Lompat ke isi

Filosemitisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perayaan Hanukkah di Sejm, kota Warsawa, pada tahun 2015

Filosemitisme, atau juga disebut Yudeofilia, adalah "pembelaan, kecintaan, atau kekaguman terhadap Yahudi dan Yudaisme".[1] Tindakan semacam itu dapat ditemukan dalam budaya Barat sepanjang berabad-abad.[2] Istilah tersebut bermula pada abad kesembilan belas oleh kalangan antisemit Jerman untuk menyebut lawan non-Yahudi mereka.[3][1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Samuels, Maurice (2021). "Philosemitism". Key Concepts in the Study of Antisemitism (dalam bahasa Inggris). Springer International Publishing. hlm. 201–214. doi:10.1007/978-3-030-51658-1_16. ISBN 978-3-030-51658-1.
  2. Burnett, Stephen G. (2013). "Philosemitism in History edited by Jonathan Karp and Adam Sutcliffe (review)". Shofar: An Interdisciplinary Journal of Jewish Studies. 31 (4): 132–134. doi:10.1353/sho.2013.0098. ISSN 1534-5165.
  3. Sutcliffe, A. (2011). The Unfinished History of Philosemitism. Jewish Quarterly, 58(1), 64–68. https://doi.org/10.1080/0449010X.2011.10707112

Bacaan tambahan

[sunting | sunting sumber]
  • Samuels, Maurice (2021). "Philosemitism". Key Concepts in the Study of Antisemitism, eds. Sol Goldberg, Scott Ury, Kalman Weiser (dalam bahasa Inggris). Palgrave Macmillan-Springer International Publishing. hlm. 201–214. ISBN 978-3-030-51658-1.
  • Cohen, Gerard Daniel (2025). Good Jews: Philosemitism in Europe since the Holocaust. Cambridge University Press. ISBN 978-1-009-37091-2.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]