Entikong, Sanggau
Entikong | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Barat | ||||
| Kabupaten | Sanggau | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Suparman, S.Pd, M.Sos | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 20,334 jiwa (2.019) jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 61.03.21 | ||||
| Kode BPS | 6105220 | ||||
| Luas | 506,89 km² | ||||
| Kepadatan | 26 jiwa/km² | ||||
| |||||
Entikong adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia.
Entikong memiliki jalur perbatasan darat dengan negara Malaysia khususnya Sarawak sehingga jalur darat sering disebut jalur sutera karena bisa dilewati langsung oleh bus baik dari Indonesia maupun dari Malaysia tanpa harus menyebari sungai maupun laut, oleh sebab itu banyak TKI yang berasal dari Jawa dan Sumatra yang menggunakan jalur perbatasan Entikong.[butuh rujukan]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Asal mula nama Entikong berasal dari kata "En" yang berarti "sungai" dan "Tikong" yang berarti "tikungan atau berkelok", jadi Entikong diartikan sebagai sungai yang banyak tikungannya atau berkelok.[butuh rujukan]
Sungai Entikong yang bermuara di sungai Sekayam adalah pemukiman awal masyarakat Entikong pada waktu dahulu. Kemudian pada 1970, oleh dinas sosial masyarakatnya dipindah ke lokasi pemukiman baru yang sudah disediakan yakni lokasi pemukiman yang sekarang. Saat itu Entikong masih termasuk ke dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Sekayam.[butuh rujukan]
Sejak saat itu, semua masyarakat Entikong pindah ke "Kampung Baru" dan jumlah penduduknya mulai berkembang pesat hingga sekarang dan menjadi salah satu desa yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yakni Tebedu, Malaysia.[butuh rujukan]
Kecamatan Entikong pun terbentuk secara resmi pada 17 Juni 1996 yang dilaksanakan secara terpusat di Sanggau berdasarkan PP No. 39 Tahun 1996 tentang Pembentukan 16 kecamatan di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Pontianak, Sanggau, Sambas, Sintang, Ketapang dan Kapuas Hulu Dalam Wilayah Provinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat.[butuh rujukan]
Suku
[sunting | sunting sumber]Mayoritas suku di Kecamatan Entikong adalah:[butuh rujukan]
Agama
[sunting | sunting sumber]Data keagamaan penduduk kecamatan Entikong dari 20.334 jiwa penduduk, yakni pemeluk agama Kristen sebanyak 13.730 jiwa atau 67,53%, di mana Katolik 10.296 jiwa (50,64%) dan Protestan sebanyak 3.434 jiwa (16,89%). kemudian Islam 6.579 jiwa (32,35%), kemudian kepercayaan sebanyak 14 jiwa (0,07%), Budha 10 jiwa (0,05%), dan Hindu 1 jiwa.[1]
Mata Pencarian
[sunting | sunting sumber]Mata pencaharian penduduk adalah petani padi, sahang, kakao, karet dan sebagian adalah penambang emas tradisional.[butuh rujukan]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Data Berdasarkan Agama Kabupaten Sanggau". www.dikominfo.sanggai.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-18. Diakses tanggal 14 Oktober 2020.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]0°59′16″N 110°21′8″E / 0.98778°N 110.35222°E
