Frans Harjawiyata

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dom Frans Harjawiyata O.C.S.O.
GerejaKatolik Roma
Jabatan lainAbbas Emeritus Pertapaan Santa Maria Rawaseneng
Tahbisan
Ditahbiskan14 Maret 1959
Data Diri
Lahir24 September 1931
Yogyakarta
Wafat7 Juni 2016
Parakan, Temanggung,
Jawa Tengah
KewarganegaraanIndonesia
Dom Frans Harjawiyata OCSO (berdiri) bersiap menyerahkan tongkat keabbasan kepada penggantinya, Dom Aloysius Gonzaga Rudiyat OCSO, yang sedang berlutut di hadapan Uskup Agung Semarang Mgr. Ignatius Suharyo (tidak terlihat dalam gambar).

Dom Fransiskus Harjawiyata, O.C.S.O. (dengan nama populer Frans Harjawiyata; lahir di Yogyakarta, 24 September 1931 – meninggal di Parakan, 7 Juni 2016 pada umur 84 tahun)[1][2] adalah abbas pertama Pertapaan Santa Maria Rawaseneng sejak tanggal 23 April 1978.[3][4] Romo Abbas Frans, sebagaimana ia biasa dipanggil, mengundurkan diri dari jabatan abbas pada tanggal 24 September 2006 karena telah mencapai usia 75 tahun. Posisinya secara resmi digantikan oleh abbas terpilih Dom Aloysius Gonzaga Rudiyat, OCSO sejak 6 Januari 2007.[5]

Dikatakan bahwa Abbas Frans Harjawiyata "pernah menggunakan lebih dari sepuluh bahasa", dan pernah membantu penyiapan liturgi dalam bahasa Jepang. Sejak pendidikannya di seminari menengah ia telah aktif menggubah lagu Gregorian, lalu bakatnya dikembangkan saat menjadi novis di Biara Koningshoeven, Belanda,[1] sehingga kemudian ia banyak menerjemahkan maupun menciptakan lagu Gregorian (misalnya yang terdapat dalam Puji Syukur).

Kehidupan[sunting | sunting sumber]

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Frans Harjawiyata adalah putra sulung dari delapan bersaudara dan salah seorang adiknya adalah imam diosesan di Keuskupan Agung Jakarta, yaitu RD Josef Wiyanto Harjopranoto.[6] Sebelum ia dilahirkan, orang tua Abbas Frans sudah berharap bahwa putra sulungnya akan menjadi imam.[1]

Panggilan sebagai rahib dan imam[sunting | sunting sumber]

Menurut pengakuannya, ada 3 buku yang mempengaruhinya untuk menjadi rahib dalam Ordo Trapis: otobiografi Thomas Merton dengan judul The Seven Storey Mountain, otobiografi Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus dengan judul l'Histoire d'une Âme (di Indonesia diterjemahkan dengan judul Aku Percaya akan Cinta Kasih Allah), dan sebuah buku mistisisme klasik dari abad ke-14 berjudul The Cloud of Unknowing.[1]

Pada tanggal 26 Juli 1951, Frans Harjawiyata mengawali kehidupannya sebagai rahib Trapis di Biara Koningshoeven, di Tilburg, Belanda; masa novisiat dijalaninya sejak tanggal 30 September 1951, dan sejak itu ia dipanggil Frater Maria Fransiskus Harjawiyata. Ia mengikrarkan kaul sementara pada tahun 1954, dan berkaul kekal pada tanggal 7 Oktober 1956.[7]

Frater Frans kemudian ditahbiskan sebagai imam di Basilika Agung Santo Yohanes Lateran, Roma, pada tanggal 14 Maret 1959.[2][7] Ia kembali ke Indonesia pada tanggal 2 Oktober 1960 untuk bergabung dengan para rahib sepersaudaraannya di Pertapaan Santa Maria Rawaseneng, Temanggung, dan pada tanggal 3 Oktober 1961 mengubah stabilitas loci (keterikatan permanen seorang rahib/rubiah pada suatu biara tertentu) yang diikrarkan dalam kaulnya ke Rawaseneng. Pada tanggal 4 Mei 1978, ia dilantik sebagai abbas pertama di Pertapaan Rawaseneng oleh Kardinal Justinus Darmojuwono, dan mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada tanggal 1 Oktober 2006.[7]

