Erros Djarot
| Erros Djarot | |
|---|---|
Erros Djarot pada tahun 2021 | |
| Lahir | Sugeng Waluyo Djarot 22 Juli 1950 Rangkasbitung, Lebak, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Universitas Sains Terapan Cologne |
| Pekerjaan | Pencipta lagu, sutradara, politisi, jurnalis |
| Tahun aktif | 1976–sekarang |
| Karya terkenal | Badai Pasti Berlalu (1977) Badai Pasti Berlalu (1977) Tjoet Nja' Dhien (1988) |
| Partai politik | |
| Suami/istri | Dewi Triyadi Surianegara |
| Anak | 2, termasuk Banyu Biru Djarot |
| Kerabat |
|
Erros Djarot (lahir 22 Juli 1950) adalah seorang pencipta lagu, sutradara, jurnalis dan politisi Indonesia keturunan Jogja dan Banten. Memulai karier musiknya dengan musik tema film Kawin Lari pada tahun 1976,[1] Erros menjadi terkenal berkat kesuksesan Badai Pasti Berlalu dan album musik temanya.[2] Pada tahun 1988, ia menyutradarai Tjoet Nja' Dhien yang meraih sembilan Penghargaan Citra dan mewakili Indonesia dalam Academy Awards ke-62 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.[3] Pada akhir 1990-an, Erros terjun ke dunia politik, dan kemudian membentuk Partai Nasional Bung Karno pada tahun 2002.
Karier
[sunting | sunting sumber]Karier bermusik
[sunting | sunting sumber]Di dunia musik, Erros dikenal karena lagu-lagunya yang melegenda seperti Badai Pasti Berlalu, Merpati Putih, Cintaku, Merepih Alam, Angin Malam, dan Pelangi yang terangkum dalam album Badai Pasti Berlalu,[4] album jalur suara untuk film Badai Pasti Berlalu (1977) karya sutradara legendaris Teguh Karya, yang kemudian menjadi salah satu album masterpiece dalam blantika musik Indonesia.
Karier perfilman
[sunting | sunting sumber]Teguh Karya kemudian menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam perjalanan karier Erros Djarot selanjutnya; yaitu di dunia film.[5] Hingga mengantarkan Erros menjadi langganan Penata Musik Terbaik untuk beberapa film garapannya, bahkan Erros kemudian menjadi Sutradara Terbaik untuk film garapannya sendiri, Tjoet Nja' Dhien, pada Festival Film Indonesia 1988.
Karier politik
[sunting | sunting sumber]- Pendiri Litbang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
- Mendirikan Partai Nasionalis Bung Karno dan terpilih sebagai Ketua Umum.
- Mendirikan Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia dan terpilih sebagai Ketua Umum; berhasil meloloskan partai tersebut untuk mengikuti pemilihan umum tahun 2004 dan pemilihan umum tahun 2009.
Filmografi
[sunting | sunting sumber]Film
[sunting | sunting sumber]| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1974 | Kawin Lari | Sebagai penata musik | |
| 1976 | Perkawinan dalam Semusim | ||
| 1977 | Badai Pasti Berlalu | ||
| 1980 | Usia 18 | ||
| Kembang Padang Kelabu | |||
| Seputih Hatinya Semerah Bibirnya | |||
| 1982 | Pengantin Remaja II | ||
| 1983 | Di Balik Kelambu | ||
| 1984 | Ponirah Terpidana | ||
| Kerikil-Kerikil Tajam | |||
| 1985 | Secangkir Kopi Pahit | ||
| Kembang Kertas | Sebagai penata musik dan penulis | Debut dalam penulisan | |
| Bila Saatnya Tiba | Sebagai penata musik | ||
| 1986 | Kodrat | ||
| 1988 | Tjoet Nja' Dhien | Sebagai penulis, produser dan sutradara | Debut dalam penyutradaraan |
| 1990 | Langitku Rumahku | Sebagai penata musik, penulis dan produser | |
| 2001 | Marsinah, Cry Justice | Sebagai penulis | |
| 2008 | Kantata Takwa | Sebagai penulis, produser dan sutradara | Dokumenter |
Diskografi
[sunting | sunting sumber]- Album
- Kembalikan Masa Depanku (1983)
- Manusia-Manusia (1984)
- Single
- "Politik Zaman Edan" (2019)
- "1&2 Bukan Segalanya" (2019)
Prestasi dan pengakuan
[sunting | sunting sumber]- Diabadikan oleh majalah Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu dari The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa pada tahun 2008
Penghargaan dan nominasi
[sunting | sunting sumber]| Penghargaan | Tahun | Kategori | Karya yang dinominasikan | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| Festival Film Indonesia | 1976 | Penata Musik Terbaik | Kawin Lari | Menang |
| 1978 | Badai Pasti Berlalu | Menang | ||
| 1981 | Usia 18 | Menang | ||
| 1984 | Ponirah Terpidana | Nominasi | ||
| 1985 | Kembang Kertas | Nominasi | ||
| Kerikil-Kerikil Tajam | Nominasi | |||
| Secangkir Kopi Pahit | Nominasi | |||
| 1987 | Kodrat | Nominasi | ||
| 1988 | Film Cerita Panjang Terbaik | Tjoet Nja' Dhien | Menang | |
| Sutradara Terbaik | Menang | |||
| Penulis Skenario Terbaik | Menang | |||
| Penulis Cerita Asli Terbaik | Menang | |||
| 1990 | Film Cerita Panjang Terbaik | Langitku Rumahku | Nominasi | |
| Penata Musik Terbaik | Nominasi | |||
| 2004 | Penulis Skenario Terbaik | Marsinah, Cry Justice | Nominasi | |
| Asia Pacific Screen Awards | 2008 | Best Documentary Feature Film | Kantata Takwa | Nominasi |
| Anugerah Musik Indonesia | 2023 | Penerima | ||
| Festival Film Bandung | 2024 | Penerima | ||
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Musisiku. Penerbit Republika. 2007. hlm. 196. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Musisiku. Penerbit Republika. 2007. hlm. 199. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Burnama, Pitradjaya; Hakim, Christine; Wowor, Rudy, Tjoet Nja' Dhien, diakses tanggal 2026-01-17
- ↑ Eros Djarot / Christian / Berlian Hutauruk - Badai Pasti Berlalu (dalam bahasa Inggris), 1977, diakses tanggal 2026-01-17
- ↑ "35 Tahun Erros Djarot Berkarya". Dennysakrie63's Blog. 2010-08-29. Diakses tanggal 2025-06-22.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Profil di tokohindonesia.com Diarsipkan 2006-09-16 di Wayback Machine.
| Penghargaan dan prestasi | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Slamet Rahardjo Film : Kodrat (1987) |
Sutradara Terbaik (Festival Film Indonesia) Film : Tjoet Nja' Dhien (1988) |
Diteruskan oleh: Teguh Karya Film : Pacar Ketinggalan Kereta (1989) |
- Orang hidup berusia 76
- Kelahiran 1950
- Sutradara Terbaik (Festival Film Indonesia)
- Penata Musik Terbaik (Festival Film Indonesia)
- Sutradara Indonesia
- Seniman Indonesia
- Tokoh Jawa
- Tokoh dari Lebak
- Tokoh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
- Politikus Indonesia
- Selebritas-politikus Indonesia
- Politikus Partai Demokrasi Indonesia
- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan