Filipi 3

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Filipi 3 (disingkat Flp 3) adalah bagian dari Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Digubah oleh rasul Paulus dan Timotius.[3]

Teks

  • Surat aslinya diyakini ditulis dalam bahasa Yunani dan ditujukan kepada jemaat gereja di kota Filipi.
  • Pasal ini berisi 21 ayat.
  • Berisi pengajaran mengenai kebenaran sejati dan nasihat-nasihat kepada jemaat.

Struktur

Pembagian isi pasal:

Ayat 5

Disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,[4]

Paulus menyatakan dirinya sebagai seorang keturunan dari dua belas suku Israel yang asli dan termasuk golongan Farisi yang terkenal tekun mempelajari dan gigih mempertahankan hukum Taurat.

Ayat 8

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,[5]

Ayat ini sampai ayat 11 memperlihatkan hati rasul Paulus dan hakikat kekristenan. Kerinduan terbesar Paulus ialah mengenal Kristus dan mengalami persekutuan pribadi dan keakraban dengan Dia secara lebih erat. Usahanya untuk mencapai hal-hal ini menyangkut yang berikut:

  • 1) Mengenal Kristus secara pribadi dan juga mengetahui cara-cara, sifat, dan tabiat-Nya seperti yang dinyatakan dalam Firman Allah. Pengenalan yang sebenarnya akan Kristus meliputi mendengarkan Firman-Nya, mengikuti Roh-Nya, menanggapi semua tindakan-Nya dengan iman, kebenaran dan ketaatan, serta menyatu dengan segala urusan dan maksud-Nya.
  • 2) Berada di dalam Dia (Filipi 3:9), yaitu mempunyai persatuan dan persekutuan dengan Kristus yang menghasilkan suatu kebenaran yang dialami sebagai karunia dari Allah saja (Filipi 1:10-11; 1 Korintus 1:30).
  • 3) Mengenal kuasa kebangkitan-Nya (Filipi 3:10), yaitu mengalami pembaharuan hidup, kelepasan dari dosa (Roma 6:4; Efesus 2:5-6), dan kuasa Roh yang menghasilkan kesaksian yang efektif, penyembuhan, mukjizat, dan akhirnya kebangkitan kita sendiri dari antara orang mati (Filipi 3:11; Efesus 1:18-20).
  • 4) Mengambil bagian dalam penderitaan Kristus dengan menyangkal diri, menyalibkan manusia lama, dan menderita karena Kristus dan kerajaan-Nya (bandingkan Filipi 1:29; Kisah Para Rasul 9:16; Roma 6:5-6; 1 Korintus 15:31; 2 Korintus 4:10; Galatia 2:20; Kolose 1:24; 1 Petrus 4:13).[6]

Referensi

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Filipi 1:1
  4. ^ Filipi 3:5
  5. ^ Filipi 3:8
  6. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.

Lihat pula

Pranala luar