Efektivitas teknologi komunikasi pemasaran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Efektivitas teknologi komunikasi pemasaran[sunting | sunting sumber]

Artikel atau bagian artikel ini mungkin lebih cocok dipindahkan ke wikibooks[pindah]

Pendahuluan[sunting | sunting sumber]

Saat ini begitu teknologi informasi dan komunikasi semakin maju. Demikian halnya dengan semakin banyaknya media teknologi informasi dan komunikasi yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan komunikasi, di antaranya komunikasi pemasaran. Metode promosi atau jual beli melalui internet ini dikenal dengan istilah electronic commerce (e-commerce). Saat ini memang belum ada definisi pasti e-commerce yang sudah distandarkan dan disepakati bersama, namun dalam pengertian umum yang diterima masyarakat, e-commerce merupakan perdagangan yang dilakukan melalui internet. E-commerce adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui komputer online di internet. Peluang bisnis di e-commerce sangatlah besar, hal tersebut dapat dilihat dengan makin banyaknya masyarakat yang online atau tersambung di internet. Yuan Gao menyatakan bahwa E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial.

Pembahasan[sunting | sunting sumber]

Seluruh manusia dalam kehidupan sehari-hari memiliki kebutuhan untuk melakukan komunikasi dan berinteraksi ngan lainnya. Komunikasi dapat didefinisikan sebagai proses transmisi informasi dan pemahaman yang sama dari satu orang ke orang lain. Menurut Byrnes. sebagai makhluk sosial manusia selalu tidak lepas untuk berhubungan dengan manusia lain. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia perlu berkomunikasi. Selanjutnya Berlo menyatakan bahwa komunikasi sebagai instrumen dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan memprediksi sikap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan keseimbangan dengan masyarakat .
Komunikasi menurut definisi Business Dictionary adalah: “proses dua arah mencapai saling pengertian, di mana peserta tidak hanya pertukaran (encode-decode) informasi, berita, gagasan dan perasaan, tetapi juga membuat dan berbagi makna. Secara umum, komunikasi merupakan sarana penghubung orang atau tempat”.Agar komunikasi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, di mana terdapat interaksi dan memberikan pemahaman yang sama kepada pelaku komunikasi, maka pesan yang disampaikan harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti, serta pesannya jelas. Dalam ilmu komunikasi, komunikasi memiliki unsure-unsur yang saling bergantungan satu sama lain, di mana unsur-unsur komunikasi tersebut menurut Laswell yang dikutip oleh Mulyana yaitu:

