Lompat ke isi

Dinas Inspeksi Pos Amerika Serikat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Dinas Inspeksi Pos
Postal Inspection Service
Lambang dari Dinas Inspeksi Pos
Lencana agen khusus (inspektur pos) USPIS
NamaPostal Inspection Service
SingkatanUSPIS
Ikhtisar
Dibentuk1775 (Surveyor)
1801 (Agen Khusus)
1830 (Agensi)
1880 (Inspektur Kantor Pos)
1954 (Inspektur Pos)
Personel2500 (perkiraan)
Struktur yurisdiksi
Lembaga federalUnited States
Wilayah hukumUnited States
Kategori
Markas besar475 L'Enfant Plaza SW, Washington, D.C.

Postal Inspector1200 (approximately)
Pejabat eksekutif
  • Gary Barksdale, Chief Postal Inspector
Lembaga indukUnited States Postal Service
Situs web
uspis.gov

Dinas Inspeksi Pos Amerika Serikat atau United States Postal Inspection Service (USPIS) adalah badan penegak hukum federal dari Jawatan Pos Amerika Serikat. USPIS mendukung dan melindungi operasi perusahaan pengirim pos Amerika Serikat, termasuk perlindungan kepara karyawan, infrastruktur, dan pelanggannya dengan mengawasi dan menegakkan hukum pada sistem surat-menyurat Amerika Serikat dari pengiriman berkas ilegal atau berbahaya. Yurisdiksinya mencakup kejahatan apa pun yang dapat memengaruhi atau menggunakan sistem surat-menyurat, sistem pos, atau karyawan pos yang melanggar hukum federal.

Hingga tahun 2022, terdapat sekitar 1.250 inspektur pos, yang setara dengan agen khusus di badan penegak hukum federal lain. Inspektur pos memiliki wewenang untuk membawa senjata, melakukan penangkapan, melaksanakan surat perintah penggeledahan, dan menyampaikan surat panggilan pengadilan.[1]

Dengan sejarah pendirian yang dimulai sejak akhir abad ke-18, USPIS merupakan badan penegak hukum federal tertua di Amerika Serikat yang beroperasi secara berkelanjutan.[2] Terdapat sekitar 200 jenis kejahatan federal yang dapat dilakukan dengan melibatkan proses surat-menyurat.[3] Oleh karena itu, aktivitas Dinas Inspeksi Pos AS sangat luas dan selalu berubah.

Pada tahun 2021, inspektur pos melakukan 5.141 penangkapan yang menghasilkan lebih dari 3.700 vonis pidana, sebagian besar terkait dengan pencurian surat, pemalsuan surat, dan pengiriman isi surat yang dilarang.[4] Pertumbuhan narkotika ilegal telah mengakibatkan lebih dari 19.000 penangkapan dan penyitaan $18 juta uang tunai dari hasil penjualan narkoba sejak 2010. Pada tahun 2022, inspektur pos melakukan lebih dari 5.300 penyitaan yang menahan hampir 17.000 pon obat-obatan terlarang dan dihanguskan.[5] Dalam beberapa kasus, penyitaan ini dilakukan dengan bantuan anjing pelacak.[6]

Dinas Inspeksi Pos memiliki sejarah tertua dari semua badan penegak hukum federal yang ada di Amerika Serikat, bahkan mendahului penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan. Akarnya dapat dilacak kembali ke tahun 1775 ketika Benjamin Franklin pertama kali menunjuk seorang "surveyor" untuk mengatur dan mengaudit surat-menyurat.[7]

Ketika Franklin diangkat sebagai Direktur Jenderal Pos di bawah Kongres Kontinental Kedua, sistem audit yang ia ciptakan terus berlanjut. Salah satu tindakan pertama Franklin sebagai Direktur Jenderal Pos adalah menunjuk William Goddard sebagai surveyor pos pertama dari sistem surat menyurat Amerika yang baru didirikan. Goddard bertugas memeriksa integritas dan keamanan rute pos, mengatur kantor pos, dan mengaudit keuangannya. Sebuah surat dari Franklin kepada Goddard, tertanggal 7 Agustus 1775, meminta Goddard untuk menjalankan tugas-tugas ini.[8]

