Lompat ke isi

Dinasti Chosroid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dinasti Chosroid (bentuk latinisasi dari Khosro[v]ianni, bahasa Georgia: ხოსრო[ვ]იანები), juga dikenal sebagai Mihranid Iberia, adalah sebuah dinasti raja dan kemudian pangeran penguasa di kerajaan awal Georgia, Iberia, yang berkuasa dari abad ke-4 hingga abad ke-9. Keluarga ini berasal dari garis keturunan Mihranid Iran dan menerima agama Kristen sebagai agama resmi sekitar tahun 337 (atau antara 319–326). Dalam perjalanan sejarahnya, mereka berupaya mempertahankan kemandirian politik dengan menyeimbangkan hubungan antara Kekaisaran Bizantium dan Iran Sasaniyah. Setelah kerajaan Iberia dihapuskan oleh Sasaniyah sekitar tahun 580, dinasti ini tetap bertahan melalui dua cabang bangsawan yang masih berkerabat dekat, yaitu cabang Chosroid yang lebih tua dan cabang Guaramid yang lebih muda, meskipun keduanya kadang saling bersaing. Kekuasaan kedua cabang ini berlangsung hingga awal abad ke-9, ketika akhirnya mereka digantikan oleh dinasti Bagratid Georgia di takhta Iberia.

Asal usul

[sunting | sunting sumber]

Chosroid merupakan cabang dari keluarga bangsawan Mihranid, salah satu dari Tujuh Wangsa Besar Iran, yang memiliki hubungan kekerabatan jauh dengan dinasti Sasaniyah. Dua cabang lain dari keluarga Mihranid kemudian ditempatkan di takhta Gogarene dan Gardman, dua kerajaan kecil di wilayah Kaukasus tempat bangsa Armenia, Albania Kaukasia, dan Georgia saling berbaur.[a]

Menurut Kronik Georgia, raja Chosroid pertama, Mirian III (Mihran) yang memerintah pada 284–361 M, naik takhta Iberia melalui pernikahannya dengan putri Iberia, Abeshura, yang merupakan anak dari Raja Arsacid terakhir, Aspacures I. Ia dinobatkan oleh ayahnya yang disebut dalam kronik tersebut sebagai "Chosroes", Raja Agung Iran.[9] Namun, kronik Georgia lain yang berjudul Pertobatan Kartli menyampaikan versi berbeda dengan menyebut bahwa Mirian adalah putra Raja Lev, penerus Aspacures I, meskipun sosok Lev tidak tercatat dalam sumber-sumber lain.[10]

Chosroid awal

[sunting | sunting sumber]

Kebangkitan garis keturunan Mihranid di takhta-takhta Kaukasia merupakan wujud dari kemenangan Dinasti Sasaniyah atas sisa-sisa kekuasaan Dinasti Arsacid dari Partia, yang cabangnya di Armenia sedang mengalami kemunduran dan cabang Georgia-nya telah punah.[11]

Sebagai raja bawahan Iran, Mirian III (memerintah 284–361 M), pendiri Dinasti Chosroid, turut serta dalam peperangan Sasaniyah melawan Kekaisaran Romawi. Namun, melalui Perjanjian Nisibis tahun 298, Romawi memperoleh pengakuan atas kedaulatannya di Georgia Timur, meskipun Mirian tetap diakui sebagai Raja Iberia. Ia dengan cepat menyesuaikan diri dengan perubahan politik di kawasan Kaukasia dan menjalin hubungan erat dengan Romawi.[12] Hubungan ini semakin kuat setelah misionaris Kristen, Nino, berhasil mengonversi Mirian, istrinya Nana, dan keluarganya ke agama Kristen sekitar tahun 337.

Meskipun demikian, Sasaniyah terus bersaing dengan Romawi dalam memperebutkan pengaruh atas Iberia. Mereka sempat menurunkan penerus Mirian yang pro-Romawi, Sauromaces II,[13] dan menggantikannya dengan Aspacures II yang berpihak pada Iran pada tahun 361. Kaisar Romawi Valens kemudian turun tangan dan memulihkan Sauromaces pada 370,[14] tetapi Aspacures III dari Iberia (memerintah 380–394) akhirnya berhasil menyatukan kembali kerajaan di bawah pengaruh Sasaniyah. Sejak saat itu, Iberia mulai membayar upeti kepada Iran, dan Romawi mengakui kehilangan wilayah tersebut melalui Perjanjian Acilisene tahun 387.

Pengaruh Iran yang kian menguat di Georgia Timur, termasuk penyebaran agama Zoroastrianisme, ditentang oleh Gereja Kristen dan sebagian bangsawan. Dari perlawanan inilah muncul penciptaan aksara Georgia, yang menjadi warisan budaya penting dalam penyebaran ajaran Kristen.[15] Raja-raja Chosroid tetap setia kepada Iran hingga masa Raja Vakhang I Gorgasali (447–522), tokoh paling terkenal dari dinasti ini sekaligus pendiri Tbilisi. Ia membalikkan arah politik Iberia dengan berpihak kepada Bizantium, memimpin pemberontakan melawan Sasaniyah bersama pangeran Armenia Vahan Mamikonian, dan berjuang hingga akhir hayatnya meski gagal mencapai kemerdekaan penuh.[16]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Toumanoff, Cyril. Chronology of the Early Kings of Iberia. Traditio 25 (1969), p. 22.
  2. Yarshater (1983), p. 520
  3. Charles Allen Burney, David Marshall Lang (1971), p. 205
  4. Pourshariati (2008), p. 44
  5. Hussey, Joan M. (1966), p. 597
  6. Rapp, Stephen H. (2003), p. 154
  7. Lenski, Noel. (2003); (...) they successfully asserted their claim by crowning a Persian dynast named Mirian III. Mirian, founder of the Mihranid dynasty, which ruled Iberia into the sixth century (...)
  8. Bardakjian & La Porta. (2014), p. 195
  9. Thomson, Robert W. (1996), Rewriting Caucasian History: The Medieval Armenian Adaptation of the Georgian Chronicles: The Original Georgian Texts and the Armenian Adaptation, pp. 74–5. ISBN 0-19-826373-2.
  10. Rapp, pp. 293–295
  11. Toumanoff, Cyril. Introduction to Christian Caucasian History, II: States and Dynasties of the Formative Period. Traditio 17 (1961), p. 38.
  12. Suny, Ronald Grigor (1994), The Making of the Georgian Nation, p. 15. Indiana University Press, ISBN 0-253-20915-3.
  13. Sauromaces is surprisingly ignored by local written tradition, but mentioned by the contemporary Roman historian Ammianus Marcellinus in his Res Gestae. Rapp (2003), p. 488.
  14. Greatrex, Geoffrey B. (Dalhousie University). The Background and Aftermath of the Partition of Armenia in A.D. 387. The Ancient History Bulletin 14.1–2 (2000): 35–48.
  15. Suny (1994), p. 22.
  16. Suny (1994), p. 24.

Bibliografi

[sunting | sunting sumber]
  • Bardakjian, Kevork; La Porta, Sergio (2014). The Armenian Apocalyptic Tradition: A Comparative Perspective. BRILL. ISBN 978-9004270268.
  • Yarshater, Ehsan, ed., The Cambridge History of Iran, Volume 3: The Seleucid, Parthian and Sasanid Periods (1983), Cambridge University Press, ISBN 978-0521200929.
  • Charles Allen Burney, David Marshall Lang. (1971). The peoples of the hills: ancient Ararat and Caucasus. Weidenfeld and Nicolson (original from the University of Michigan).
  • Hussey, Joan M., ed. (1966). "The Cambridge Medieval History. Vol. IV, The Byzantine Empire". Cambridge: Cambridge University Press.
  • Lenski, Noel (2003). Failure of Empire: Valens and the Roman State in the Fourth Century A.D. University of California Press. ISBN 978-0520928534.
  • Pourshariati, Parvaneh (2008). Decline and fall of the Sasanian empire: the Sasanian-Parthian confederacy and the Arab conquest of Iran. I.B. Tauris. hlm. 44. ISBN 978-1845116453.
  • Rapp, Stephen H. (2003). Studies in Medieval Georgian Historiography: Early Texts and Eurasian Contexts. Peeters Publishers. ISBN 978-9042913189.