1) Sumber (source), sering disebut juga pengirim (sender), penyandi (encoder), komunikator (communicator), pembicara (speaker) atau originator. Sumber adalah pihak yang berinisiatif atau mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi.
2) Pesan (message), yaitu apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima. Pesan merupakan seperangkat simbol verbal dan non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan atau maksud sumber tadi.
3) Saluran atau media, yakni alat atau wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesannya kepada penerima. Saluran merujuk pada cara penyajian pesan apakah langsung (tatap muka) atau lewat media cetak atau media elektronik, surat pribadi, telepon, selebaran, OHP (Overhead Projector), sistem suara dan multimedia, semua itu dapat dikategorikan sebagai bagian dari saluran komunikasi.
4) Penerima (receiver), sering juga disebut sasaran/tujuan (destination), komunikate (communicate), penyandi-balik (decoder) atau khalayak (audience), pendengar (listener), penafsir (interpreter), yakni orang yang menerima pesan dari sumber.
5) Efek, yaitu apa yang terjadi pada penerima setelah ia menerima pesan tersebut, misalnya penambahan pengetahuan (dari tidak tahu menjadi tahu), terhibur, perubahan sikap (dari tidak setuju menjadi setuju), perubahan keyakinan, perubahan prilaku, dan sebagainya. (Mulyana, 2001: 61-62).
Dalam prosesnya, komunikasi terdiri dari beberapa langkah yang saling terkait, dimulai ketika pengirim (sender) ingin mengirimkan sebuah fakta, ide, pendapat atau informasi lain kepada untuk penerima (receiver) melalui saluran (channel) tertentu dan berakhir dengan umpan balik (feedback) penerima ke pengirim. Komponen utama dari proses komunikasi yang pengirim, pesan, saluran, penerima dan umpan balik. Secara lengkap, proses komunikasi adalah sebagai berikut:
1) Developing idea by the sender Mengembangkan ide oleh pengirim: Pada langkah pertama, komunikator mengembangkan atau konsep ide untuk dikirim. Ia juga dikenal sebagai tahap perencanaan karena dalam tahap ini komunikator berencana subjek komunikasi.
2) Encoding Pengkodean berarti mengubah atau terjemahan gagasan ke dalam bentuk dipahami yang dapat dikomunikasikan kepada orang lain.
3) Developing the message
4) Mengembangkan pesan: Setelah pengkodean pengirim mendapat pesan yang dapat dikirimkan ke penerima. Pesan bisa lisan, tertulis, simbolik atau nonverbal. Misalnya, ketika orang berbicara, berbicara adalah pesan; ketika orang menulis surat, kata-kata dan kalimat yang pesan; ketika orang-orang menangis, menangis adalah pesan.
5) Selecting the medium Memilih media: Media adalah saluran atau sarana transmisi pesan ke penerima. Setelah pengirim telah dikodekan ke dalam pesan, langkah berikutnya adalah memilih media yang cocok untuk transmisi ke penerima. Media komunikasi dapat berbicara, menulis, sinyal, isyarat dll
6) Transmission of message Transmisi pesan: Pada langkah ini, pengirim sebenarnya mengirimkan pesan melalui media yang dipilih. Pada siklus komunikasi, tugas pengirim berakhir dengan transmisi pesan.
7) Receiving the message by receiver Menerima pesan dengan penerima: Tahap ini hanya melibatkan penerimaan pesan pengirim oleh penerima. pesan dapat diterima dalam bentuk mendengar, melihat, merasa dan sebagainya.
8) Decoding Decoding adalah interpretasi penerima pesan pengirim. Berikut penerima mengkonversi pesan ke dalam pikiran dan mencoba untuk menganalisis dan memahaminya. Komunikasi yang efektif dapat terjadi hanya ketika kedua pengirim dan penerima menetapkan makna yang sama atau mirip dengan pesan.
9) Feedback Langkah terakhir dari proses komunikasi adalah umpan balik. Umpan balik berarti respon penerima pesan pengirim. Hal ini meningkatkan efektivitas komunikasi. Ini memastikan bahwa penerima telah benar memahami pesan. Umpan balik adalah inti dari komunikasi dua arah.
Tujuan manusia berkomunikasi tentunya ingin mnyemaikan suatu pesan kepada pnerimanya, dan berharap dari komunikasi yang dilakukan tersebut akan timbul suatu keadaan yang diinginkan. Menurut Moss dan Tubbs, suatu kegiatan komunikasi dikatakan berjalan efektif, apabila menimbulkan hal-hal berikut: 1) Understanding Pengertian: yaitu penerimaan yang cermat atas kandungan rangsangan seperti yang dimaksudkan oleh pengirim pesan. Dalam hal ini komunikator dinyatakan efektif bila komunikan memperoleh pemahaman yang cermat atas pesan yang disampaikan komunikator.
2) Happiness Kesenangan: Efektivitas komunikasi berkaitan langsung dengan perasaan senang antara komunikator-komunikan.
3) Good relationship Hubungan sosial yang lebih baik: Kegagalan dalam berkomunikasi muncul karena gangguan dalam hubungan insani yang berasal dari kesalahpahaman, ketika pesan tidak dipahami secara cermat.
4) Attitude change Mempengaruhi sikap komunikan: Tindakan mempengaruhi orang lain merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam berbagai situasi individu berusaha mempengaruhi sikap orang lain dan berusaha agar orang lain paham akan pesan yang disampaikan.
5) Behaviour change Komunikan melakukan tindakan yang diingini oleh komunikator
