Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria
Merangkap Albania dan Makedonia Utara
Kementerian Luar Negeri.svg
Lambang Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Sri Astari Rasjid.jpg
Petahana
Sri Astari Rasjid

sejak 13 Januari 2016
Ditunjuk olehPresiden Indonesia
Pejabat perdanaSoetjipto Danoekoesoemo
Dibentuk8 Oktober 1962[1]
Situs webkemlu.go.id/sofia/id

Berikut adalah daftar diplomat Indonesia yang pernah menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Bulgaria:

No. Nama Mulai menjabat Selesai menjabat Merangkap Ref.
1 Police chief Soetjipto Danoekoesoemo, Sekilas Lintas Kepolisian Republik Indonesia, p17.jpg Soetjipto Danoekoesoemo 23 Maret 1966 May 1969 [1]
...
No image.svg Abubakar Lubis 16 September 1972 [2]
No image.svg Soedio Gandarum 1 Desember 1975 [3]
No image.svg Joost Olivier Rotty 6 Oktober 1979 [4]
No image.svg Akosah 20 November 1982 18 Juni 1982 [5][6]
No image.svg Sajid Batuki Sastrohartoyo 18 Juni 1986 [6]
No image.svg A. Kodir Sasradipura 31 Agustus 1987 [7]
No image.svg I Ketut Pageh Nudhana 1991 [8]
No image.svg Samsubahri Siregar 31 Agustus 1995 [9]
No image.svg Anak Agung Gde Raka 2000 Albania [10]
No image.svg Broto Utomo 20 November 2003 Albania [11]
Immanuel Robert Inkiriwang.jpg Immanuel Robert Inkiriwang 5 September 2007 Albania [12]
Bunyan Saptomo.jpg Bunyan Saptomo 2 Maret 2012
Kredensial:
20 April 2012 (Bulgaria)
Albania [13]
Sri Astari Rasjid.jpg Sri Astari Rasjid 13 Januari 2016
Kredensial:
7 Juni 2016 (Albania)
28 Maret 2016 (Bulgaria)
30 Maret 2016 (Makedonia Utara)
Petahana Albania
Makedonia Utara
[14][15][16]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Indonesia–Bulgaria Relations: Politics". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sofia, Bulgaria. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-02-19. Diakses tanggal 2019-08-19. 
  2. ^ G. Dwipayana; Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 28 Maret 1968 – 23 Maret 1973. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 469. 
  3. ^ "RI Harus Perkuat Perdamaian Demi Pembangunan". Suara Karya. 1975-12-01. Diakses tanggal 2019-08-06. 
  4. ^ G. Dwipayana; Nazaruddin Sjamsuddin, ed. (2003). Jejak Langkah Pak Harto 29 Maret 1978 – 11 Maret 1983. Jakarta: Citra Kharisma Bunda. hlm. 213-214. 
  5. ^ "Tujuh Dubes Dilantik Presiden Sabtu Ini". Merdeka. 1982-11-20. Diakses tanggal 2019-08-04. 
  6. ^ a b "Presiden: Politik Luar Negeri Indonesia adalah Perdamaian, Kerja Sama dan Pembangunan". Antara. 1986-06-18. Diakses tanggal 2019-08-04. 
  7. ^ "President Lantik 14 Duta Besar Indonesia". Suara Pembaruan. 1987-08-31. Diakses tanggal 2019-08-21. 
  8. ^ "President Lantik Delapan Dubes". Suara Pembaruan. 1991-07-22. Diakses tanggal 2019-09-01. 
  9. ^ "President Appoints 17 New Ambassadors". Jakarta Post. 2005-08-31. Diakses tanggal 2019-08-31. 
  10. ^ "Gamma". Vol. 2 no. 10-15. Garda Media Mandiri. hlm. 66. 
  11. ^ "Presiden Melantik 12 Duta Besar". Tempo. 2003-11-20. Diakses tanggal 2019-08-04. 
  12. ^ "Presiden Yudhoyono Lantik Tujuh Dubes Baru". Antara News. 2007-09-05. Diakses tanggal 2019-08-04. 
  13. ^ Johara (2012-03-02). "Presiden SBY Lantik 4 Dubes". Pos Kota. Diakses tanggal 2019-08-04. 
  14. ^ Bagus Prihantoro Nugroho (2016-01-13). "Ini Nama 13 Dubes yang Akan Dilantik Jokowi di Istana". Detik. Diakses tanggal 2019-08-04. 
  15. ^ Zeynita Gibbons (2016-03-30). "Sri Astari serahkan surat kepercayaan pada Presiden Makedonia". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-08-23. 
  16. ^ "Indonesia - Albania". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sofia, Bulgaria. Diakses tanggal 2019-08-23.