Flora Australia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hutan eukaliptus di Victoria. Flora pohon Australia didominasi oleh satu genus, Eucalyptus, dan beberapa jenis Myrtaceae lain.[1]

Flora Australia terdiri dari sekumpulan besar spesies tumbuhan yang diperkirakan mencapai lebih dari 20.000 tumbuhan berpembuluh dan 14.000 tumbuhan non-vaskular, 250.000 spesies jamur, serta lebih dari 3.000 spesies lumut. Flora tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan flora Gondwana. Flora Australia di bawah tingkat famili memiliki jenis tumbuhan berbunga sangat endemik yang keanekaragamannya dibentuk oleh pengaruh pergeseran benua dan perubahan iklim sejak Zaman Kapur. Ciri-ciri utama dari flora Australia adalah adaptasi terhadap kekeringan dan kebakaran yang mencakup scleromorphy dan serotiny. Adaptasi ini umum terjadi pada spesies dari famili Proteaceae (Banksia), Myrtaceae (Eukaliptus dengan getahnya), dan Fabaceae (Akasia dengan pial).

Kedatangan manusia sekitar 50.000 tahun yang lalu[2][3] dan bermukimnya bangsa Eropa dari tahun 1788, memiliki dampak yang signifikan terhadap keanekaragaman flora Australia. Pertanian ladang berpindah dengan pembakaran hutan oleh suku Aborigin menyebabkan perubahan signifikan dalam distribusi spesies tumbuhan dari waktu ke waktu. Perubahan skala besar dan perusakan vegetasi untuk pertanian dan pembangunan perkotaan sejak tahun 1788 telah mengubah komposisi sebagian besar ekosistem darat, yang mengakibatkan punahnya 61 spesies tumbuhan dan mengancam lebih dari 1000 spesies lain.[butuh rujukan]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Crisp, Michael D.; Burrows, Geoffrey E.; Cook, Lyn G.; Thornhill, Andrew H.; Bowman, David M. J. S. (February 2011). "Flammable biomes dominated by eucalypts originated at the Cretaceous–Palaeogene boundary". Nature Communications. 2: 193. doi:10.1038/ncomms1191alt=Dapat diakses gratis. PMID 21326225. 
  2. ^ Rasmussen, M; et al. (2011). "An Aboriginal Australian genome reveals separate human dispersals into Asia". Science. 334 (6052): 94–98. doi:10.1126/science.1211177. PMC 3991479alt=Dapat diakses gratis. PMID 21940856. 
  3. ^ Josephine Flood (2004) Archaeology of the Dreamtime, J.B Publishing, Marleston p. 283 ISBN 1-876622-50-4