Tujuan dari komunikasi yang efektif di antaranya adalah agar pesan yang disampaikan dapat menciptakan persepsi umum, mengubah perilaku dan pemberian informasi yang dapat menimbulkan minat bagi penerima pesan. Demikian halnya dengan tujuan komunikasi yang dilakukan pada proses pemasaran (komunikasi pemasaran), yaitu di antaranya adalah masyarakat akan tertarik minatnya untuk memeliki produk yang ditawarkan. Proses pemasaran tidak lepas dari komunikasi. Penggabungan dari dua kajian: pemasaran dan komunikasi menghasilkan kajian "baru" yang diberi nama komunikasi pemasaran (marketing communication). William G. Nickels dalam bukunya Marketing Communication And Promotion, mendefenisikan komunikasi pemasaran adalah proses pertukaran informasi yang dilakukan secara persuasive sehingga proses pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien . Komunikasi pemasaran menurut Soemanagara dinyatakan sebagai: “Kegiatan komunikasi yang ditujukan untuk menyampaikan pesan kepada konsumen dan pelanggan dengan mengunakan sejumlah media dan berbagai .saluran yang dapat dipergunakan dengan harapan terjadinya tiga tahapan perubahan, yaitu: perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan tindakan yang dikehendaki. Adapun jenis media yang dapat digunakan seperti: folder, poster, banners. fliers, televisi, radio, majalah, televisi dan surat kabar”.
Komunikasi pemasaran menurut Machfoedz adalah: “Istilah yang digunakan untuk menerangkan arus informasi tentang produk dari pemasar sampai kepada konsumen. Pemasar menggunakan iklan, pemasaran langsung, publisitas, promosi penjualan, dan penjualan langsung, untuk memberikan informasi yang mereka harapkan dapat mempengaruhi keputusan pembelian oleh konsumen. Sebaliknya, konsumen menggunakannya dalam proses pembelian untuk menghimpun informasi tentang ciri dan manfaat produk”. Komunikasi pemasaran merupakan bentuk komunikasi yang ditujukan untuk memperkuat strategi pemasaran, guna meraih segmentasi yang lebih luas. Kajian ini dapat dikatakan juga sebagai sejumlah upaya untuk memperkuat loyalitas pelanggan terhadap produk yaitu barang dan jasa yang dimiliki perusahaan. Saat ini sebagian besar perusahaan dan perorangan yang melakukan kegiatan usaha, melakukan kegiatan komunikasi pemasaran melalui media teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media . Perkembangan teknologi informasi, dalam hal ini internet, berpengaruh besar terhadap perkembangan di bidang promosi produk. Hal tersebut tentunya sangat menguntungkan bagi dunia promosi produk karena kemudian terjadi peningkatan efektivitas jika dibandingkan dengan media konvensional. Aspek utama yang mempengaruhi peningkatan efektivitas promosi produk melalui internet adalah media yang interaktif, bersifat fleksibel dengan pengertian adanya pertukaran pesan dua arah dan media yang responsif. Proses menyampaikan pesan melalui media ini disebut proses transmisi. Sejalan dengan perkembangan zaman di mana teknologi komunikasi semakin maju, maka saat ini banyak sekali perusahaan melakukan komunikasi pemasaran atau promosi dengan menggunakan media online / internet.
Internet menurut Daryanto berasal dari kata International Network, yang dapat disingkat dengan kata Internet, merupakan dua komputer atau lebih yang saling berhubungan membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia (internasional), yang saling berinteraksi dan bertukar informasi . Penggunaan internet sebagai media komunikasi pemasaran merupakan bauran dari marketing mix pada tahap promotion. Adanya pergeseran penggunaan media (media offline ke media online) dalam berpromosi merupakan sebuah tuntutan di mana hal tersebut terpengaruh oleh kemajuan teknologi dan faktor lain diantaranya efisiensi waktu dan biaya. Internet merupakan sebuah sumber informasi dan komunikasi dunia, tanpa adanya batas ruang, waktu, budaya dan hukum dengan media komputer. Internet menurut Abdul Razaq dan Bachrul Ulum Ruly, secara umum mempunyai beberapa fungsi antara lain yaitu: 1) Internet sebagai Alat Komunikasi Komunikasi antar pengguna komputer di internet, merupakan hal yang sangat mutlak. Sehingga dengan komunikasi tersebut dapat mengirim pesan dan menerima pesan. Di antara fasilitas yang bisa digunakan dalam komunikasi ini adalah e-mail (electronic mail).
2) Internet Sebagai Resource Sharing Dengan fasilitas ini seseorang dapat melihat informasi terbaru dari dunia pendidikan, dapat memperoleh software-software terbaru yang dibagikan secara gratis (Shareware). Melakukan promosi serta memanfaatkan internet sebagai sarana untuk melakukan transaksi penjualan.
3) Internet Sebagai Resource Discovery Browsing dalam internet merupakan fasilitas untuk mencari file, dokumen atau informasi dan lain sebagainya. Untuk itu maka internet menyediakan layanan resource discovery (navigator) untuk mencari indeks dari suatu dokumen yang diinginkan. Dan hal ini menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting, efektif dan akurat.
4) Internet Sebagai Komunitas Komunitas dalam internet merupakan kumpulan beberapa pengguna internet yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama. Dengan demikian anggota masyarakat yang menjadi komunitas tersebut dapat berkomunikasi untuk saling bertukar informasi, melakukan transaksi dan lain sebagainya.
Agar komunikasi pemasaran melalui media internet dapat berjalan efektif, maka penyampai pesan salah satunya perlu memperhatikan kualitas jasa online, yaitu: A. Keandalan / Pemenuhan
1) Produk yang datang dipresentasikan secara akurat melalui situs web.
2) Mendapatkan pesanan konsumen dari situs web ini.
3) Produk dikirimkan pada waktu yang diijinkan oleh perusahaan.
B. Desain Situs Web
1) Situs web memberikan informasi mendalam.
2) Situs tidak membuang waktu.
3) Transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat pada situs web.
4) Tingkat personalisasi situs tepat, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.
5) Situs website mempunyai seleksi yang baik.
C. Keamanan / Privasi
1) Merasa bahwa privasi konsumen terlindung di situs ini.
2) Merasa aman bertransaksi dengan situs web ini.
3) Web cukup aman untuk transaksi.
D. Layanan Pelanggan
1) Perusahaan bersedia dan siap merespon kebutuhan pelanggan.
2) Ketika mempunyai masalah, situs web memperlihatkan minat yang tulus untuk menyelesaikannya.

