Lompat ke isi

Dugaan Hart–Tipler

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dugaan Hart–Tipler adalah ide bahwa tidak adanya pesawat-pesawat Von Neumann yang berhasil terdeteksi adalah bukti kontrapositif bahwa tidak ada kehidupan cerdas di luar Tata Surya Kita.[1][2] Ide ini pertama kali diusulkan sebagai lawan daripada persamaan Drake dalam makalah tahun 1975 karya Michael H. Hart berjudul "Explanation for the Absence of Extraterrestrials on Earth".[3] Dengan asumsi bahwa pesawat-pesawat tersebut terbang pada 1/10 kecepatan cahaya dan bahwa tidak ada waktu yang terbuang dalam membangun pesawat-pesawat baru setelah tiba di tujuan, Hart menduga bahwa sebuah gelombang pesawat-pesawat Von Neumann bisa melintasi galaksi dalam sekitar 650.000 tahun, rentang waktu yang relatif minimal dibandingkan dengan perkiraan usia alam semesta 13,7 miliar tahun. Pendapat Hart diperluas oleh kosmolog Frank Tipler dalam makalahnya tahun 1981 berjudul "Extraterrestrial intelligent beings do not exist".[4]

Dugaan ini adalah usulan pertama dari banyaknya usulan akan paradoks Fermi (paradoks bahwa sangat mungkin ada kehidupan cerdas di alam semesta tetapi belum juga ditemukan keberadaannya).[5][6] Dalam kasus ini, solusinya adalah bahwa tidak ada kehidupan cerdas lain karena perkiraan tersebut salah.[7] Dugaan ini dinamai berdasarkan Michael H. Hart dan fisikawan matematis sekaligus kosmolog Frank Tipler.[8]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Costa-Leite, Alexandre (18 October 2022). "Formalizing the Fermi paradox and combining consistent explanatory hypotheses". International Journal of Astrobiology. 22 (2): 111–117. doi:10.1017/S1473550422000374. S2CID 253014320. Diakses tanggal 18 October 2022.
  2. Gray, Robert H. (March 2015). "The Fermi Paradox Is Neither Fermi's Nor a Paradox". Astrobiology. 15 (3): 195–199. arXiv:1605.09187. Bibcode:2015AsBio..15..195G. doi:10.1089/ast.2014.1247. PMID 25719510.
  3. Hart, Michael H. (1 June 1975). "Explanation for the Absence of Extraterrestrials on Earth". Quarterly Journal of the Royal Astronomical Society. 16: 128. Bibcode:1975QJRAS..16..128H. ISSN 0035-8738. Diakses tanggal 18 October 2022.
  4. Patton, Paul (2015-04-08). "Beyond "Fermi's Paradox" II: Questioning the Hart-Tipler Conjecture". Universe Today (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-02-23.
  5. Dick, Steven J. (2020). "Bringing Culture to Cosmos: Cultural Evolution, the Postbiological Universe, and SETI". Space, Time, and Aliens (dalam bahasa Inggris). Springer International Publishing. hlm. 171–190. doi:10.1007/978-3-030-41614-0_12. ISBN 978-3-030-41613-3. S2CID 219414685. Diakses tanggal 18 October 2022.
  6. Ostro, Steven J.; Sagan, Carl (May 1998). "Cosmic Collisions and the Longevity of Non-Spacefaring Galactic Civilizations" (PDF). Astronomy & Geophysics. 39 (4): 4.22 – 4.24. doi:10.1093/astrog/39.4.4.22. Diakses tanggal 18 October 2022.
  7. Williams, Matt (7 August 2020). "Beyond "Fermi's Paradox" V: What is the Aestivation Hypothesis?". Universe Today. Diakses tanggal 18 October 2022.
  8. Patton, Paul (8 August 2015). "Beyond "Fermi's Paradox" II: Questioning the Hart-Tipler Conjecture". Universe Today. Diakses tanggal 18 October 2022.