Empat Penunggang Kuda dalam Kitab Wahyu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Four Horsemen of the Apocalypse ("Empat Penunggang Kuda dalam Kitab Wahyu"), lukisan karya Victor Vasnetsov (1887). Anak Domba Allah terlihat di bagian atas.

Empat Penunggang Kuda dalam Kitab Wahyu (bahasa Inggris: Four Horsemen of the Apocalypse) merujuk kepada suatu bagian penglihatan yang dialami oleh Yohanes ketika berada di pulau Patmos pada abad pertama Masehi, dan dicatatnya dalam kitab Wahyu kepada Yohanes, yang merupakan kitab terakhir dalam Alkitab Kristen. Yohanes mendapat penglihatan berisi "Wahyu Yesus Kristus" yang disebut sebagai Anak Domba Allah. Pada pasal 6 kitab Wahyu itu, Yohanes melihat suatu gulungan kitab yang dimeterai dengan tujuh meterai di mana hanya Anak Domba Allah yang dapat membukanya. Ketika 4 meterai dibuka, berturut-turut muncul 4 penunggang kuda dengan ciri berbeda, masing-masing dengan kuda yang berwarna putih, merah padam, hitam dan hijau-kuning. Ada banyak penafsiran mengenai apa yang dilambangkan oleh para penunggang kuda ini.

Catatan Alkitab[sunting | sunting sumber]

Wahyu 6:1-8

Kuda putih[sunting | sunting sumber]

Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.[1]

Kuda merah padam[sunting | sunting sumber]

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!" Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.[2]

Kuda hitam[sunting | sunting sumber]

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk yang ketiga berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."[3]

Kuda hijau kuning[sunting | sunting sumber]

Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!" Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.[4]
Albrecht Dürer, Knight, Death and the Devil ("Ksatria, Maut dan Iblis"), 1513
"Four Horsemen of the Apocalypse" (Empat Penunggang Kuda dalam Kitab Wahyu), Saint-Sever Beatus, abad ke-11.

Rujukan pada bagian Alkitab lain[sunting | sunting sumber]

Kitab Zakharia[sunting | sunting sumber]

Dalam Kitab Zakharia terdapat dua kali penyebutan kuda-kuda berwarna:

  1. Ada kuda-kuda berwarna: merah, merah jambu dan putih (Zakharia 1:8-17).
  2. Ada 4 kereta kuda yang masing-masing secara berurutan ditarik oleh kuda berwarna: merah, hitam, putih serta berbelang-belang dan berloreng-loreng (Zakharia 6:1-8).

Kitab Yehezkiel[sunting | sunting sumber]

Keempat makhluk yang digambarkan dalam Wahyu 4:6-8 mirip dengan empat makhluk yang digambarkan dalam Yehezkiel 1:5-12. Dalam kitab Wahyu masing-masing makhluk itu memanggil satu penunggang kuda, sedangkan dalam Kitab Yehezkiel keempat makhluk itu "berjalan lurus ke depan; ke arah mana roh itu hendak pergi, ke sanalah mereka pergi, mereka tidak berbalik kalau berjalan." Pada Yehezkiel 14:21, Tuhan memerinci "empat hukuman yang berat-berat" sebagai: pedang, kelaparan, binatang buas dan sampar, terhadap para penatua Israel yang menyembah berhala. Hukuman ini dapat dikaitkan dengan penafsiran perlambangan keempat penunggang kuda dan bencana yang terjadi olehnya, pada Yehezkiel 6:11-12.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]