Febri Diansyah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Febri Diansyah
Febri Diansyah.jpg
Febri Diansyah di Universitas Negeri Padang.
Lahir8 Februari 1983 (umur 38)
Bendera Indonesia Padang, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUniversitas Gadjah Mada, Yogyakarta
PekerjaanAktivis, Juru Bicara KPK
Dikenal atasAktivis anti-korupsi

Febri Diansyah, S.H. (lahir 8 Februari 1983)[1] adalah seorang aktivis anti-korupsi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Biro Humas) Komisi Pemberantasan Korupsi atau yang lebih dikenal sebagai Juru Bicara KPK.[2] Pria tamatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 2007 ini sebelumnya aktif di LSM yang bergerak di bidang pemantauan pemberantasan korupsi yaitu Indonesia Corruption Watch (ICW).[3][4]

Pada Februari 2012, Febri dianugerahi penghargaan sebagai aktivis/pengamat politik paling berpengaruh pada tahun 2011. Penghargaan ini diberikan oleh lembaga riset politik Charta Politika Indonesia atas intensitas pernyataan Febri pada isu-isu korupsi, seperti kasus Wisma Atlet, Undang-undang KPK, pemberantasan korupsi, kasus cek pelawat, dan seleksi pimpinan KPK, yang dianggap tertinggi dibanding pengamat dan aktivis lain.[5]

Pada tanggal 18 September 2020, Febri Diansyah mengajukan surat pengunduran diri di KPK dengan alasan kondisi KPK telah berubah.[6] Sesuai aturan di KPK, maka sejak 17 Oktober 2020 atau sebulan kemudian, Febri Diansyah secara resmi bukan lagi sebagai Pegawai KPK.[7]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Febri Diansyah menamatkan pendidikan pada jurusan IPA di SMA Negeri 4 Padang pada tahun 2000.[8] Ia melanjutkan pendidikan di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Semasa berkuliah, ia sempat aktif di Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Genta Andalas.[9]

Merasa tak cocok dengan jurusan yang ia ambil tersebut, akhirnya pada tahun 2002 Febri pun tergerak untuk mendaftar kuliah pada jurusan Hukum di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.[10]

Demi menamatkan kuliahnya, Febri pun kembali ke kampung halaman. Di sana ia bekerja untuk mengumpulkan biaya melanjutkan kuliahnya di UGM. Sambil bekerja, Febri menjalani perkuliahannya kembali di Universitas Andalas karena menurut Febri dirinya masih memiliki jadwal belajar di sana.[10]

Febri dinyatakan lulus sebagai sarjana hukum UGM pada tahun 2007, setelah lulus ia memilih bergabung bersama Indonesia Corruption Watch (ICW) sebagai peneliti hukum dan merantau ke Jakarta.[10]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Profil Febri Diansyah". VIVA.co.id. Diakses tanggal 5 Mei 2017. 
  2. ^ "KPK Lantik 3 Pejabat Eselon II Baru". Komisi Pemberantasan Korupsi RI. 6 Desember 2016. Diakses tanggal 5 Mei 2017. 
  3. ^ "Febri Diansyah, S.H (Peneliti Indonesia Corruption Watch)" Diarsipkan 2015-07-12 di Wayback Machine. LCDC FH UGM, 15 Juli 2014. Diakses 12 Juli 2015.
  4. ^ "Diskusi Bersama Febri Diansyah (ICW)" The Wahid Institute. 29 Februari 2012. Diakses 12 Juli 2015.
  5. ^ "Febri ICW Ragu Terima Penghargaan Charta Politika" Tempo.co, 29 Februari 2012. Diakses 12 Juli 2015.
  6. ^ detikcom, Tim. "Febri Diansyah Mundur Usai 11 Bulan Kondisi KPK 'Berubah'". detiknews. Diakses tanggal 2020-10-30. 
  7. ^ "Hari Kerja Terakhir Febri Diansyah di KPK". Twitter. Diakses tanggal 2020-10-30. 
  8. ^ "Jubir KPK". Beritadarisumbar.blogspot.com. Desember 2016. Diakses tanggal 21 April 2018. 
  9. ^ https://www.gentaandalas.com/perihal-kami/#
  10. ^ a b c Adifiyah, Siti (2 Mei 2018). "Susah Payah Jubir KPK Lulus Kuliah di UGM". Tagar.id. Diakses tanggal 4 Desember 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]