Dien Tamaela

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Leonardine Hendriette Tamaela (dikenal sebagai Dien Tamaela; lahir di Kota Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia, 27 Desember 1923 – meninggal 8 Agustus 1948 pada umur 24 tahun) adalah gadis Maluku yang diabadikan dalam puisi Cerita Buat Dien Tamaela karangan penyair Indonesia Angkatan 45 Chairil Anwar. Banyak orang tidak mengenal sosok Dien Tamaela, karena dia meninggal dunia pada usia muda.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Dien lahir sebagai anak perempuan pertama dari pasangan dr Lodwijk Tamaela dan Mien Jacomina Pattiradjawane. Dien mempunyai seorang adik kandung bernama Lebrin Agustien Tamaela, kelahiran Malang, 21 Agustus 1926. Sang adik dikenal dengan nama Dee, seorang dokter anak. Dee sudah pensiun dan tinggal di Menteng, Jakarta Pusat.

Sang ayah dr Lodwijk Tamaela lahir di Ambon, 4 Maret 1896. Ia meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di Mojokerto, 27 Juli 1938. Ia dikenal sebagai tokoh pejuang kemerdekaan dari organisasi Jong Ambon bersama Alexander Jacob Patty dan kawan-kawan.

Ibu Dien dan Dee yakni Mien Jacomina Pattiradjawane lahir di Ambon, 8 September 1897. Sejak suami meninggal, Mien mengasuh kedua putrinya yang kala itu berusia 15 tahun dan 12 tahun. Mien meninggal di Jakarta, 28 Oktober 1996 dalam usia 99 tahun.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Dien sempat belajar di MULO Jakarta. Namun sampai kelas dua, dia pindah ke Sekolah Guru Taman Kanak-Kanak. Pada tahun 1942, Jepang mulai menguasai Jakarta sehingga sekolah-sekolah ditutup. Dien pun putus sekolah dan bekerja di kantor pemerintah Jepang, sebagai tenaga administrasi sampai Indonesia merdeka.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Setelah Indonesia merdeka, warga Jakarta meragukan nasionalisme dan loyalitas orang Maluku yang banyak menjadi tentara KNIL. Sempat ada aksi mengganjang orang Maluku. Sebab itu, komunitas Maluku di Jakarta berusaha meyakinkan publik bahwa Maluku juga berjuang untuk Republik Indonesia. Dien yang pandai bermain piano, secara rutin tampil dalam siaran budaya Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Sebagai pianis, ia mengiringi pemuda-pemuda Ambon menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.

Dien bersahabat baik dengan Chairil Anwar dan Des Alwi. Kedekatan Dien dan Chairil dikisahkan sebagai hubungan asmara tak sampai. Pasalnya, Chairil yang berpenampilan urakan, jarang mandi, mata merah, kurus, dekil, tak disukai ibu Dien, yakni Mien Pattiradjawane.

Usia Dien Tamaela baru 25 tahun ketika dokter memvonisnya positif TBC. Meskipun menjalani perawatan intensif, Dien tidak tertolong dan meninggal dunia pada 8 Agustus 1948.

Dien dimakamkan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sepuluh tahun kemudian makam dipindahkan ke Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir. Makamnya terletak di Pemakaman Unit Kristen Blok AA1 Blad 69-kiri seberang rel. Dia terbaring bersama ayah dr Tamaela dan ibu Mien Pattiradjawane.

Chairil mengabadikan nama Dien dalam Cerita Buat Dien Tamaela dengan sangat magis khas Maluku. Puisi ini sering menjadi bacaan wajib dalam lomba baca puisi. Puisi inipun sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Bengkel Sastra Maluku setiap tahun merayakan Hari Chairil Anwar 28 April dengan membacakan puisi Cerita Buat Dien Tamaela dalam berbagai bahasa.

Referensi[sunting | sunting sumber]