Dok dan Perkapalan Surabaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
PT Dok dan Perkapalan Surabaya
Jenis BUMN / Perseroan Terbatas
Industri/jasa galangan kapal
Kantor pusat Surabaya, Indonesia
Tokoh penting (Direktur Utama)
Pemilik Pemerintah Indonesia
Situs web www.dok-sby.co.id

Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) merupakan BUMN yang bergerak di bidang galangan kapal dan merupakan hasil nasionalisasi dari Belanda.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah DPS dimulai pada September 22, 1910 ketika pemerintah kolonial Belanda didirikan NV Drogdok Maatschappij. Hal itu awalnya ditujukan untuk layanan kapal Belanda di Indonesia. Antara 1942 dan 1945, perusahaan ini dikelola oleh Pemerintah Jepang dengan nama Harima Zosen. Setelah nasionalisasi perusahaan pada tanggal 1 Januari 1961, NV Maatschappij Droogdok Soerabaja menjadi sebuah perusahaan milik negara bernama PN Dok dan Perkapalan Surabaya. Berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi Laut pada tahun 1963, galangan Sumber Bhaita diintegrasikan ke dalam perusahaan. Kemudian, sejak 8 Januari 1976 perusahaan telah diasumsikan status hukum baru sebagai PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), DPS singkatan. Sejak 1961 saja dari database yang tersedia DPS telah memperbaiki dan membangun lebih dari 600 berbagai jenis kapal, dipesan oleh pelanggan lokal dan asing. [1]

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

DPS memiliki 4 dermaga terapung, yang mampu menampung kapal sampai dengan 290 m panjang dan approx. 135 000 dwt. Kami juga memiliki kemungkinan perbaikan kapal sampai dengan 310 m panjang sepanjang dermaga galangan kapal. Dermaga kami memiliki panjang sekitar 6000 m , termasuk 3500 m dari dermaga dilengkapi dengan infrastruktur dasar, pasokan listrik dan pasokan gas teknis. 24 crane dapat mengangkat sampai dengan 300 t. [2]

Produk[sunting | sunting sumber]

DPS telah menghasilkan berbagai produk yang digunakan secara nasional diantaranya kapal kargo, kontainer, tanker, tug boat, dan jasa perbaikan kapal [3]

Referensi[sunting | sunting sumber]