Lompat ke isi

Festival durbar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Durbar
Perayaan durbar melalui kegiatan Hawan Sallah dengan pawai berkuda di Nigeria
JenisTradisi
TanggalPekan terakhir bulan Ramadan
FrekuensiTiap tahun
LokasiBauchi, Nigeria
Acara pertama1911
Pesertaumat Islam Nigeria
AktivitasPesta kembang api
Parade berkuda
TokohMuhammadu Rumfa
Situs webUNESCO

Festival Durbar adalah tradisi berupa festival tahunan yang mencakup aspek budaya, agama, dan tradisi berkuda yang biasa dilakukan pada bulan Ramadan. Festival ini merupakan bagian inti dari budaya Hausa di wilayah Arewa, sisi utara Nigeria. Durbar telah ada selama berabad-abad dan menjadi bagian esensial dari kerajaan-kerajaan yang juga menjalani tradisi Hausa. Dalam sejarah, masyarakat Hausa memang terbiasa sebagai penunggang kuda, yang dikenal dengan pejuang Sahara dan Sahel.

Kata "durbar" berasal dari bahasa Persia dan pertama kali dikaitkan dengan pertemuan seremonial yang menandai proklamasi Ratu Victoria sebagai Permaisuri India kolonial pada tahun 1877. Namun, masyarakat Hausa menggunakan istilah "Hawan Sallah" untuk menggambarkan festival tersebut, yang berarti "Tunggang Id", dengan "Hawan" merujuk pada tindakan menunggang kuda dan "Sallah" adalah nama Hausa untuk salat Id.[1]

Pelaksanaan

[sunting | sunting sumber]

Festival Durbar diselenggarakan di beberapa kota di Nigeria Utara, termasuk emirat-emirat Hausa kuno seperti di berbagai wilayah di kota Bauchi, Kano, Katsina, Ilorin, dan Sokoto.[2][3] Festival ini biasanya dirayakan sepekan terakhir Ramadan dan bertepatan dengan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.[4][5] Festival Durbar di wilayah Kano dikenal sebagai parade kuda suku yang menandai perayaan warisan budaya kerajaan Hausa.[6][7]

Festival dimulai dengan doa fajar, diikuti parade berkuda yang menampilkan Emir beserta rombongan penunggang kuda, musisi, dan prajurit. Dalam festival ini, para bangsawan melakukan perjalanan untuk memberi penghormatan kepada Emir dan menegaskan kesetiaan kepada emirat masing-masing. Festival Durbar berakar dari abad ke-14 di kota Kano, emirat kerajaan Hausa dan kota terbesar di Nigeria Utara. Festival Durbar di Kano berlangsung selama empat hari, menampilkan kemewahan, keterampilan berkuda, dan parade jalanan.[8]

Era pra-kolonial

[sunting | sunting sumber]

"Hawan Daushe" diperkenalkan di kota Kano pada masa pemerintahan Muhammadu Rumfa pada tahun 1400-an. Selama dan setelah Jihad Fulani, kuda digunakan dalam peperangan untuk melindungi Emirat. Setiap rumah tangga bangsawan diharapkan membela Emirat dengan membentuk resimen.[9] Setahun sekali, resimen-resimen tersebut berkumpul untuk parade militer, menunjukkan kesetiaan kepada penguasa mereka melalui demonstrasi keterampilan berkuda, kesiapan perang, dan loyalitas.[9]

Balap Jahi atau balap penunggang kuda, merupakan inti dari Durbar dan kegiatan terakhir dari program Hawan Daushe. Beberapa penunggang kuda di emirat berlari dengan kecepatan penuh menuju emir, kemudian berhenti mendadak saat mendekatinya dan mengayunkan pedang atau bendera sebelum keluar. Emir dan pasukan berkuda berjalan melalui sejumlah permukiman yang dihuni keluarga-keluarga bersejarah sebelum kembali ke istana melalui gerbang Kofar Kudu untuk Jahi, sebagai bentuk penghormatan bagi para penunggang kuda. Pengawal istana berbaris setelah rombongan Jahi dan melepaskan beberapa tembakan ke udara, menandakan akhir dari Durbar Hawan Daushe.

