para nimfa dari pohon ash.

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Nama umum pohon ini dalam bahasa Inggris, "ash", berasal dari Bahasa Inggris Kuno æsc, yang berakar dari nama Proto-Indo-Eropa untuk pohon tersebut, sementara nama genusnya berasal dari bahasa Latin frāxinus, dari kata Proto-Indo-Eropa untuk betula. Kedua kata tersebut juga berarti "tombak", karena kayu ash digunakan sebagai tangkainya.[5]

Deskripsi

[sunting | sunting sumber]

Daun pohon ash biasanya tumbuh berhadapan (jarang berupa karangan), dan umumnya majemuk menyirip. Bijinya, yang populer disebut "keys", secara botani adalah buah bersayap tunggal dari jenis yang disebut samara. Sebagian besar spesies Fraxinus bersifat berumah dua (dioecious), yakni memiliki bunga jantan dan betina pada tanaman terpisah. Bunga jantan memiliki dua benang sari. Jika kelopak (calyx) ada, ia memiliki empat cuping; jika terdapat mahkota (corolla), ia memiliki empat cuping atau empat daun mahkota, yang berwarna putih atau kuning pucat.[6]


Sejarah fosil

[sunting | sunting sumber]

Fosil tertua yang secara jelas teridentifikasi sebagai Fraxinus berasal dari kala Eosen Tengah (49–39 juta tahun lalu) di tenggara Amerika Utara, termasuk spesies punah F. wilcoxiana.[7][8] Serbuk sari fosil F. angustifolia diketahui berasal dari kala Miosen Atas (12 juta tahun lalu) di Eropa.[7] Buah bersayap F. oishii telah ditemukan pada lapisan Miosen Tengah di Korea.[9]

Taksonomi

[sunting | sunting sumber]
Fraxinus ornus

Genus Fraxinus dideskripsikan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1753. Nama tersebut masih diterima hingga kini oleh para ahli taksonomi.[10] Berbagai penulis telah mendeskripsikan genus pohon lain yang bersinonim dengan Fraxinus: Ornus oleh botanikus dan dokter Jerman Georg Rudolf Boehmer pada tahun 1760; Fraxinoides oleh dokter Jerman Friedrich Kasimir Medikus pada tahun 1791; Mannaphorus oleh polimatik Prancis Constantine Samuel Rafinesque pada tahun 1818; Calycomelia oleh botanikus Ceko Vincenz Franz Kosteletzky [de] pada tahun 1834; Leptalix, Ornanthes, Samarpsea (salah eja) dan Samarpses, Apilia serta Aplilia oleh Rafinesque, semuanya pada tahun 1838; Meliopsis oleh botanikus Jerman Ludwig Reichenbach pada tahun 1841; dan Petlomelia oleh imam Belgia Julius Nieuwland pada tahun 1914.[10]

Filogeni eksternal

[sunting | sunting sumber]

Angiosperm Phylogeny Group telah mengklasifikasikan Fraxinus sebagai bagian dari Oleaceae (famili zaitun dari tumbuhan berkayu berbunga), di dalam ordo Lamiales (ordo min, yang mencakup banyak herba aromatik).[11][12]

Lamiales

Filogeni internal

[sunting | sunting sumber]

Spesies-spesies disusun ke dalam seksi-seksi yang diidentifikasi melalui analisis filogenetik terhadap klad-klad di dalam genus Fraxinus:[13][7]

Fraxinus

seksi Dipetalae

seksi Melioides

seksi Pauciflorae

seksi Ornus

seksi Fraxinus

seksi Sciadanthus

Seksi Dipetalae
Seksi Fraxinus
Seksi Melioides sensu lato
Seksi Melioides sensu stricto
Seksi Ornus
Seksi Pauciflorae
Seksi Sciadanthus

Ekologi dan persebaran

[sunting | sunting sumber]

Genus Fraxinus tersebar luas di sebagian besar Eropa, Asia, dan Amerika Utara.[3] Genus ini terutama ditemukan di wilayah beriklim sedang atau subtropis; 22 spesiesnya terdapat di Tiongkok,[16] sementara sebagai contoh Italia memiliki 4 spesies.[17] Baik spesies Fraxinus asli maupun introduksi terdapat di hampir setiap negara bagian yang saling berbatasan di Amerika Serikat dan semua provinsi selatan Kanada.[18]

Spesies pohon ash menyediakan habitat dan makanan bagi larva berbagai serangga termasuk kumbang tanduk panjang, kepik tumbuhan, kepik renda, kutu daun, dan ulat, serta burung dan mamalia.[19][20][21][22]

