Faktor risiko

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dalam epidemiologi, faktor risiko atau determinan adalah variabel-variabel yang berhubungan dengan peningkatan risiko suatu penyakit atau infeksi tertentu.[1] Determinan sering kali digunakan sebagai sinonim faktor risiko karena kurangnya harmonisasi lintas disiplin ilmiah. Dalam konteks kebijakan kesehatan, determinan adalah risiko kesehatan yang bersifat umum, abstrak, berkaitan dengan ketidaksetaraan dan sulit dikendalikan oleh individu.[2][3] Sebagai contoh, konsumsi makanan yang mengandung vitamin C yang rendah merupakan faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan skorbut.

Faktor risiko atau determinan bersifat korelasional dan belum tentu kausal, karena korelasi tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Misalnya, usia muda tidak bisa disebut menyebabkan campak, tetapi orang berusia muda memiliki kasus campak yang lebih tinggi. Metode-metode statistika sering digunakan untuk menilai kekuatan hubungan antara faktor risiko dan penyakit, serta untuk memberikan bukti kausal (misalnya dalam studi tentang hubungan antara merokok dan kanker paru-paru). Bersama dengan cabang-cabang biologi, analisis statistik dapat menetapkan bahwa faktor risiko merupakan penyebab penyakit. Jika dilakukan dengan cermat dan berdasarkan penelitian, identifikasi faktor risiko dapat digunakan sebagai strategi untuk menjalankan penapisan medis.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Parritz, Robin Hornik (2018). Disorders of Childhood: Development and Psychopathology. Michael F. Troy (edisi ke-3). Boston, MA: Cengage Learning. hlm. 38. ISBN 978-1-337-09811-3. OCLC 960031712. 
  2. ^ Institute of Medicine. Committee on Using Performance Monitoring to Improve Community Health (1997). Improving health in the community : a role for performance monitoring. Jane Durch, Linda A. Bailey, Michael A. Stoto. Washington, D.C.: National Academy Press. ISBN 0-585-02106-6. OCLC 42328814. 
  3. ^ "Glossary of terms used for Health Impact Assessment (HIA)". Organisasi Kesehatan Dunia. Diakses tanggal 11 Juni 2021. 
  4. ^ Wald, N.J.; Hackshaw, A.K.; Frost, C.D. (1999). "When can a risk factor be used as a worthwhile screening test?". BMJ. 319 (7224): 1562–1565. doi:10.1136/bmj.319.7224.1562. ISSN 0959-8138. PMC 1117271alt=Dapat diakses gratis. PMID 10591726.