Faradj Martak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Faradj Martak
Faradj Martak.jpg
LahirFaradj bin Said bin Awadh Martak
1897
Bendera Yaman Hadhramaut, Yaman
Meninggal1962 (berusia 64–65)
Bendera Yaman Aden, Yaman
Tempat peristirahatanAden, Yaman
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanPengusaha
AnakAli bin Faradj Martak
Kamal bin Faradj Martak
Jamila binti Faradj Martak
Sakina binti Faradj Martak
Helmi bin Faradj Martak
Farida binti Faradj Martak
Ghazie bin Faradj Martak
KerabatDjuslam Martrak (kakak)
Muhammad Martak (kakak)
Ahmad Martak (adik)

Faradj bin Said bin Awadh Martak atau disingkat Faradj Martak (1897-1962) dikenal sebagai seorang saudagar Arab-Indonesia, yang mewakili NV. Marba telah berjasa dalam menghibahkan sebuah rumah di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 kepada Soekarno[1] agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Republik Indonesia.

Di rumah tersebut Fatimah kemudian menjahit sendiri Bendera Merah Putih pada malam sebelum proklamasi[2]. Keesokan harinya, 17 Agustus 1945, rumah tersebut dijadikan tempat dikumandangkannya naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lengkap dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih[3].

Biografi[sunting | sunting sumber]

Faradj Martak lahir di Hadramaut pada tahun 1897 sebagai putra ketiga dari empat bersaudara, Djuslam, Muhammad, dan Ahmad[4]. Setelah hijrah ke Indonesia, pada tahun 1940 keluarga Martak bersama keluarga Badjened merintis berdirinya N.V. Alegemeene Import-Export en Handel Martak Badjened (Marba), salah satu dari sedikit konglomerasi di Indonesia[4] dengan Faradj Martak sebagai Presiden Direkturnya[5]. Faradj memiliki putra bernama Ali bin Faradj Martak, yang dikenal dekat dengan Bung Karno dan menjadi penerus usaha ayahnya[5].

Peranan[sunting | sunting sumber]

Rumah proklamasi[sunting | sunting sumber]

Faradj Martak memiliki jasa dalam proses terciptanya kemerdekaan Indonesia. Rumah yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat (sekarang bernama Jalan Proklamasi) adalah miliknya, rumah tersebut kemudian dijadikan tempat tinggal Soekarno sekaligus tempat pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia[6].

Faradj Martak menghibahkan rumah tersebut untuk negara, dan membelikan sejumlah gedung di Jakarta untuk pemerintah[4].

Atas jasanya tersebut, pemerintah Indonesia kemudian memberinya ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Faradj bin Said Awad Martak. Ucapan tersebut disampaikan secara tertulis atas nama Pemerintah Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1950, yang ditandatangani oleh Ir. Mananti Sitompoel selaku Menteri Pekerdjaan Umum dan Perhubungan Indonesia. Dalam ucapan terima kasih tersebut juga disebutkan bahwa Faradj bin Said Awad Martak telah membeli beberapa gedung lain di Jakarta yang amat berharga bagi kelahiran negara Republik Indonesia[5].

Madu Arab[sunting | sunting sumber]

Sebelum proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, Bung Karno mengalami sakit beri-beri dan malaria. Dua penyakit tersebut menyebabkan tubuh Bung Karno terus lemas. Melihat Bung Karno yang cukup mengkhawatirkan, Faradj Martak akhirnya memberikan Bung Karno sebuah madu yang sangat berkhasiat bernama Sidr Bahiyah dari Hadhramaut[7]. Madu Sidr memiliki kemampuan membunuh aneka bakteri tanpa efek samping. Madu ini bersifat antibiotik, antiseptik, dan antijamur. Soekarno rutin mendapat pasokan satu dus madu Sidr satu atau dua bulan sekali. Satu karton madu itu terdiri dari 20 botol masing-masing seberat satu kilogram[4].

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Abidin, Aflahul (2015-11-02). "Nasionalisme Indonesia Juga Milik Warga Keturunan Arab". surabaya.tribunnews.com. Surya. Diakses tanggal 2017-08-17. 
  2. ^ Islam, Portal (2017-01-14). "Bu Mega, Rumah Proklamasi Jalan Pegangsaan Timur no 56 Jakarta itu Hibah Keturunan Arab". www.portal-islam.id. Diakses tanggal 2017-08-17. 
  3. ^ Batarfi, Abdullah; Alkatiri, Mansyur (2016-08-17). "Madu Arab dan Proklamasi RI". arabindonesia.com (dalam bahasa Inggris). Arab Indonesia. Diakses tanggal 2017-08-17. 
  4. ^ a b c d Assegaf, Faisal (2017-01-18). "Faradj Martak, sahabat Arab Soekarno terlupakan". albalad.co. Albalad. Diakses tanggal 2017-08-17. 
  5. ^ a b c Batarfi, Abdullah; Alkatiri, Mansyur (2015-08-17). "Faradj Martak dan Rumah Proklamasi". arabindonesia.com (dalam bahasa Inggris). Arab Indonesia. Diakses tanggal 2017-08-17. 
  6. ^ Ilahi, Kurnia (2017-01-18). "Saudagar Keturunan Arab dan Rumah Proklamasi". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2017-08-17. 
  7. ^ Nugroho, Adi (2017-01-09). "Faradj bin Said, Pemilik 'Rumah Proklamasi' yang Berjasa Bagi Indonesia". www.boombastis.com. Diakses tanggal 2017-08-17. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]