Etiologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Etiologi merupakan studi yang mempelajari tentang kausalitas (penyebab) dan asal-muasal sesuatu.[1] Kata ini berasal dari bahasa Yunani αἰτιολογία, aitiologia, yang artinya "memberi alasan untuk" (αἰτία, aitia, "penyebab"; dan -λογία, -logia).[2]

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Di bidang kedokteran, etiologi mengacu pada penyebab dari suatu penyakit atau gangguan kesehatan.[3] Ketika suatu etiologi suatu penyakit tidak dapat ditentukan atau diketahui secara pasti, penyakit tersebut dianggap idiopatik. Pada masa lampau, penyakit diduga disebabkan oleh hal-hal mistis dan supranatural, ketidakseimbangan cairan tubuh (humoralisme), pendekatan miasma, hingga akhirnya muncul teori kuman penyakit.[4][5]

Dalam bidang epidemiologi, dibutuhkan sejumlah bukti yang dikumpulkan secara bersama-sama untuk menyimpulkan suatu penyebab; hal ini disebut inferensi kasual. Austin Bradford Hill menunjukkan hubungan sebab-akibat antara pengisapan tembakau dan kanker paru-paru, lalu merangkum garis penalaran yang ia lakukan dalam kriteria Bradford Hill, yaitu sembilan prinsip untuk menetapkan penyebab epidemiologis. Gagasan tentang kausalitas ini kemudian digunakan dalam proposal untuk konsep sebab akibat yang terpadu.[6]

Rantai kausalitas dan korelasi[sunting | sunting sumber]

Studi epidemiologi lebih lanjut diperlukan untuk membedakan antara penyebab dengan asosiasi atau korelasi statistik. Beberapa kejadian bisa terjadi secara bersamaan dan tidak selalu karena adanya hubungan sebab-akibat, tetapi dapat terjadi karena adanya peluang, bias, atau pembaur. Selain itu, perlu ditentukan kejadian mana yang merupakan penyebab, dan mana yang menjadi akibat. Proses pengambilan sampel dan pengukuran yang teliti lebih penting dibandingkan analisis statistik yang rumit dalam menentukan suatu kausalitas. Penelitian eksperimental dengan intervensi (menyediakan atau menghilangkan penyebab yang diduga) merupakan bukti yang paling memenuhi syarat dalam menegakkan suatu penyebab.

Terkait dengan ini, terkadang beberapa gejala selalu muncul bersamaan atau lebih sering dari yang diperkirakan, meskipun diketahui bahwa gejala yang satu tidak dapat menyebabkan gejala yang lain. Situasi ini disebut sindrom dan biasanya diasumsikan bahwa harus ada kondisi spesifik yang mendasarinya yang menjelaskan munculnya semua gejala.

Pada kasus lain, tidak ada penyebab tunggal untuk suatu penyakit. Ada kalanya, suatu pemicu awal memungkinkan terjadinya serangkaian peristiwa sebab-akibat, hingga penyakit berkembang secara klinis. Suatu agen etiologis mungkin memerlukan suatu kofaktor independen dan menjadi subjek suatu promotor yang mendukungnya untuk menjadi penyebab penyakit. Salah satu contoh kasus ini adalah bahwa penyakit tukak lambung dapat dipicu oleh stres dan memerlukan adanya sekresi asam lambung, serta memiliki etiologi primer berupa infeksi bakteri Helicobacter pylori. Banyak penyakit kronis yang tidak diketahui penyebabnya dapat dipelajari dengan menggunakan kerangka ini untuk menjelaskan beberapa asosiasi epidemiologis atau faktor risiko yang mungkin atau mungkin tidak terkait secara kausal, dan untuk mencari etiologi yang sebenarnya.

Heterogenitas etiologi[sunting | sunting sumber]

Sejumlah penyakit, seperti diabetes melitus atau hepatitis, didefinisikan berdasarkan tanda dan gejalanya, tetapi mereka juga mencakup berbagai kondisi berbeda yang masing-masing disebabkan oleh etiologi yang berbeda. Sebaliknya, etiologi tunggal seperti virus Epstein-Barr, dalam kondisi berbeda dapat menyebabkan penyakit yang berbeda, misalnya mononukleosis, karsinoma nasofaring, atau limfoma Burkitt.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rothman, Kenneth J.; Greenland, Sander; Poole, Charles; Lash, Timothy L. (2008). "Causation and Causal Inference". Modern Epidemiology (edisi ke-Third). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 6–7. ISBN 978-0-7817-5564-1. 
  2. ^ Aetiology. Oxford English Dictionary (edisi ke-2nd). Oxford University Press. 2002. ISBN 0-19-521942-2. 
  3. ^ Greene J (1996). "The three C's of etiology". Wide Smiles. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-06-30. Diakses tanggal 2007-08-20.  Discusses several examples of the medical usage of the term etiology in the context of cleft lips and explains methods used to study causation.
  4. ^ Brimblecombe, Peter; Nicholas, Frances M. (1993). Berry, R.J., ed. Case study: the history and ethics of clean air. Dordrecht: Springer Netherlands. hlm. 72–85. doi:10.1007/978-0-585-36577-0_5. ISBN 978-0-412-39800-1. 
  5. ^ Hernandez Botero, Johan Sebastian; Florian Perez, Maria Cristina (2012). Azevedo, Luciano, ed. The History of Sepsis from Ancient Egypt to the XIX Century. InTech. doi:10.5772/51484. ISBN 978-953-51-0780-4. 
  6. ^ Evans, Alfred S.; Evans, Terry (1993). Causation and Disease: A Chronological Journey. Springer Science & Business Media. ISBN 9780306442834. Diakses tanggal 7 December 2021.