Penggerek ash zamrud (Agrilus planipennis), adalah kumbang penggerek kayu yang secara tidak sengaja terintroduksi ke Amerika Utara dari Asia timur melalui material kemasan kayu solid pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Hama ini telah mematikan puluhan juta pohon di 22 negara bagian di Amerika Serikat[23] serta wilayah tetangganya, Ontario dan Quebec, di Kanada. Hama ini mengancam sekitar tujuh miliar pohon ash di Amerika Utara. Tiga spesies tawon asli Asia, predator alami kumbang tersebut, telah dievaluasi sebagai kemungkinan pengendalian biologis. Masyarakat diperingatkan untuk menghindari pengangkutan produk kayu mentah, seperti kayu bakar, guna memperlambat penyebaran hama tersebut.[24] Kerusakan terjadi ketika larva penggerek ash zamrud memakan kulit kayu bagian dalam, yaitu floem pohon ash, sehingga menghambat transportasi nutrisi dan air.[25][26]

Ash Eropa, Fraxinus excelsior, telah terdampak oleh jamur Hymenoscyphus fraxineus, yang menyebabkan penyakit chalara mati pucuk ash pada sejumlah besar pohon sejak pertengahan 1990-an, khususnya di Eropa timur dan utara.[27][28][29] Penyakit ini telah menginfeksi sekitar 90% pohon ash di Denmark.[30] Pada tahun 2012 di Britania Raya, mati pucuk ash ditemukan di hutan dewasa.[31] Kombinasi antara penggerek ash zamrud dan mati pucuk ash telah mengancam populasi ash di Eropa,[32] namun pohon-pohon di lanskap campuran tampaknya memiliki resistansi tertentu terhadap penyakit tersebut.[33]

Kayu ash tergolong kayu keras dan memiliki densitas tinggi, sekitar 670 kg/m3 untuk Fraxinus americana (ash putih),[34] dan 710 kg/m3 untuk Fraxinus excelsior (ash Eropa).[35] Kayu dari ash Eropa bersifat kuat dan elastis, yang membuatnya cocok untuk berbagai kegunaan seperti gagang perkakas.[36] Kayu ini juga merupakan kayu bakar yang baik.[36]

Perusahaan alat musik Fender telah menggunakan kayu ash sebagai kayu nada (tonewood) untuk gitar listrik buatannya sejak tahun 1950.[37] Spesies yang digunakan untuk pembuatan gitar mencakup swamp ash.[38] Selain itu, kayu ash digunakan untuk membuat selongsong drum. Kayu ini dideskripsikan memiliki resonansi yang baik, menghasilkan nada yang seimbang untuk nada tinggi maupun rendah.[39] Kayu ash dapat digunakan untuk perabot, alat-alat pertanian, dan perkakas rumah tangga seperti mangkuk, tempat lilin, dan sendok.[40] Morgan Motor Company dari Britania Raya masih memproduksi mobil sport dengan rangka yang terbuat dari kayu ash.[41]

Ash hijau (F. pennsylvanica) banyak ditanam sebagai pohon peneduh jalan di Amerika Serikat.[42] Kulit kayu bagian dalam dari ash biru (F. quadrangulata) telah dimanfaatkan sebagai sumber pewarna biru.[43] Di Sisilia, Italia, manna yang manis diperoleh dari getah resin ash manna, yang diekstraksi dengan cara menoreh kulit kayunya.[44] Polong biji muda dari ash Eropa, yang dikenal sebagai "keys", dapat dimakan; di Britania, biji ini secara tradisional dibuat acar dengan cuka, gula, dan rempah-rempah.[45] Berbagai senyawa aktif secara farmakologis terdapat dalam spesies Fraxinus, dengan khasiat seperti antiinflamasi, antihipertensi, dan antihiperglikemik yang mungkin memiliki aplikasi praktis.[46]


Mitologi dan cerita rakyat

[sunting | sunting sumber]

Dalam mitologi Yunani, Meliai, yang namanya berarti "pohon ash", adalah nimfa yang diasosiasikan dengan pohon ash, mungkin secara khusus dengan ash manna (Fraxinus ornus), sebagaimana dryad adalah nimfa yang diasosiasikan dengan pohon ek. Mereka muncul dalam Theogonia karya Hesiodos, yang menyatakan bahwa mereka lahir ketika tetesan darah Uranus jatuh ke bumi (Gaia).[47] Dalam mitologi Nordik, sebuah pohon ash hijau abadi yang sangat besar, Yggdrasil ("kuda (tiang gantungan) Odin"), yang diairi oleh tiga mata air ajaib, berfungsi sebagai axis mundi (poros dunia), yang menyangga sembilan dunia kosmos pada akar dan dahan-dahannya. Askr, manusia pertama dalam mitos Nordik, secara harfiah berarti 'ash'.[48] Dalam cerita rakyat Slavia, pasak kayu ash dapat digunakan untuk membunuh vampir.[49] Dalam Alfabet Latin Inggris Kuno, Æ adalah huruf æsc, "pohon ash".[50] Huruf ini mengalihaksarakan rune futhorc Anglo-Saxon .[51]

