Lompat ke isi

Disabilitas tidak tampak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Seorang laki-laki yang mengalami disabilitas tidak tampak berupa disleksia.

Disabilitas tidak tampak, juga dikenal sebagai disabilitas tersembunyi atau disabilitas nonvisual, adalah bentuk disabilitas yang tidak langsung terlihat oleh orang lain. Biasanya, disabilitas ini berupa penyakit fisik atau gangguan mental yang tidak tampak tetapi mengganggu aktivitas normal sehari-hari.[1] Contohnya termasuk gangguan penglihatan atau pendengaran ringan, nyeri kronis, masalah sendi, serta gangguan mental seperti depresi, kecemasan, autisme, dan ADHD.

Di antara mereka yang menderita penyakit kronis, sekitar 96 persen memiliki disabilitas tidak tampak. Diperkirakan satu dari sepuluh warga Amerika Serikat hidup dengan disabilitas jenis ini,[2] dan jumlahnya kemungkinan lebih tinggi secara global karena sekitar 80 persen penyandang disabilitas di dunia tinggal di negara berkembang.[3]

Kurangnya pemahaman dan dukungan di lingkungan sekitar membuat penyandang disabilitas tidak tampak menghadapi berbagai hambatan dalam kehidupan sehari-hari.[4] Banyak dari mereka baru mendapatkan diagnosis yang tepat setelah bertahun-tahun akibat keterbatasan pengetahuan tenaga medis atau faktor sosial ekonomi.[5]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Disabilitas Taktampak". Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-24.
  2. World, Disabled (1 January 2014). "Invisible Disabilities: List and General Information". Disabled World (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2 July 2023.
  3. "Factsheet on Persons with Disabilities". United Nations. Diakses tanggal 2 July 2023.
  4. Kelly, Rebecca; Mutebi, Natasha (12 January 2023). "Invisible Disabilities in Education and Employment". UK Parliament Post.
  5. Maxmen, Amy (4 January 2018). "The Invisible Disability". Nature. 553 (7686): 14–17. doi:10.1038/d41586-017-08965-0.