Federasi Afrika Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Nine horizontal strips coloured (from top to bottom): blue, white, black, green, yellow, green, red, white, then blue. The logo of the EAC is placed in the centre.
Moto"One People One Destiny"
LaguEAC Anthem
Rencana wilayah Federasi Afrika Timur.
Ibu kotaArusha
Kota terbesar Dar es Salaam
Bahasa resmi Inggris
Lingua Franca Swahili
Tipe Rencana federasi
Negara
Legislatif EALA
Pendirian
 -  Komunitas Afrika Timur 7 Juli 2000 
 -  Federasi Afrika Timur (didirikan) 2016 
Luas
 -  Total 1.820.664 km2 (17th)
 -  Perairan (%) 5,6
Penduduk
 -  Perkiraan 2014 153.301.178[1] (ke-10)
 -  Kepadatan 84,2/km2 
PDB (KKB) Perkiraan 2013
 -  Total US$ 297,791 miliar[2] 
 -  Per kapita US$ 1.942 
PDB (nominal) Perkiraan 2013
 -  Total US$ 122,672 miliar 
 -  Per kapita US$ 800 
Mata uang Shilling Afrika Timur
Zona waktu CAT / EAT (UTC+2 / +3)
Situs web resmi
www.eac.int

Federasi Afrika Timur (Swahili: Shirikisho la Afrika Mashariki) adalah rencana penyatuan politik lima negara berdaulat dalam Komunitas Afrika Timur – Burundi, Kenya, Rwanda, Tanzania, dan Uganda – menjadi satu negara federasi berdaulat.[3] Per 2014, kelima negara ini telah menyatakan dukungannya terhadap penyatuan ini, tetapi persoalan kedaulatan anggota dan waktu pelaksanaannya masih dibahas lebih lanjut.[4]

Tentang[sunting | sunting sumber]

Dengan luas 1.820.664 km², Federasi Afrika Timur akan menjadi negara terbesar keempat di Afrika dan ke-17 di dunia. Dengan jumlah penduduk 153.301.178, Federasi Afrika Timur akan menjadi negara terpadat kedua di Afrika (setelah Nigeria) dan kesepuluh di dunia.[1] Populasinya lebih besar daripada Rusia, Jepang, dan Meksiko, dan separuh populasi Amerika Serikat.[1] a Kepadatan penduduknya diperkirakan mencapai 84,2 jiwa/km².

Bahasa Swahili akan menjadi lingua franca, sedangkan bahasa Inggris akan menjadi bahasa resminya. Ibu kota federasi ini akan dditempatkan di Arusha, Tanzania, dekat perbatasan Kenya. Markas Komunitas Afrika Timur saat ini terletak di Arusha.[3]

Rencananya, negara ini akan menggunakan mata uang shilling Afrika Timur dan diperkirakan menjadi mata uang utama kelima negara ini pada tahun 2015 atau seterusnya. PDB-PPP (versi CIA World Factbook) negara ini diperkirakan mencapai US$297.791.000.000, terbesar kelima di Afrika dan ke-48[2] di dunia. PDB per kapitanya sekitar US$1.942.

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

Penyatuan Komunitas Afrika Timur menjadi satu negara sudah dibahas sejak tahun 2013.[5] Pada tahun 2010, EAC meluncurkan pasar umum untuk barang, tenaga kerja, dan modal di kawasan Afrika Timur. Penyatuan mata uang dijadwalkan rampung pada tahun 2013 dan penyatuan politik akan diselesaikan pada tahun 2015.[6]

Sampai saat ini, pengaruh masuknya Sudan Selatan ke EAC terhadap rencana federasi masih belum jelas. Karena masalah infrastruktur terus bertahan di Sudan Selatan sejak Presiden Salva Kiir Mayardit menghentikan perdagangan minyak dengan Sudan, Sudan Selatan memutuskan untuk menanamkan modal dalam pembangunan jalur pipa yang mengitari Sudan. Pipa ini akan melintasi Ethiopia hingga pesisir Djibouti dan mengarah ke tenggara sampai pesisir Kenya.[7] Kerja sama ini akan meningkatkan kemungkinan bergabungnya Sudan Selatan dengan Federasi Afrika Timur.[8]

Pada tanggal 14 Oktober 2013, kepala negara Uganda, Kenya, Rwanda, dan Burundi bertemu di Kampala untuk merumuskan undang-undang dasar Federasi Afrika Timur.[9]

Pada Desember 2014, upaya penyatuan politik secara menyeluruh diputuskan untuk ditunda hingga tahun 2016.[10]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]