Meninggal dunia[sunting | sunting sumber]

Romo Abbas Frans Harjawiyata, OCSO meninggal dunia pada tanggal 7 Juni 2016 pukul 01.45 di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo di Parakan, Temanggung. Misa Requiem akan diselenggarakan pada tanggal 8 Juni 2016 pukul 12.00,[2] dan jenazahnya akan dimakamkan di pemakaman dalam kompleks Pertapaan Santa Maria Rawaseneng.

Karya[sunting | sunting sumber]

Buku[sunting | sunting sumber]

  • Editor dan kontributor buku Yesus dan Situasi Zamannya[8]

Lagu dan musik[sunting | sunting sumber]

Penugasan[sunting | sunting sumber]

  • 1963 – 1966: Superior ad nutum Pertapaan Santa Maria Rawaseneng
  • 1976 – 1976: Superior ad nutum Pertapaan Santa Maria Rawaseneng
  • 1976 – 1978: Prior Tituler Pertapaan Santa Maria Rawaseneng
  • 1978 – 2006: Abbas Pertapaan Santa Maria Rawaseneng
  • 2007 – April 2016[2]: Imam kapelan Biara Trapistin (Torapisuto Shudoin) Tenshien di Hakodate, Hokkaido, Jepang[12][1]

Jabatan lain[sunting | sunting sumber]

Romo Abbas Frans Harjawiyata, OCSO pernah memegang beberapa jabatan seperti:[13]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e Ari Anggorowati (27 Mei 2012), Panggilan Baru di Jepang, hidupkatolik.com 
  2. ^ a b c d Berita Duka Pertapaan OCSO, Radio Suara Wajar 96.8 FM, 07-06-2016 
  3. ^ Narto Budhi (27 Mei 2003), 50 Tahun Pertapaan St Maria, Suara Merdeka 
  4. ^ (Inggris) Rawaseneng, Ordo Cisterciensis Strictioris Observantiae, diakses tanggal 27-05-2016 
  5. ^ Y. Prayogo (8 Februari 2015), Peluit Imamat St Benediktus, hidupkatolik.com 
  6. ^ Pastor yang Pernah Berkarya di Paroki Sathora, Paroki Bojong Indah, Gereja Santo Thomas Rasul, diakses tanggal 29 Mei 2016 
  7. ^ a b c (Inggris) Requiescat in Pace - Dom Frans Harjawiyata, OCSO (PDF), OCSO-blog, 08-06-2016 
  8. ^ Frans Harjawiyata, OCSO, ed. (2003), Yesus dan Situasi Zamannya, Seri Hidup Baru 3, Penerbit Kanisius, ISBN 9789796721306 
  9. ^ Puji Syukur (2010), "Indeks Pengarang/Penerjemah Syair - Indeks Pengarang Lagu", Penerbit OBOR, hlm. 754, 756, ISBN 979-565-009-2  Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  10. ^ Lastiko Runtuwene, Sejarah Musik Gereja (Katolik) (PDF), Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, hlm. 13, diakses tanggal 29 Mei 2016 
  11. ^ (Jerman) Bibliothek - Neuzugangsliste 1. Quartal 2004, Deutsches Liturgisches Institut 
  12. ^ (Inggris) Tenshien, Ordo Cisterciensis Strictioris Observantiae 
  13. ^ Buku Petunjuk Gereja Katolik Indonesia, Didigitalkan oleh University of California, Bagian Dokumentasi-Penerangan, Kantor Waligereja Indonesia, 1982, hlm. 203-204