Flora Jepang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Flora Jepang terdiri dari kumpulan besar spesies tumbuhan yang dapat ditemukan di Jepang, seperti sakura, katsura, momiji dan azalea. Jepang memiliki keanekaragaman flora yang signifikan. Terdapat banyak spesies tumbuhan endemik di Jepang. Dari sekitar 5.600 spesies tumbuhan vaskular, hampir 40% diantaranya adalah tumbuhan endemik.[1] Kekayaan hayati ini disebabkan oleh variasi yang signifikan dalam lintang dan ketinggian di seluruh negeri, keragaman kondisi iklim akibat muson, serta beberapa kejadian geohistoris yang berhubungan dengan daratan.[2]

Vegetasi[sunting | sunting sumber]

Vegetasi di Jepang dapat dibagi menjadi zona vegetasi kasar yang dikelompokan menurut suhu dan curah hujan: wilayah alpine, wilayah subalpine, wilayah hutan berdaun lebar yang meranggas dan wilayah hutan berdaun lebar hijau abadi.[3][4]

Karena panjangnya yang merentang lebih dari 3.000 km dari utara ke selatan dan jalur pegunungannya yang dapat melebihi 3.000 meter, vegetasi Jepang bervariasi menurut garis lintang dan ketinggian. Hutan cemara cenderung banyak ditemui di bagian selatan daratan Jepang, dengan hutan berdaun lebar, subalpine dan alpine muncul dengan frekuensi yang semakin meningkat ke arah utara dan di dearah dekat pegunungan.[3][4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Uemura, Shigeru (1989). "Snowcover as a Factor Controlling the Distribution and Speciation of Forest Plants". Vegetatio. 82 (2): 127–137. doi:10.1007/BF00045026. ISSN 0042-3106. JSTOR 20038472. 
  2. ^ Government of Japan (2014). "Fifth National Report of Japan to the Convention on Biological Diversity". 
  3. ^ a b "The Wildlife in Japan" (PDF). Ministry of the Environment. 2015. Diakses tanggal 2020-07-28. 
  4. ^ a b Miyawaki, Akira (1984). "A Vegetation~Ecological View of the Japanese Archipelago". Bulletin of the Institute of Environmental Science and Technology. 11: 85–101.