Dragon Ball Z: Wrath of the Dragon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dragon Ball Z: Wrath of the Dragon
Dragon Ball Z- Wrath of the Dragon.jpeg
Salah Satu Poster
SutradaraMitsuo Hashimoto
SkenarioTakao Koyama
BerdasarkanDragon Ball
oleh Akira Toriyama
MusikShunsuke Kikuchi
SinematografiMasao Shimizu
PenyuntingShinichi Fukumitsu
Perusahaan
produksi
DistributorToei Company
Tanggal rilis
  • 15 Juli 1995 (1995-07-15)
Durasi
51 minutes
NegaraJepang
BahasaJepang
Pendapatan kotor¥1.10 billion ($12.2 million)[1]

Dragon Ball Z: Wrath of the Dragon, adalah film ke-16 Dragon Ball Z yang berdasarkan pada manga Dragon Ball. Pertama kali dirilis di Jepang pada 15 Juli 1995 antara 270 dan 271 dengan tayang perdananya pada Toei Anime Fair 1995.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Filmnya dimulai dengan seorang anak kecil, Minotia, yang sedang ada di planet yang jauh. Dengan bingungnya ia melihat kesana-sini sambil membawa pedang di tangannya. Tiba-tiba suara keras menyadarkannya kalau benda yang sedang ia cari ada di belakangnya. Akan tetapi, sudah terlambat untuk bereaksi saat anak itu diinjak oleh kaki dari makhluk raksasa. Di kejauhan, terdengar musuh yang sedang tertawa.

Filmnya kemudian beralih ke bumi di mana sedang ada perampokan bank. Si perampok lari ketika Great Saiyaman menghentikan mobil dengan kakinya dan memukul bagian depannya membuat para penjahat terlontar keluar dari mobil untuk melawan Great Saiyaman II. Mereka membekuk para penjahat dan mengirim mereka ke polisi, di sisi lain mereka sedang dimata-matai oleh pria tua aneh. Sesaat kemudian, mereka dipanggil lagi dari sekolah mereka untuk menyelamatkan pria tua yang ingin bunuh diri. Ketika mereka tiba di lokasi, mereka menemukan kalau dia adalah pria yang sama yang telah memata-matai mereka. Setelah menyelamatkannya, kakek itu memperkenalkan dirinya sebagai Hoi dan memberi tahu keduanya tengan Prajurit Legendaris Tapion dan kalau ia butuh pertolongan mereka membebaskannya dari kotak musik tempat ia dikurung, karena bumi akan ada dalam bahaya kalau ia tidak dibebaskan. Gohan mencoba membuka kotaknya dengan kekuatannya tetapi gagal. Kakek itu memberi tahu mereka ia tahu tentang Dragon Ball dan menyarankan pasangan itu untuk menggunakan itu untuk membuka kotaknya. Mereka setuju untuk membawa kotaknya ke rumah Bulma dulu untuk melihat kalau-kalau ada cara lain untuk membuka kotak misterius tersebut, tanpa mengetahui kalau Hoi punya rencana lain dalam pikirannya.

Mereka tiba dirumah Bulma dengan Goku, Goten, dan Krillin. Setelah menganalisa kotaknya, Goku mencoba tangannya untuk membuka kotaknya tetapi dai tidak bisa membukanya. Jadi sudah diputuskan untuk mengumpulkan Dragon Ball dan memanggil Shenlong untuk melihat apakah ia bisa membukanya. Setelah memanggil Shenlong, Tapion dibebaskan dan kotak musiknya hancur menjadi beberapa bagian. Marah pada kenyataan kalau ia telah dibebaskan, Tapion meminta dirinya disegel lagi ke dalam kotak, itu mustahil karena kotaknya sudah hancur. Tapion yang marah, menegaskan akan tinggal sendiri dengan tujuan menyembunyikan kenyataan kalau ia menyimpan setengah badan bagian atas sebuah makhluk yang disebut Hirudegarn dalam tubuhnya. Dia mengisolasikan dirinya di sebuah bangunan telantar. Ia dikunjungi oleh Trunks secara teratur, Trunks membawakannya makanan, tetapi Tapion menolak makan dan menolak ajakan Trunks untuk berteman dengannya. Trunks malah menjadi lebih yakin untuk menghancurkan sifat dingin Tapion, saat ia melihat sesuatu yang tidak ia miliki seperti halnya Goten: seorang saudara.