Kesimpulan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan pendahuluan dan pembahasan di atas yang dilengkapi dengan beberapa teori, maka agar komunikasi pemasaran melalui media Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat berjalan efektif, maka pesan yang disampaikan dalam komunikasi pemasaran harus harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti, serta pesannya jelas. Selain itu dalam penyampaian pesan komunikasi pasaran melalui media internet yang digunakan, perlu diperhatikan aspek-aspek: produk yang datang dipresentasikan secara akurat melalui situs web, memberikan informasi mendalaml transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat pada situs web, konsumen merasa bahwa privasi konsumen terlindung di situs ini dan merasa aman bertransaksi dengan situs web.


DAFTAR PUSTAKA[sunting | sunting sumber]

Cangara, Hafied. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002

Daryanto. Memahami Kerja Internet. Bandung: Yrama Widya, 2004

Gao, Yuan. Encyclopedia of Information Science and Technology. California: Idea Group, 2005

Kotler Philip dan Keller. Manajemen Pemasaran. Jilid I. Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga, 2009, hlm. 54

Machfoedz, Mahmud. Komunikasi Pemasaran Modern. Yogyakarta: Cakra Ilmu, 2010

Moss, Sylvia dan Tubbs, L. Stewart. Human Communication: Prinsip –Prinsip Dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002

Purba, Amir dkk. Pengantar Ilmu Komunikasi. Medan: Pustaka Bangsa. Press, 2006

Razaq, Abdul dan Bachrul Ulum Ruly, Belajar Praktis Internet, Dinastindo, Jakarta, 2000

Soemanagara, R.D. 2008. Strategic Marketing Communication. Bandung: Alphabeta