Hawan Sallah diikuti oleh Hawan Daushe, Hawan Nassarawa, dan Hawan Doriya. Hawan Daushe menarik perhatian penonton dari seluruh dunia. Hawan Daushe dimulai dengan Emir dan rombongannya keluar dari Gidan Rumfa (Istana Emir), melewati Kofar Kwaru menuju Babban Daki (istana Ibu Suri), tempat ia memberikan penghormatan kepada ibunya.

Beberapa sumber berpendapat bahwa festival Durbar diperkenalkan ke Nigeria oleh kolonial dengan tujuan politik.[10] Di Nigeria, acara-acara tersebut pada awalnya bersifat seremonial. Durbar pertama diadakan pada tahun 1911, diikuti oleh upacara-upacara selanjutnya pada tahun 1924, 1925, 1948, 1960, dan 1972. Upacara-upacara ini menggabungkan aspek-aspek pra-kolonial, mulai dari pertunjukan militer hingga berbagai bentuk pertemuan dan perayaan yang diciptakan oleh para penjajah pada masa tersebut, sembari memperingati peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di Nigeria Utara.[11]

Pasca kemerdekaan

[sunting | sunting sumber]

Saat ini, festival Durbar ditampilkan sebagai acara inti dalam Festival Seni dan Budaya Hitam Afrika ke-2, yang dikenal sebagai Festac 77.[12] Sejak Festac, asal-usul dan segala bentuk perayaan kolonial secara bertahap dihilangkan. Acara-acara tersebut mulai dikaitkan dengan tradisi lokal seperti pentingnya pasukan berkuda untuk tujuan militer dan upacara seremonial di Kekaisaran Bornu, serta upacara keagamaan "Hawan Sallah" dan "Hawan Idi".[13] Pada Desember 2024, festival ini diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.[14]

Parade pasukan berkuda

[sunting | sunting sumber]

Pawai dan festival

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Northern Nigeria's cultural treasure". Pulse Nigeria (dalam bahasa American English). 5 September 2017. Diakses tanggal 22 July 2020.
  2. Temi, Emidun (8 September 2019). "Exploring The Wonders Of Ilorin Durbar Festival". The Guardian Nigeria News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 28 February 2022.
  3. Jimi (2024-06-12). "Ilorin Durbar targets local, foreign investors for economic boost". The Guardian Nigeria News - Nigeria and World News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-11-05.
  4. "A 100-Year-Old Festival of Horse Riding". Folio Nigeria. Diakses tanggal 17 August 2020.
  5. Tukur, Sani (8 July 2016). "In Kano, a thrilling display of ancient Durbar festival and also used to mark Eid el Fitr". Premium Times Nigeria (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 25 August 2021.
  6. "Emir of Kano, Sanusi II rides through Kano during Durbar festival". Vanguard News (dalam bahasa American English). 2016-07-07. Diakses tanggal 2023-06-05.
  7. "Emir of Kano, Sanusi II rides through Kano during Durbar festival". Vanguard News (dalam bahasa American English). 2016-07-07. Diakses tanggal 2023-12-11.
  8. "Kano Durbar Festival: Nigeria's Most Spectacular Horseparade". Google Arts & Culture (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2 August 2021.
  9. 1 2 Enuma Okoro (3 July 2017). "Inside the Durbar festival in northern Nigeria". CNN. Diakses tanggal 2 August 2021.
  10. Steinmetz, George (1999). State/culture: State-formation After the Cultural Turn. hlm. 217.
  11. Augi, Abdullahi (1978). The History and Performance of Durbar in Northern Nigeria. hlm. 1.
  12. "Grand Durbar – Festac 1977". DURBAR (dalam bahasa Inggris). 2023-07-09. Diakses tanggal 2025-03-05.
  13. Media, Kompas Cyber (2024-03-18). "Festival Durbar, Tradisi Berkuda Menyambut Idul Fitri di Nigeria". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-03-05.
  14. "Eid festivities in north Nigeria make UNESCO heritage list". France 24. 6 December 2024. Diakses tanggal 6 December 2024.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]