Filter rokok sehat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Filter rokok sehat atau Divine cigarette adalah sebuah filter rokok yang memiliki sebuah teknologi untuk menghilangkan radikal bebas dari asap rokok. Selain itu, teknologi tersebut memodifikasi makro molekul yang terkandung dalam asap rokok lewat sentuhan teknologi dengan ukuran lebih kecil. Filter rokok sehat diciptakan oleh DR Gretha Zahar (G (Nano science PhD, Univeristas Padjajaran Bandung) pada bulan July tahun 2007, yang kemudian diterapkan ke istri Prof. Sutiman Bambang Sumitro (guru besar Universitas Brawijaya (UB), Malang) adalah salah satu pasien dari DR Gretha Zahar yang disembuhkan dengan metode Balur divine, dengan medianya adalah divine filter cigarette.

Dengan terlihat bahwa Istri Prof. Sutiman menjadi lebih baik dan makin sehat, beliau tertarik untuk membantu DR Gretha Zahar. Karena Prof Sutiman masih aktif mengajar dan melakukan penelitian dengan sarana mahasiswa dan universitas di bawah dia, Prof Sutiman membantu melakukan pembuktian-pembuktian dan menterjemahkan ilmu DR Gretha ke kata-kata yang bisa dimengerti awam.

Filter-filter rokok itu dikemas dalam plastik transparan. Filter tersebut berdiameter sekitar 7 milimeter dengan panjang 2 sentimeter. Bungkusnya berukuran 7 x 9,5 sentimeter.

Plastik pembungkus tersebut tidak dibuat polos, tapi ada tulisan yang mudah dibaca walau berukuran kecil. Di tengah plastik pembungkus terdapat lingkaran berdiameter 3 sentimeter yang bertulisan Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas Malang. Di bawahnya ada tulisan Filter Rokok Sehat dengan ukuran huruf sedikit lebih besar.

Dasar penelitian Sutiman adalah menterjemahkan teori dan inovative dari Ibu DR Gretha Zahar terkait dengan permasalahan bangsa yang dirasa menuntut penyelesaian dengan kearifan lokal. Salah satu yang disorot adalah masalah rokok. Banyak peneliti yang menyebutkan bahaya merokok. Di sisi lain, rokok sudah menjadi sebuah industri besar. Di dalamnya melibatkan banyak unsur, yakni ekonomi, ribuan tenaga kerja, serta dampak lain yang perlu pemikiran bersama ketika industri tersebut berhenti.

Sayangnya, fakta ilmiah itu tidak pernah diperhatikan pemerintah, terlebih oleh industri rokok keretek di Indonesia. Mereka tidak memiliki hasil riset dan pengembangan produk yang memadai.

Padahal, ditinjau dari aset serta volume perdagangan rokok di Indonesia, riset seputar rokok sesungguhnya gampang direalisasikan. Seiring dengan arus globalisasi, rokok keretek yang merupakan produk kearifan lokal itu dilanda isu sebagai produk tidak sehat tanpa didukung data hasil riset memadai.

Ironisnya, isu rokok tidak sehat tersebut berembus dari luar negeri serta dibangun melalui kegiatan riset asing. Sementara itu, potensi lokal kurang percaya diri untuk melakukan inovasi tentang rokok sehat. Apalagi, ide tentang rokok sehat terkesan menentang arus.

Ketertarikan Sutiman untuk meneliti rokok dimulai pada 2007 karena terbukti dengan pemulihan istri dia dari Kanker dengan metode Balur divine cigarette. Secara garis besar, prinsip balur divine (Gretha Zahar, 2004) cigarette lakukan adalah menghilangkan radikal bebas dari asap rokok. Selain itu, memodifikasi makro molekul yang terkandung dalam asap rokok lewat sentuhan teknologi dengan ukuran lebih kecil.

Bagi perokok, penggunaan divine cigarette tersebut cukup mudah. Filter yang menempel di rokok diambil, selanjutnya diganti divine cigarette hasil penemuan Gretha Zahar. Dengan begitu, divine cigarette menggantikan filter asli pada rokok.

Dari beberapa responden yang menggunakan divine cigarette tersebut, didapatkan data sesuai dengan tujuan penelitian. Di antaranya, merokok terasa lebih ringan. Bahkan, menghasilkan manfaat di luar yang dipikirkan. Di antaranya, saat merokok di ruang ber-AC, tidak timbul kabut tebal dan tidak meninggalkan bau di ruangan. Lebih dari itu, ada yang lebih penting bagi perokok pasif. Perokok pasif lebih aman ketika berdekatan dengan si perokok.

Dalam salah satu penelitian oleh muridnya Sutiman telah diujicobakan ke dua ekor tikus. Dua ekor tikus tersebut sama-sama disuntik kanker kelenjar getah bening. Menurutnya, para perokok pasti menderita kelenjar getah bening akibat pengaruh nikotin. Satu tikus setiap hari diterapi dengan metode pengasapan rokok menggunakan divine cigarette, sedangkan satu tikus dibiarkan hidup tanpa proses pengobatan. Jarak dua pekan tikus tanpa pengobatan mati, sementara satu tikus dengan terapi divine cigarette bertahan hidup hingga selama 6 bulan.

Efek rokok divine dicoba pada tikus (Dody Novrial, dkk, 2017) dan dicoba pada penderita kanker payu dara (Dody Novial, 2016).

Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita. Akumulasi radikal bebas dalam tubuh merupakan salah satu faktor risiko kanker. Sejak 2009, Balai Penelitian Penumpahan Radikal Bebas Malang mengembangkan balur nano divine kretek metode, kombinasi balur dan asap tembakau Divine untuk peluluhan radikal bebas. Ini telah diuji pada sukarelawan dengan kanker, termasuk kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode balur nano divine kretek terhadap jaringan kanker payudara dan ekspresi CD44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66,67% sampel tumor mengalami kerusakan luas (derajat 3) dan ekspresi CD44 tinggi. Ekspresi CD44 yang tinggi di sebagian besar sampel dapat menunjukkan prognosis yang lebih baik. Itu peningkatan konsistensi efektivitas balur nano divine kretek harus terus dilakukan dengan sampel yang lebih besar dan penanda molekuler yang lebih lengkap seperti CD24 dan ALDH. Rokok divine tingwe ini dicoba juga pada untuk peningkatan kesehatan penderita Covid 19 (Zahar, 2021)

Sumber[sunting | sunting sumber]



Dody Novrial1, Ignatius Riwanto, Sutiman B Sumitro, Indra Wijaya (2017).The effects of cigarette smoke nanoparticles in the colorectal carcinogenesis of

wistar rats.Journal of BIOLOGICAL RESEARCHES. Vol 2 no. 1. http://berkalahayati.org/index.php/jurnal/article/view/45.

  • Dody Novrial1, A’liyatur Rosyidah, Saraswati, Subagjo, Sarjadi. (2016).HISTOLOGIC PROFILE AND CD44 EXPRESSION IN BREAST CANCER

TISSUE OF BALUR NANO DIVINE KRETEK VOLUNTEERS. Journal of BIOLOGICAL RESEARCHES. Vol 21 no. 2. http://www.berkalahayati.org/index.php/jurnal/article/view/77.