Lompat ke isi

Dinasti Warman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perkiraan wilayah Kerajaan Kamarupa.

Dinasti Warman (350–650) adalah dinasti historis pertama dari Kerajaan Kamarupa. Dinasti ini didirikan oleh Pushyawarman, yang sezaman dengan Samudragupta.[1][2] Warman awal merupakan bawahan Kekaisaran Gupta,[3] tetapi ketika kekuasaan Gupta mulai melemah, Mahendrawarman (470–494) melakukan dua upacara kuda dan status Kamarupa sebagai negara merdeka tetap terjaga.[4] Menurut Prasasti Apsad dari Adityasen, Susthiwarman dikalahkan oleh Mahasengupta di tepi sungai Lauhitya.[5] Sebagai dinasti pertama dari tiga dinasti Kamarupa, Warman kemudian digantikan oleh dinasti Mlechchha dan selanjutnya oleh dinasti Pala.[6]

Asal usul

[sunting | sunting sumber]

Raja pertama dinasti ini adalah Pushyawarman, kemungkinan sezaman dengan Samudragupta (sekitar 335/350–375 M).[2] Kerajaan yang didirikannya dengan usaha besar berkembang di wilayah pinggiran Kekaisaran Gupta, mengadopsi model politik India utara, dan para rajanya menggunakan nama serta gelar raja dan ratu Gupta.[7] Tidak banyak yang diketahui secara langsung tentang para raja awal hingga raja keenam, Mahendrawarman, yang membangun candi batu dan mengangkat gelar Maharajadhiraja (raja para raja) pada kuartal terakhir abad kelima.[7] Garis keturunan dari Pushyawarman baru muncul pada abad ke-7 dalam prasasti tembaga Dubi dan Nidhanpur yang diterbitkan oleh Bhaskarawarman, serta dalam Harshacharita, dan tidak terdapat dalam prasasti leluhurnya.[6][7] Dalam prasasti tersebut, Bhaskarawarman mengklaim sebagai keturunan Narakasura, Bhagadatta, dan Vajradatta.[6] Para ahli modern menilai klaim ini sebagai rekayasa; Jae-eun Shin berpendapat bahwa silsilah ini dibuat untuk mendukung aliansi Bhaskarawarman dengan Harshavardhana dan melegitimasi kedaulatannya. Penggunaan garis keturunan Naraka/Bhagadatta untuk menetapkan kedaulatan diteruskan oleh dinasti Mlechchha dan Pala, sejalan dengan praktik pasca-Gupta di India.[7]

She-Kia-Fang-Che menyebut Pushyawarman sebagai ksatria yang nenek moyangnya berasal dari Tiongkok.[8] Meskipun beberapa ahli modern berpendapat bahwa Dinasti Warman kemungkinan memiliki keturunan Indo-Arya, kini diyakini bahwa warman awalnya berasal dari non-Indo-Arya.[9][10] Suniti Kumar Chatterjee menyebut Bhaskarawarman sebagai raja Mlechcha yang ter-Hinduisasi dengan asal-usul Indo-Mongoloid.[11] Hugh B. Urban juga menilai bahwa warman berasal dari suku non-Arya.[12]

Ibu kota dipindahkan setidaknya sekali, yang terakhir dilakukan oleh Sthitawarman (566–590). Kota lama tidak disebutkan namanya, tetapi diduga adalah Pragjyotishpura,[13] yang terletak di lereng tenggara Bukit Narakasur dekat Dispur. Ibu kota baru kemungkinan berada di suatu lokasi di Guwahati,[14] meskipun klaim ini belum didukung oleh temuan arkeologis.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Sharma (1978), hlm. xxix.
  2. 1 2 Dutta, Satyabrat (2015). "Political Status of Assam in the Gupta Age". Proceedings of the Indian History Congress. 76: 137–140. ISSN 2249-1937. JSTOR 44156575.
  3. Majumdar, Ramesh Chandra; Altekar, Anant Sadashiv (1986). Vakataka – Gupta Age Circa 200-550 A.D. Motilal Banarsidass Publ. hlm. 142. ISBN 9788120800267.
  4. Sen, Sailendra Nath (1999). Ancient Indian History and Civilization (dalam bahasa Inggris). New Age International. hlm. 303. ISBN 978-81-224-1198-0. The status of Kamarupa remained unimpaired as the grandson of Bhutivarman also performed two Asvamedha sacrifices
  5. Maity. Sachindra Kumar. Corpus Of Bengal Inscriptions Bearing On History And Civilization Of Bengal. hlm. 7. Again the Apsad Inscription of Adityasen refer to his grandfather Mahasengupta's defeat of Susthivarmand on the bank of Lauhitya. Susthivarman was the King of Kamarupa
  6. 1 2 3 Sircar, D C (1990), "Political History", in Barpujari, H K (ed.), The Comprehensive History of Assam, vol. I, Guwahati: Publication Board, Assam, pp. 94–171
  7. 1 2 3 4 Shin (2018).
  8. Sharma (1978), hlm. xiv.
  9. Kāmarūpa Anusandhāna Samiti (1984). Readings in the history & culture of Assam. hlm. 179. "The Varman dynasty, which was probably the first Indo-Aryan dynasty in Assam was overthrown by Salastambha, a man of Mleccha or non-Aryan (Mongolian) origin."
  10. Niśipada Caudhurī (1985). Historical archaeology of central Assam. hlm. 83. "K.N. Dutta seems to be right in concluding that the Varman dynasty, which was probably the first Indo-Aryan dynasty in Assam, was overthrown by Salastambha, (Mongoloid) origin, who then made himself the king of Kamarupa."
  11. Chatterji, Suniti Kumar (1951). Kirata-jana-krti. hlm. 90, 91.
  12. "The Womb of Tantra: Goddesses, Tribals, and Kings in Assam". academic.oup.com. hlm. 234. Diakses tanggal 2023-07-30.
  13. Sharma 1978, hlm. 30–31.
  14. Sharma 1978, hlm. 30.

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]
  • Beal, Samuel (1884). Si-Yu-Ki. Buddhist Records of the Western World, Translated from the Chinese of Hsüan-tsang (A.D. 629). Vol. II. London: Trubner & Co. Diakses tanggal 17 February 2013.
  • Chatterji, Suniti Kumar (1951). Kirata-jana-krti. Calcutta: The Asiatic Society.
  • Chattopadhyaya, S (1990), "Social Life", dalam Barpujari, H K (ed.), The Comprehensive History of Assam, vol. I, Guwahati: Publication Board, Assam, hlm. 195–232
  • Choudhury, P. C. (1966). The History of the Civilisation of the People of Assam to the Twelfth Century AD. Gauhati: Department of Historical and Antiquarian Studies of Assam.
  • Lahiri, Nayanjot (1991), Pre-Ahom Assam: Studies in the Inscriptions of Assam between the Fifth and the Thirteenth Centuries AD, Munshiram Manoharlal Publishers
  • Mukherji, Ramaranjan; Maity, Sachindra Kumar (1967). Corpus Of Bengal Inscriptions Bearing On History And Civilization Of Bengal. Calcutta: Firma K. L. Mukhopadhyay.
  • Ray, H.C. (1931). Dynastic History Of Northern India Vol. 1. New Delhi: Munshiram Manoharlal Publishers.
  • Sen, Sailendra Nath (1999). Ancient Indian History and Civilization. New Age International. ISBN 9788122411980.
  • Sharma, Mukunda Madhava (1978). Inscriptions of Ancient Assam. Gauhati University, Assam.
  • Shin, Jae-Eun (2010). "Changlng Dynasties, Enduring Genealogy: A Critical Study on the Political Legitimation in Early Medieval Kamarupa". Journal of Ancient Indian History. XXVII.
  • Shin, Jae-Eun (2018), "Region Formed and Imagined: Reconsidering temporal, spatial and social context of Kamarupa", dalam Dzüvichü, Lipokmar; Baruah, Manjeet (ed.), Modern Practices in North East India: History, Culture, Representation, London & New York: Routledge, hlm. 23–55
  • Sircar, D C (1990), "Political History", dalam Barpujari, H K (ed.), The Comprehensive History of Assam, vol. I, Guwahati: Publication Board, Assam, hlm. 94–171
  • Urban, Hugh B. (2011). "The Womb of Tantra: Goddesses, Tribals, and Kings in Assam". The Journal of Hindu Studies. 4 (3): 231–247. doi:10.1093/jhs/hir034.
  • Xuan-zhuang (1996). Bian-ji (ed.). The Great Tang Dynasty Record of the Western Regions. Vol. 51. Diterjemahkan oleh Li Rongxi. BDK America. ISBN 1-886439-02-8. Diarsipkan dari asli tanggal 18 June 2019. Diakses tanggal 27 June 2019.