Egosentrisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Egosentrisme adalah ketidakmauan seseorang untuk melihat dari perspektif (sudut pandang) orang lain. Hal ini meliputi gagalnya seseorang untuk menarik kesimpulan dari apa yang orang lain pikirkan, rasakan, dan lihat (perspektif).[1] Egosentrisme merupakan sifat yang cenderung lebih sering ditemukan pada diri anak-anak dan remaja, sedangkan orang dewasa lebih mudah untuk menyesuaikan diri, bahkan mengoreksi pandangannya jika dirasa pandangannya tersebut tidak sesuai dengan kondisi/lingkungan sekitar yang berkaitan dengan relasinya terhadap orang lain. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa seorang yang telah beranjak dewasa juga memiliki sifat egosentrisme.

Meskipun sering disamakan dengan narsisme, namun keduanya merupakan sifat yang berbeda antara satu denagan yang lain. Sama seperti narsisme, seseorang yang memiliki sifat egosentrisme beranggapan bahwa dirinyalah pusat perhatian dan hanya pendapatnya sajalah yang penting. Namun yang membedakannya dengan narsisme adalah, ia tidak memerlukan pengakuan orang lain untuk mengukuhkan pandangannya tersebut, sedangkan pengakuan orang lain sangat penting bagi seorang narsis (sebutan bagi seseorang yang memiliki sifat narsisme).

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Anderman, Eric M.; Anderman, Lynley H. (2009). "Egocentrism". Psychology of Classroom Learning: An Encyclopedia. 1: 355–357. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]