Pada tahun 1801, sebutan "Surveyor" diubah menjadi "Agen Khusus" atau Special Agent, menjadikan Dinas Inspeksi Pos sebagai badan penegak hukum federal pertama yang menggunakan sebutan "Agen Khusus" untuk petugasnya.[9]

Pada tahun 1830, para agen khusus didinaskan ke dalam Kantor Instruksi dan Kerusakan Surat. Pada tahun 1873, salah satu tugas utama mereka adalah menegakkan larangan berdasarkan Comstock Act, yang dinamai dari seorang Inspektur Pos bernama Anthony Comstock.[10]

Kongres AS mengubah sebutan agen khusus menjadi "Inspektur Kantor Pos" pada tahun 1880 untuk membedakan dari banyaknya keserupaan dari "agen khusus" lain yang dipekerjakan oleh perusahaan kereta api untuk mengawasi surat menyurat melalui jaringan rel.

Akhirnya, pada tahun 1954, sebutan itu kembali diubah menjadi "Inspektur Pos" untuk mencerminkan hubungan mereka dengan semua aspek sistem pos dan surat-menyurat AS, bukan hanya untuk perusahaan kantor pos.

Yurisdiksi

[sunting | sunting sumber]
Mobil Ford Interceptor yang digunakan untuk tugas pengamanan sehari-hari

Sebagai agen khusus yang bertugas sebagai penyelidik, inspektur pos adalah petugas penegak hukum federal yang disumpah selayaknya petugas kepolisian. Mereka membawa senjata api, melakukan penangkapan, dan melayani surat perintah penggeledahan serta surat panggilan pengadilan federal. Para inspektur pos bekerja sama erat dengan jaksa AS, badan penegak hukum lainnya, dan jaksa penuntut lokal untuk menyelidiki kasus yang berkaitan dengan sistem pos dan menyiapkannya untuk pengadilan. Sebagai contoh, dalam kasus yang melibatkan surat internasional, inspektur pos dapat bekerja sama dengan agen khusus dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS(CBP) atau Investigasi Keamanan Dalam Negeri dari Imigrasi dan Bea Cukai AS. Sementara itu, untuk kasus surat domestik, para inspektur bekerja sama dengan badan penegak hukum lokal misalnya kepolisian setempat.

USPIS memiliki tanggung jawab untuk menjaga lebih dari 600.000 karyawan perusahaan pos dan miliaran surat yang diangkut secara global setiap tahun melalui udara, darat, kereta api, dan laut.[11]

Sebelum tahun 1996, USPIS adalah satu-satunya badan investigasi dari Dinas Pos AS (USPS). Namun, hal itu berubah dengan dibentuknya Kantor Inspektur Jenderal USPS (USPS OIG) pada tahun 1996. USPS OIG melakukan audit dan investigasi independen terhadap program dan operasi USPS untuk menentukan apakah mereka efisien dan hemat biaya. Sebelum tahun 1996, fungsi audit ini dilakukan oleh Inspektur Pos. Investigasi ini membantu mendeteksi penipuan, pemborosan, dan pelanggaran di dalam USPS, serta memiliki efek pencegahan terhadap kejahatan pos.

Sejak serangan 11 September 2001, USPIS juga telah menyelidiki beberapa kasus di mana risin, antraks, dan zat beracun lainnya dikirim melalui pos. Meskipun USPIS memiliki yurisdiksi yang luas, investigasi USPIS dapat dikategorikan menjadi tujuh jenis tim dan fungsi investigasi.

Investigasi Penipuan

[sunting | sunting sumber]

Fungsi investigasi ini berfokus pada kejahatan yang memanfaatkan surat-menyurat untuk melakukan penipuan terhadap bisnis dan pemerintah. Undang-undang federal yang relevan untuk jenis investigasi ini mencakup penipuan serta undang-undang pidana lain yang terkait, seperti pencurian identitas, penipuan bank, penipuan kartu kredit, penipuan transfer, dan penipuan melalui jaringan internet/komputer.