Singkatnya setelah Tapion dibebaskan, bagian tubuh bawah Hirudegarn mulai merusak Kota Barat. Gohan dan Videl tiba di lokasi untuk menyelidiki, tetapi sesaat setelah mereka tiba, mereka hampir tersapu oleh ekor monster. Mereka melakukan pose Great Saiyaman mereka, akan tetapi kaki Hirudegarn tak tertarik; dia melempar kedua pahlawan itu ke sudut jalan, menyebabkan Videl kehilangan helmnya dan Gohan kehilangan ikat kepala dan kacamatanya. Gohan, dengan dukungan Videl, segera membalas serangan itu. Setelah Gohan meningkatkan tenaganya sampai bentuk Ultimate-nya, Videl berpikir Gohan telah menang, tetapi Gohan mengatakan kalau ini belum berakhir. Tapion datang membantu Gohan dan Videl denga memainkan nada ajaib dengan Hero's Flutenya, melemahkan tubuh bagian bawah Hirudegarn dan menyebabkannya menghilang. Tapion meninggalkan tempat itu dan percaya kalau Hoi telah membunuh Minotia, adiknya Tapion.

Kemudian, saat Trunks mengunjungi Tapion lagi, Hoi berusaha untuk mencuri Hero's Flute dari Tapion. Hoi dihalangi oleh Trunks. Hoi yang cerdik memberi tahu Trunks kalai Tapion adalah monster sebenarnya. Saiya muda ini tidak mempercayainya dan malahan memberikan alat musik itu balik ke Tapion. Tapion kemudian berteman dengan Trunks dan memintanya untuk makan bersamanya. Tapion diundang oleh Trunks untuk tinggal di Capsule Corporation. Ketika disana, Tapion menjelaskan keseluruhan ceritanya pada Bulma.

Tapion memulai ceritanya dengan ribuan tahun yang lalu. Di Planet Konats, sebuah planet di galaksi selatan dari alam semesta, sekelompok penyihir jahat, Kashvar, memantrai sebuah patung yang kemudian hidup, lalu menimbulkan perang di planet itu. Monster itu, Hirudegarm, mulai mengamuk dan membunuh semua orang yang menghalangi jalannya, menghancurkan planet itu. 2 pahlawan muda, Tapion dan adiknya Minotia, berhasil membekukan monster itu dengan memainkan divine ocarinas mereka, memberikan kesempatan pada seorang penyihir untuk memotongnya menjadi 2 dengan pedang ilahi. Karena Hirudegarn tak bisa dibunuh saat itu juga, tubuh bagian atasnya disegel dalam tubuh Tapion dan yang bawahnya dalam Minotia. Akan tetapi, rasa takut kalau monster itu mungkin muncul lagi suatu hari, kedua saudara itu dipisahkan, masing-masing disegel dalam sebuah kotak musik dan dilemparkan ke ujung galaksi. Kotak musik yang menyegel Tapion mendarat di bumi. Segera setelah itu, Hoi menjadi yakin untuk membangkitkan kembali monster itu untuk menguasai alam semesta. Dia membebaskan bagian bawah tubuh Hirudegarn di planet yang jauh dengan mudahnya menyingkirkan Minotia dengan membuat monster itu menginjak tubuhnya. Saat ini, di bumi Hoi berencana untuk menyatukan tubuh Hirudegarn dan melepaskan makhluk itu di bumi.

Setelah mendengar cerita Tapion, Bulma memutuskan untuk membuat sebuah ruangan yang berdasarkan pada desain kotak musik yang hancur supaya Tapion bisa istirahat.

Tapion mencoba tidur di dalam kamar barunya, tetapi dia memilik masalah mimpi buruk yang menyebabkannya menghancurkan kamar itu. Pada saat yang sama, bagian bawah tubuh Hirudegarn sekali lagi menyebabkan malapetaka, saat ia menarik banyak lelaki dan wanita ke ekornya untuk menyerap energi kehidupan mereka. Esok paginya, Goku, anaknya, dan Videl tiba dirumah Bulma untuk memeriksa kamar yang hancur. Tapion muncul secara tiba-tiba, memperingatkan semua orang kalau bagian bawah Hirudegarn telah bebas. Jadi dia meminta seseorang untuk membunuhnya agar bagian atas Hirudegarn bangkit juga. Kemudain Hoi dan bagian bawah Hirudegarn muncul untuk menghentikan siapapun yang ingin membunuh Tapion. Ketika Tapion akan memainkan nada dari Hero's Flute, kekuatan dari bagian bawah Hirudegarn jadi sangat dekat dengan Tapion, menyebabkan bagian atas dalam tubuh Tapion bereaksi dan membebaskan dirinya. Hoi berhasil menjalankan rencananya dan dengan ini ia percaya tak akan ada yang bisa menghentikannya. Pertarungan pun dimulai. Goku berubah ke bentuk Super Saiya 2-nya, Goten berubah menjadi Super Saiya dan Gohan meningkatkan kekutannya sampai potensi maksimumnya.

