Frasa nomina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Frasa nomina merupakan frasa yang memiliki inti berupa kata benda. Frasa nomina di dalam kalimat berfungsi sama dengan kata benda dengan kata lain frasa nomina dapat berdistribusi secara langsung dengan kata benda.[1] Frasa nomina dapat terdiri dari beberapa kata benda, tetapi ada pula frasa nomina yang terdiri dari kata benda dan kata dari kelas kata lain. Inti dari frasa nomina adalah kata benda sedangkan kata lain yang mendampingi merupakan pewatas atau penjelas dari kata benda tersebut.

Kategori[sunting | sunting sumber]

Frasa nomina dapat terdari dari nomina dengan nomina maupun nomina dengan kata dari kelas kata lain. Bentuk-bentuk frasa nomina sebagai berikut:[2]

Nomina + Nomina yakni semua kata yang terdapat pada frasa berupa kata dari kelas kata nomina.

  • Adikku tidak tahu di mana kolam ikan berada.
  • Serena mencari kertas minyak.

Nomina + Verba berarti frasa nomina disusun dari kata benda yang didampingi kata kerja sebagai modifikatornya.

  • Jodi membawa kotak makan.
  • Andi merupakan siswa baru di kelasnya

Nomina + Adjektiva yakni frasa nomina yang dibentuk dari kata benda yang diikuti kata sifat sebagai modifikatornya.

  • Budi datang bersama gadis cantik.
  • Santi rajin belajar agar tidak menjadi anak bodoh.

Nomina + Numeralia yakni frasa nomina yang dibentuk dari kata benda yang didampingi kata bilangan.

  • Dani membawa tiga permen.
  • Sintia merupakan orang kedua yang masuk final.

Nomina didahului kata sandang si atau sang.

  • Si Rambut Merah adalah tokoh kesukaanku
  • Sang Raja telah tiba.

Jenis[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa jenis frasa nomina:

  1. Frasa nomina modifikatif, yakni frasa nomina yang memiliki unsur pewatas. Misalnya baju kuning, tirai bambu, karpet merah.
  2. Frasa nomina koordinatif, yakni frasa nomina yang tidak saling menerangkan tetapi sejajar. Misalnya ayah ibu, dunia akhirat, surga neraka.
  3. Frasa nomina apositif, yakni frasa nomina yang menambah keterangan subjek, Misalnya Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, merupakan kota yang memiliki beberapa objek wisata seperti Kota Lama, Simpang Lima dan Kelenteng Sam Poo Kong.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Haryanto, Alexander. "Contoh Frasa Verba & Nomina: Jenis dan Pengertiannya". tirto.id. Diakses tanggal 2021-11-30. 
  2. ^ Ramlan, M. (1981). Ilmu bahasa Indonesia: sintaksis. U.P. Karyono.