Penipuan surat (mail fraud) merupakan undang-undang yang sering digunakan untuk mengadili berbagai kejahatan kerah putih, termasuk skema Ponzi, penipuan 419, dan kejahatan lain yang menggunakan surat sebagai sarana penipuan. Aturan ini bahkan diperluas hingga mencakup korupsi publik.

Pada era 1960-an dan 70-an, para inspektur di bawah pimpinan inspektur pos regional, seperti Martin McGee yang dijuluki "Mr. Mail Fraud," berhasil menemukan dan mengungkap banyak kasus penipuan. Penipuan tersebut meliputi penjualan tanah, praktik iklan palsu, penipuan asuransi, dan organisasi amal fiktif, yang semuanya didakwa menggunakan pasal penipuan surat.[12] McGee juga dikenal karena bantuannya dalam menjatuhkan vonis kepada mantan gubernur Illinois, Otto Kerner, atas dakwaan penipuan surat atau mail fraud.[13]

Kejahatan eksternal

[sunting | sunting sumber]

Fungsi ini berfokus pada menyelidiki pencurian surat oleh non-karyawan, penyerangan terhadap karyawan pos, serta pencurian dan perampokan properti pos. Fungsi ini juga bertugas menyelidiki pembobolan fasilitas pos dan penyerangan fasilitas pos. Fungsi investigasi ini memastikan bahwa sistem surat-menyurat untuk warga negara Amerika Serikat tetap aman dan terjaga.

Investigasi Pengiriman yang Dilarang

[sunting | sunting sumber]

Fungsi ini berfokus pada pengiriman barang selundupan yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan, termasuk narkotika, prekursor, dan pornografi anak serta materi yang dilarang secara seksual lainnya. Objek benda yang memiliki bahan atau struktur berbahaya juga termasuk, diantaranya bom, senjata rakit, senjata nuklir, senjata biologis, dan senjata kimia. Pencucian uang dari hasil peredaran narkotika dan hasil kejahatan lainnya yang menggunakan sistem postal money order terkadang dikategorikan di bawah fungsi investigasi ini.

Penerbangan dan Keamanan Dalam Negeri

[sunting | sunting sumber]

Fungsi investigasi ini mencakup pengamanan dan perlindungan transportasi surat AS dan risiko apa pun yang mungkin membahayakan keamanan dalam negeri karena adanya pengiriman surat-surat. Audit keamanan dilakukan oleh tim-tim ini untuk memastikan bahwa fasilitas dinas pos aman tidak hanya dari pencurian dan perampokan tetapi juga bencana buatan manusia dan alam yang bisa terjadi saat pengiriman surat.

Investigasi Pendapatan

[sunting | sunting sumber]

Fungsi investigasi ini mengidentifikasi praktik penipuan yang dilakukan oleh pelaku bisnis dan individu yang mengirim barang tanpa bea kirim yang tepat atau dengan bea kirim dan materai palsu.

Investigasi Internasional dan Keamanan Global

[sunting | sunting sumber]

Fungsi investigasi ini memastikan bahwa surat internasional serta kampanye internasional tetap aman dan terjamin melalui pos Amerika Serikat. USPIS mempertahankan penyelidik di AS dan di pos-pos di seluruh dunia dengan tujuan perlindungan.

Investigasi Gugus Tugas Gabungan (Joint Task Force Investigations)

[sunting | sunting sumber]

USPIS berpartisipasi dalam investigasi gugus tugas atau tim gabungan ketika kasus yang ditangani melibatkan undang-undang terkait layanan surat-menyurat. Kasus-kasus ini seringkali sangat luas dan melibatkan setiap badan penegak hukum dari pemerintah federal.