Mereka melancarkan serangan balasan, tetapi dengan cepat dikalahkan saat monster itu dengan mudahnya bisa menghindar dengan menteleportasikan dan membalas serangan mereka. Gohan digenggam dan tepat sebelum dia akan diremas menjadi bubur kertas oleh Hirudegarn, Vegeta menyelamatkannya dengan menembakkan sebuah Ki Blast ke lengan Hirudegarn dan ikut bertarung. Dia berubah menjadi Super Saiya 2 karena marah pada Hirudegarn yang menghancurkan rumahnya di Capsule Corporation. Setelah pertarungan singkat, Vegeta dilempar ke bangunan terdekat dan pingsan setelah dia menyelamatkan orang-orang dalam bangunan itu dari serangan lidah api Hirudegarn dengan menggunakan seluruh kekuatannya untuk membuat perisai yang cukup kuat untuk menahan serangan. Goku datang untuk membantu tetapi masih tak sanggup memukul monster itu, ia dijepit sangat kuat dan akhirnya pingsan. Goten dan Trunks menjadi Gotenks. Gotenks, sekarang Super Saiya 3, tampak cukup bisa melawan monster itu dan ia menembakkan Continuous Die Die Missile ke arah sang monster. Hirudegarn diyakini sudah mati atau setidaknya dinetralisir, tetapi serangan itu hanya menyebabkan ia berevolusi ke bentuk ke duanya. Sekarang dalam bentuknya yang seperti serangga, Hirudegarn mendorong Gotenks ke tanah dan memecah Gotenks kembali menjadi Goten dan Trunks. Gohan dan Videl kemudian dilempar ke sebuah bangunan dan Goku ke puing-puing. Akan tetapi, Goku tak menyerah dan tetap bertarung dengan semua kekuatannya.

Sesaat kemudian, Tapion memainkan Hero's Flutenya lagi dan berhasil menyegel Hirudegarn ke dalam dirinya. Dia kemudian meminta Trunks untuk membunuh dirinya dengan pedangnya sendiri yang mana akan menghancurkan monster yang sudah terperangkap itu. Trunks pada mulanya bimbang, tetapi saat ia mau melakukannya Hirudegarn berhasil bebas terlebih dahulu. Hero's Flute pun hancur saat ini terjadi. Hoi (yang dari tadi sudah menonton seluruh pertarungan) mengejek Tapion karena kebodohannya, tetapi ia terbunuh saat Hirudegarn melangkah dan meremukannya. Lalu kemudian Goku muncul lagi dalam bentuk Super Saiya 3 yang berkekuatan penuh dan pertarungan pun dimulai antara Goku dan Hirudegarn. Biarpun begitu, Trunks mencoba melawan Hirudegan juga menggunakan pedang Tapion dan berhasil memotong ekor monster itu, tetapi Goku menghentikan Trunks. Gohan berteriak pada Goku tentang kelemahan Hirudegarn yang mana telah ia lihat (kelemahannya adalah Hirudegarn akan memadat ketika dia menyerang). Dia menggunakn Dragon Fist-nya untuk melubangi Hirudegarn dan melenyapkan sang monster.

Kini setelah monsternya menghilang, Tapion menggunakan mesin waktu Bulma untuk kembali ke planet asalnya, setelah memberikan pedangnya pada Trunks.

Penempatan Garis Waktu[sunting | sunting sumber]

Film ini diatur beberapa bulan setelah kekalahan Kid Buu, mungkin selama enam bulan Buu disembunyikan dari orang-orang bumi di episode 287,"Celebrations with Majin Buu", atau sebelum atau sesudah episode 288,"He's Always Late". Menurut Daizenshuu 7, ini terjadi kira-kira tahun 774.

Perilisan[sunting | sunting sumber]

Wrath of the Dragon pertama dirilis pada VHS dan Laserdisc di Jepang. Pada 2006, Toei Animation merilisnya sebagai bagian dari Dragon Box DVD set terakhir yang mencakup semua film Dragon Ball dan Dragon Ball Z.

Penerimaan[sunting | sunting sumber]

IGN memberi film ini nilai 7/10[2]. Ketika Wrath of the Dragon dirilis pada DVD di Amerika Utara, ia terjual lebih dari 50.000 copy pada minggu pertama perilisannya[3] dan lebih dari 59.000 copy pada minggu selanjutnya[4]. Ini membuat Wrath of the Dragon menjadi salah satu film anime dengan penjualan terbaik dan paling menguntungkan yang pernah dirilis pada DVD oleh FUNimation Entertainment.

Trivia[sunting | sunting sumber]

  1. Tidak seperti film lainnya, film ini tidak memiliki kredit pembuka.
  2. Film ini menunjukkan kalau Fusion bisa diakhiri kalau karakter yang bergabung menerima terlalu banyak luka.
  3. Di awal kredit penutup, Future Trunks ditunjukkan sedang melawan Mecha Frieza, ia mencincangnya dengan pedangnya yang menjadi petunjuk yang kuat kalau pedang yang Tapion beri pada Kid Trunks bagaimanapun juga dimilikinya di alternatif dirinya. Dengan kata lain, ini bisa menunjukkan kalau garis waktu Trunks sekarang memiliki sebuah pedang sama seperti di garis waktu alternatif yang mana ia akan datangi untuk digunakan di Dragon Ball GT.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]