Djamaa el Kebir
| Djamaa el Kebir | |
|---|---|
الجامع الكبير | |
Koordinat: 36°47′7″N 3°3′51″E / 36.78528°N 3.06417°E Koordinat: 36°47′7″N 3°3′51″E / 36.78528°N 3.06417°E | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam Sunni |
| Status keagamaan atau organisasi | Masjid |
| Status | Active |
| Lokasi | |
| Lokasi | Aljazair |
| Negara | Algeria |
| Koordinat | 36°47′7″N 3°3′51″E / 36.78528°N 3.06417°E |
| Arsitektur | |
| Gaya | Moor (Almoravid) |
| Rampung |
|
| Menara | 1 |
| Bagian dari | Kasbah Aljir |
| Kriteria | Kebudayaan: (ii), (v) |
| Referensi | 565 |
| Pengukuhan | 1992 (Sesi ke-16) |
Djamaa el Kebir (Bahasa Arab: الجامع الكبير, Alih aksara Arab-Latin: al-Jāmiʿ al-Kabīr), adalah masjid di Aljir, Aljazair.[1] Didirikan pada 1097, bangunan ini merupakan salah satu contoh arsitektur Almoravid yang masih bertahan serta termasuk masjid tertua di kota tersebut.[2] Masjid ini terletak di kawasan Kasbah Aljir yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Prasasti pada mimbar bertanggal 1 Rajab 490 H (1097 M) menandai pembangunan masjid pada masa pemerintahan Yusuf ibn Tasyfin dari dinasti Almoravid.[4][5] Pendirian masjid ini berkaitan dengan konsolidasi kekuasaan Almoravid di wilayah Maghreb serta perkembangan pusat keagamaan di Aljir pada akhir abad ke-11.
Menara masjid dibangun kemudian pada 1322 M (722 H) oleh sultan Zayyanid Abu Tasyfin I dari Tlemcen, yang menunjukkan keberlanjutan fungsi dan pemeliharaan bangunan pada periode berikutnya.[6] Penambahan ini mencerminkan peran masjid sebagai institusi keagamaan utama dalam struktur kota.[7]
Masjid mengalami kerusakan akibat pemboman Prancis pada 1682 dan 1683, yang mengakibatkan rekonstruksi pada mihrab dan dinding kiblat.[8] Perubahan ini menghasilkan bentuk mihrab yang berbeda dari struktur awalnya. Pada tahun 1837, galeri depan ditambahkan pada masa kolonial Prancis sebagai bagian dari penataan ulang kawasan perkotaan, termasuk penyesuaian jaringan jalan di sekitarnya. Meskipun terjadi perubahan struktural, fungsi keagamaan masjid tetap dipertahankan.[9]
Lokasi
[sunting | sunting sumber]Masjid terletak di Kasbah Aljir, bagian timur laut kota, dekat pelabuhan dan kawasan perdagangan. Pada periode kolonial, lokasi ini berada di Rue de la Marine, yang kemudian digantikan oleh jaringan jalan modern, termasuk Rue d’Angkor dan Boulevard Ernesto Guevara.[1]
Arsitektur
[sunting | sunting sumber]
Bangunan berdenah persegi panjang berukuran sekitar 46 × 38 meter. Struktur utama menggunakan batu, bata, genteng, dan kayu, dengan penerapan ornamen keramik serta ukiran kayu.[9]
Interior
[sunting | sunting sumber]Ruang salat terdiri atas sebelas lorong yang tegak lurus terhadap dinding kiblat dan dipisahkan oleh lengkungan tapal kuda. Lorong tengah berukuran lebih besar dan membentuk pola denah menyerupai huruf T. Di bagian utara terdapat halaman persegi panjang berukuran sekitar 11 × 21 meter yang dikelilingi arkade. Mihrab yang ada saat ini merupakan hasil rekonstruksi setelah kerusakan abad ke-17,[10] dengan bentuk lengkungan berlekuk dan dekorasi plester sederhana. Di sekitar mihrab terdapat ruang tambahan yang terhubung melalui pintu samping, termasuk ruang yang berkaitan dengan penggunaan mimbar bergerak, dengan rel yang masih tertanam pada lantai.[9]
Eksterior
[sunting | sunting sumber]
Fasad mengalami perubahan pada masa kolonial, termasuk penambahan galeri berkolom pada 1837 dengan lengkungan berlobus. Struktur ini memanfaatkan kolom marmer dari bangunan lain. Menara berasal dari abad ke-14 dengan bentuk persegi dan permukaan berhias ceruk persegi panjang, lengkungan buta berlobus, serta panel ubin keramik. Di sudut timur laut terdapat Bab al-Jenina yang terhubung dengan ruang khusus imam.[10]
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Bagian dalam ruang salat masjid
- Pemandangan lorong yang menuju ke mihrab
- Mihrab masjid saat ini
Mimbar
[sunting | sunting sumber]Mimbar asli disimpan di Museum Nasional Purbakala dan Seni Islam di Aljir. Mimbar ini terbuat dari kayu, dilengkapi roda, dan memiliki inskripsi Kufi bertanggal 1 Rajab 490 H. Bentuknya sederhana dan sebanding dengan mimbar Masjid Agung Kairouan.[11]
Lihat juga
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Waldie's Select Circulating Library (dalam bahasa Inggris). A. Waldie. 1835.