Sebagai contoh, USPIS pernah berpartisipasi dalam kasus Omniplan, yang menghasilkan dakwaan dan vonis terbanyak dalam sejarah NASA. Kasus ini menyebabkan tujuh perusahaan tutup dan berujung pada vonis terhadap pemilik Omniplan, Ralph Montijo, atas dakwaan 179 kejahatan pada tingkat federal.[14][15]

Lencana pertama kali dikeluarkan untuk semua inspektur pos pada tahun 1922, tetapi penggunaannya dilarang diperlihatkan di depan umum dan hanya boleh ditunjukkan secara pribadi jika diperlukan. Pada tahun 1945, penggunaan lencana menjadi lebih ketat, dan lencana harus diminta berdasarkan kasus per kasus. Mulai tahun 1973, lencana kembali dikeluarkan untuk semua inspektur pos.[16]

Pelatihan

[sunting | sunting sumber]

USPIS memiliki akademi inspektur pos yang berlokasi di W.F. Bolger Center for Leadership Development di Potomac, Maryland. Akademi ini terakreditasi secara federal oleh Federal Law Enforcement Training Accreditation (FLETA) dan dikelola oleh Unit Pengembangan Karier atau Career Development Unit (CDU) dari USPIS.[17]

Petugas yang gugur

[sunting | sunting sumber]

Sebanyak lima belas inspektur pos USPIS telah gugur saat bertugas.[18] Nama-nama mereka diukir di dinding National Law Enforcement Officers Memorial dan pada plakat Dinas Inspeksi Pos di kantor pusat mereka. Keduanya berlokasi di Washington, D.C.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "UNITED STATES POSTAL INSPECTION SERVICE ANNUAL REPORT 2022" (PDF). uspis.gov. Diakses tanggal August 25, 2023.
  2. "History – United States Postal Inspection Service". www.uspis.gov. Diakses tanggal 2023-08-26.
  3. Horton, Alex. "The surprising mission of the Postal Service police who arrested Stephen Bannon". The Washington Post (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 21, 2020. Diakses tanggal 2020-08-21.
  4. "UNITED STATES POSTAL INSPECTION SERVICE ANNUAL REPORT 2022" (PDF). uspis.gov. Diakses tanggal August 25, 2023.
  5. "US Postal Inspection Service on Instagram". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 28, 2023. Diakses tanggal December 21, 2022.
  6. "Combating Illicit Drugs in the Mail – United States Postal Inspection Service".
  7. "A Chronology of the United States Postal Inspection Service". U.S. Postal Inspection Service. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 27, 2021. Diakses tanggal 2020-08-21.
  8. "A Chronology of the United States Postal Inspection Service". U.S. Postal Inspection Service. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-04-06. Diakses tanggal 2018-03-30.
  9. The U.S. Postal Service and Postal Inspection Service: Market Competition and Law Enforcement in Conflict? : Hearing Before the Subcommittee on the Postal Service of the Committee on Government Reform, House of Representatives, One Hundred Sixth Congress, Second Session, July 25, 2000. U.S. Government Printing Office. 2001. ISBN 9780160648946.
  10. Horowitz, Helen Lefkowitz. Rereading Sex: Battles Over Sexual Knowledge and Suppression in Nineteenth-Century America. New York: Random House, 2002.
  11. "Size and Scope – Postal Facts". United States Postal Service. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 7, 2014. Diakses tanggal 21 April 2014.
  12. Janega, James (January 14, 2000). "Obituaries: Martin J. McGee, Pioneer In Mail Fraud Investigation". Chicago Tribune. Diakses tanggal 2015-05-21 via Scribd.com.
  13. Merriner, James L. (2004). Grafters and Goo Goos: Corruption and Reform in Chicago. Carbondale, Illinois: SIU Press. hlm. 194. ISBN 978-0-8093-2571-9.
  14. Myerson, Allen R. (January 17, 1996). "Businessman Is Sentenced For Bilking Space Agency". The New York Times.
  15. "Omniplan Owners Plead Guilty". The Bay Area Citizen. February 3, 1995.
  16. "Badge history". United States Postal Inspection Service (via Facebook).
  17. "Accredited Academies". Federal Law Enforcement Training Accreditation. Diakses tanggal 1 March 2012.
  18. "Fallen Officers". U.S. Postal Inspection Service. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 11, 2019. Diakses tanggal 20 May 2015.