Lagu rakyat Wales Llwyn Onn, "The Ash Grove", melantunkan dalam versi bahasa Inggris gubahan John Oxenford "Rumpun ash, betapa anggun, betapa lugas ia bertutur; Burung lark di antara dahan-dahannya tengah menatapku".[52]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Franz Eugen Köhler, Köhler's Medizinal-Pflanzen
  2. "Fraxinus L." Germplasm Resources Information Network. United States Department of Agriculture. 3 April 2006. Diakses tanggal 21 August 2016.
  3. 1 2 3 "Fraxinus". World Checklist of Selected Plant Families. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 3 October 2025.
  4. Western Garden Book (Edisi 6th). Sunset Books. 1995. hlm. 606–07. ISBN 978-0-376-03850-0.
  5. Mallory, J. P.; Adams, Douglas Q., ed. (1997). Encyclopedia of Indo-European culture. Taylor & Francis. hlm. 32. ISBN 978-1-884964-98-5.
  6. "Fraxinus L." International Dendrology Society. Diakses tanggal 3 October 2025.
  7. 1 2 3 Hinsinger, Damien Daniel; Basak, Jolly; Gaudeul, Myriam; Cruaud, Corinne; Bertolino, Paola; Frascaria-Lacoste, Nathalie; Bousquet, Jean (21 November 2013). "The Phylogeny and Biogeographic History of Ashes ( Fraxinus, Oleaceae) Highlight the Roles of Migration and Vicariance in the Diversification of Temperate Trees". PLOS One. 8 (11) e80431. Bibcode:2013PLoSO...880431H. doi:10.1371/journal.pone.0080431. PMC 3837005. PMID 24278282.
  8. Call, Victor B.; Dilcher, David L. (1992). "Investigations of angiosperms from the Eocene of southeastern North America: samaras of Fraxinus wilcoxiana Berry". Review of Palaeobotany and Palynology. 74 (3–4): 249–266. doi:10.1016/0034-6667(92)90010-E. Diakses tanggal 11 October 2025.
  9. Jung, Seung‐Ho; Lee, Seong‐Joo (2009). "Fossil‐Winged Fruits of Fraxinus (Oleaceae) and Liriodendron (Magnoliaceae) from the Duho Formation, Pohang Basin, Korea". Acta Geologica Sinica - English Edition. 83 (5): 845–852. doi:10.1111/j.1755-6724.2009.00113.x. Diakses tanggal 11 October 2025.
  10. 1 2 "Fraxinus Linnaeus, 1753". Diakses tanggal 1 October 2025.
  11. Angiosperm Phylogeny Group (2016). "An update of the Angiosperm Phylogeny Group classification for the orders and families of flowering plants: APG IV". Botanical Journal of the Linnean Society. 181 (1): 1–20. doi:10.1111/boj.12385.
  12. Wallander, Eva; Albert, Victor A. (2000). "Phylogeny and classification of Oleaceae based on rps16 and trnL‐F sequence data". American Journal of Botany. 87 (12): 1827–1841. doi:10.2307/2656836. Diakses tanggal 11 October 2025.
  13. Wallander, Eva (2008). "Systematics of Fraxinus (Oleaceae) and evolution of dioecy" (PDF). Plant Systematics and Evolution. 273 (1–2): 25–49. Bibcode:2008PSyEv.273...25W. doi:10.1007/s00606-008-0005-3.
  14. "Species Records of Fraxinus". Germplasm Resources Information Network. United States Department of Agriculture. Diakses tanggal 22 February 2010.
  15. "Fraxinus L." ITIS Standard Reports. Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 22 February 2010.
  16. "Fraxinus Linnaeus, Sp. Pl. 2: 1057. 1753". Flora of China. hlm. 273 via 衿属 qin shu.
  17. "Fraxinus". Altervista Flora Italiana. Diakses tanggal 16 April 2016.
  18. "Genus Fraxinus". United States Department of Agriculture. Diakses tanggal 21 August 2016.
  19. "Black Ash". Illinois Wildflowers. Dr. John Hilty. Diakses tanggal 27 August 2018.
  20. "White Ash". Illinois Wildflowers. Dr. John Hilty. Diakses tanggal 27 August 2018.
  21. "Green Ash". Illinois Wildflowers. Dr. John Hilty. Diakses tanggal 27 August 2018.
  22. "Red Ash". Illinois Wildflowers. Dr. John Hilty. Diakses tanggal 27 August 2018.
  23. Moy, Derek. "About Emerald Ash Borer". Emerald Ash Borer Information Network.
  24. "The Problem". Don't Move Firewood. Diakses tanggal 14 October 2011.