- ↑ Hyam, Joseph C. (1900). The illustrated guide to Algiers: a "practical" handbook for travellers (Edisi 2). The Anglo-French Press Association.
- ↑ "Qantara - Great Mosque of Algiers". www.qantara-med.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-19.
- ↑ Marçais, Georges (1954). L'arsitektur musulmane d'Occident (di Perancis). Paris: Seni dan grafis métiers.
- ↑ Salmon, Xavier (2018). Maroc Almoravide et Almohade: Arsitektur dan dekorasi au temps des conquérants, 1055-1269 (di Perancis). Paris: LienArt.
- ↑ Bloom, Jonathan M. (2020-06-30). Architecture of the Islamic West: North Africa and the Iberian Peninsula, 700-1800 (dalam bahasa Inggris). Yale University Press. ISBN 978-0-300-21870-1.
- ↑ Salmon, Xavier (2018). Maroc Almoravide et Almohade: Arsitektur dan dekorasi au temps des conquérants, 1055-1269 (di Perancis). Paris: LienArt.
- ↑ "Discover Islamic Art - Virtual Museum - monument_isl_dz_mon01_2_en". www.discoverislamicart.org. Diakses tanggal 2026-03-19.
- 1 2 3 "Jami' al-Kabir (Algiers) | Archnet". www.archnet.org. Diakses tanggal 2026-03-19.
- 1 2 "Qantara - Great Mosque of Algiers". www.qantara-med.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-03-19.
- ↑ Kuban, Doğan (1974). The Mosque and Its Early Development (dalam bahasa Inggris). BRILL. ISBN 978-90-04-03813-4.
Bacaan lebih lanjut
[sunting | sunting sumber]- Alger, le Comité du Vieil; d'El-Djezaïr, Feuillets; Klein, Fondateur Henri (2003) [1910]. Alger, quelques-unes de ses mosquées (dalam bahasa Prancis). Éditions du Tell.
- Bourouiba, R. (1984). Les inscriptions commémoratives des mosquées d'Algérie (dalam bahasa Prancis). Algiers: OPU. hlm. 81–86.
- Bourouiba, R. (1983). L'art religieux musulman en Algérie (dalam bahasa Prancis). Algiers: S.N.E.D.
- Bourouiba, R. (1956). Apports de l'Algérie à l'architecture religieuse arabo-islamique (dalam bahasa Prancis). Algiers: OPNA.
- Devoulx, A. (1870). Les édifices religieux de l'ancien Alger (dalam bahasa Prancis). Algiers: Bastide.
- Marçais, G. (1954). L'architecture musulmane d'occident (dalam bahasa Prancis). Tunisie, Algérie, Espagne et Sicile, Paris: Arts et Métiers Graphiques.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Media terkait Great Mosque of Algiers di Wikimedia Commons
- "Fountain in Mosque of El Kebir, Algiers, Algeria" (photo). 1899 – via World Digital Library.