  25. Emerald Ash Borer and Your Woodland (PDF) (Report). Extension Bulletin E-2943. Michigan State University Extension. September 2007.
  26. Ball, John (April 2018). How to Identify an Ash Tree Infested by Emerald Ash Borer (PDF) (Report). South Dakota State University Extension.
  27. Kowalski, T. (2006). "Chalara fraxinea sp. nov. associated with dieback of ash (Fraxinus excelsior) in Poland". Forest Pathology. 36 (4): 264–270. doi:10.1111/j.1439-0329.2006.00453.x.
  28. Halmschlager, E.; Kirisits, T. (2008). "First report of the ash dieback pathogen Chalara fraxinea on Fraxinus excelsior in Austria". New Disease Reports. 17: 20. Diarsipkan dari asli tanggal 29 September 2009. Diakses tanggal 10 February 2010.
  29. Ogris, N.; Hauptman, T.; Jurc, D. (2009). "Chalara fraxinea causing common ash dieback newly reported in Slovenia". New Disease Reports. 19: 15. Diarsipkan dari asli tanggal 9 November 2009. Diakses tanggal 10 February 2010.
  30. "'Ash dieback' fungus Chalara fraxinea in UK countryside". BBC. 25 October 2012.
  31. BBC News 'Ash dieback' fungus, Chalara fraxinea found in UK countryside. Retrieved 25 October 2012.
  32. Marshall, Claire (23 March 2016). "Ash tree set for extinction in Europe". BBC.
  33. Kinver, Mark (8 May 2020). "Some landscapes show resistance to ash dieback". BBC News.
  34. "White Ash". Niche Timbers. Diakses tanggal 22 February 2010.
  35. "Ash". Niche Timbers. Diakses tanggal 22 February 2010.
  36. 1 2 3 "Ash". Forestry and Land Scotland. Diakses tanggal 2 October 2025.
  37. "Ash vs. Alder: What's the Difference?".
  38. SWAMP ASH Lumber Guide: 8/4 Lightweight Guitar Wood 2020 15 December 2018 www.commercialforestproducts.com, accessed 27 September 2020
  39. "13 Different Drum Shell Wood Types". The Drum Ninja LLC. Diakses tanggal 2 October 2025.
  40. Bagshaw, Emily (4 March 2025). "Ash Rise celebrates the material intelligence and craft potential of Scotland's native ash tree". Material Source. Diakses tanggal 2 October 2025.
  41. "Let the Wood (and Aluminum) Times Roll: A Tour of Morgan Motor Company's Factory". 14 May 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 28 August 2017. Diakses tanggal 4 January 2018.
  42. "Green ash: Fraxinus pennsylvanica". Morton Arboretum. Diakses tanggal 2 October 2025.
  43. Oklahoma Biological Survey: Fraxinus quadrangulata Diarsipkan 2008-10-20 di Wayback Machine.
  44. "Traverso V. The return of Sicily's ancient 'white gold'". BBC News. 30 March 2025.
  45. "Foraging in June". Woodland Trust. 24 June 2021.
  46. Sarfraz, Iqra; Rasul, Azhar; Jabeen, Farhat; Younis, Tahira; Zahoor, Muhammad Kashif; Arshad, Muhammad; Ali, Muhammad (2017). "Fraxinus: A Plant with Versatile Pharmacological and Biological Activities". Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2017 (1). doi:10.1155/2017/4269868. PMC 5723943. PMID 29279716.
  47. Caldwell, Richard, Hesiod's Theogony, Focus Publishing/R. Pullins Company (June 1, 1987). ISBN 978-0-941051-00-2. p. 38 n. 178–187: "Para nimfa yang disebut Meliai sebenarnya adalah nimfa "pohon ash"; kata Yunani untuk pohon ash juga adalah meliai".
  48. Simek, Rudolf (2007). Dictionary of Northern Mythology. Diterjemahkan oleh Angela Hall. D.S. Brewer. ISBN 978-0-85991-513-7.
  49. Del Lao, Nero (2013). Perpetuum Mobile: Il Segreto per non Morire. Xlibris Corporation. ISBN 978-1-49313-8388.
  50. Harrison, James A.; Baskervill, W. M., ed. (1885). "æsc". A Handy Anglo-Saxon Dictionary: Based on Groschopp's Grein. A. S. Barnes. hlm. 11.
  51. Barnes, Michael (2012). Runes: A handbook. Woodbridge: Boydell. hlm. 38–41.
  52. "The Ash Grove". Second Hand Songs. Diakses tanggal 3 October 2025.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]